Senin, 01 Februari 2016

Mengajarkan Bahagia


Bahagia adalah bagianmu, bagianku hanya melihatmu menikmati itu. Bagiku, ini sudah cukup bagian dari bahagiaku, sebagian lagi, ketika bersamamu. Nyatanya, aku tidak sedang bersamamu. Dan kamu tahu itu? Iya aku sedang tidak berbahagia, separuh bahagiaku hilang dibawa olehmu.

Aku bahkan tidak tahu sekarang kamu dimana. Dan kamu tahu itu? Bahagiaku, nyaris sepenuhnya tidak ada. Hampa. Kamu percaya? Jangan. Lebih baik kamu percaya bahwa kebahagiaan itu memang pantas untukmu.

Atau mungkin, kamu juga tidak bahagia? Ah, aku tidak yakin kamu tidak bahagia. Kamu paling bisa membuat segalanya menjadi bahagia.

Kamu bilang, bahagia itu, kita yang menciptakannya bukan orang lain, karena jika bahagia itu diciptakan oleh orang lain dan orang lain itu pergi, kelak kamu tidak akan pernah bahagia, hampa selamanya.

Orang yang tidak bahagia bukan berarti selamanya dia tidak bahagia, sebenarnya, dia sedang diberi jeda untuk belajar menciptakan bahagia itu sendiri, bukan untuk orang lain tapi untuk dirinya sendiri. Jika sudah begitu, yang lain pun akan mengikutinya, bahagia juga.

Aku belajar dari kamu, mencoba mencipta, untuk bahagia.

Untuk kamu, terima kasih sudah mengajarkanku untuk mencoba menciptakan bahagia.

Dan ternyata pesan ini yang ingin kamu sampaikan. Jika kita sudah bisa bahagia untuk membahagiakan orang lain, bisa saja kelak kita yang pergi, bukan berarti kita ingin meninggalkannya, hanya saja, kita memberikan ia jeda untuk belajar menciptakan bahagia. Begitu seterusnya, orang lain pun akan menyampaikannya kembali ke yang lain. Jika begitu, bukankah di dunia ini akan lebih banyak orang yang bahagia?.

Tunggu, bukan berarti kita ingin meninggalkannya? Iya, bisa saja kita bertemu kembali dengan orang yang sama, bukan lagi tentang mengajarkan, tapi menciptakan untuk bahagia bersama.

Masih maukah kamu bersamaku lagi?

Tidak, kita tidak akan mengulangi hal yang sama. Aku bukan (lagi) orang asing bagimu, aku sudah banyak belajar, kamu tidak perlu lagi bersusah payah mengajarkan. Ingat, ini  bukan lagi tentang mengajarkan, kita akan bahagia bersama-sama.

Kamu lelah? Jangan, biar aku saja yang lelah, menciptakannya untukmu. Itu sudah cukup membuatku merasa bahagia.


Bersamamu, dan melihatmu bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar