Sabtu, 31 Mei 2014

Bukan Merusak, Keadaan yang Tidak Tepat

Pernah ngga lu suka sama pacar orang? Kalau pernah, yah ngga salah juga, yang salah itu yang suka sama istri/suami orang. Kita hidup diciptain untuk berpasang-pasangan, meskipun kenyataannya, bagi gw sih, sulit sekali untuk menemukan pasangan yang bikin kita nyaman, entah pasangannya sedang dipinjem dulu sama orang lain atau mungkin pasangan kita yang sekarang sebenarnya milik orang lain.

Berawal dari kemungkinan-kemungkinan diatas, terkadang kita tidak hati-hati ketika menjalin hubungan dengan orang lain. Contohnya, kita menjalin hubungan dengan orang yang sudah milik orang lain, meskipun sebatas teman, tapi bisa aja kita dianggap sebagai orang ketiga perusak hubungan orang. Kecuali hubungannya dengan cowok-cowok juga, ngga mungkin dibilang orang ketiga sih tapi dibilang kumpulan maho bersaudara haha.

Jadi di postingan ini gw mau ngomongin soal orang ketiga, entahlah siapa yang pertama kali melabeli orang yang menjalin pertemanan di tengah-tengah pasangan yang sedang kasmaran dengan sebutan orang ketiga. Balik lagi ke “Sebenarnya salah ngga sih jadi orang ketiga?” menurut gw, tergantung. Yah tergantung niatan orangnya, kalau dari awal dia ngejalaninnya udah punya niatan pengen ngerebut pacar orang, menurut gw itu yang salah. Kenapa? Karena bagaimanapun juga kalau lu ngerebut pacar orang lain itu sama aja lu udah ngerebut kebahagiannya juga, terutama untuk pihak yang dirugikan. Lain halnya dengan orang ketiga yang cuma sebatas temen curhat, tanpa bawa-bawa perasaan dalam hubungan pertemanannya. Ini sebenarnya ga salah, yang salah itu keadaanya. Kenapa? Karena mungkin si cewek/cowoknya udah bosen sama pacarnya dan dia lagi butuh temen curhat buat ngedengerin semua keluhan-keluhannya. Terus apa hubungannya dengan keadaan? Nah orang ketiga disini keadaannya atau posisinya lagi sendiri (maaf, jomblo). Disinilah muncul prasangka-prasangka negatif dari orang yang tidak tau akar permasalahannya sehingga dengan mudah melabelinya dengan sebutan orang ketiga. Kasian yah? Iyah :(

Tapi di posisi ini banyak jomblo-jomblo yang terjebak dengan keadaan, yang tidak sengaja menumbuhkan perasaan di dalam pertemanan, mungkin karena keseringan berduaan atau mungkin keduanya menemukan kata nyaman ketika saling mendengarkan curhatan.

Kalau sudah kaya begini siapa yang disalahkan? Perasaan? Bukan. Perasaan berasal dari hati, keduanya punya hati dan hati pasti tau mana yang bikin nyaman atau hanya sebatas teman. Keadaan, yah keadaan yang ngga tepat. Karena terkadang kita menjalin hubungan dengan orang yang mungkin tepat kalau dilanjutkan, tapi keadaan yang ngga tepat, atau mungkin keadaannya yang tepat tapi orangnya yang ga tepat.

Bisa jadi ada salah satu pihak yang ke-geer-an, iya itu gueeeee. BYE.

Sekali lagi, bukan bermaksud merusak hubungan orang, tapi keadaanlah yang ngga tepat. Bukan ingin memiliki tapi hati terlalu percaya diri karena sudah lama sendiri. Yah, semua jadi salah ketika sudah bawa-bawa perasaan dalam hubungan pertemanan yang notabene-nya sudah punya pasangan. Tapi, tidak ada yang patut untuk disalahkan, karena kita tidak tahu kapan Tuhan menitipkan perasaan kepada mahluknya yang sedang menjalin pertemanan untuk merubahnya menjadi hubungan percintaan.

2 komentar:

  1. Setiap lakilaki nyimpen 1 rusuk buat pssangannya cong skrng belum nemu ajeee. Seloowww lo pasti bakal nikah kok bahahahahahhahahaha♥♡♥♡

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi broh, mungkin sekarang tulang rusuk gw lagi dipinjem dulu sama orang lain haha

      Hapus