Minggu, 13 Mei 2012

Memanusiakan Manusia (kembali)

Kemarin (12/5), setelah melihat program dokumenter reality di transTV yaitu Pengabdian, yang mengangkat sebuah realitas kehidupan tentang orang-orang yang mengalami ganguan jiwa atau yang biasa kita sebut (maaf) orang gila, ternyata masih ada orang-orang yang peduli terhadap mereka (orang gila.red). Disaat sebagian dari kita masih menganggap keberadaan mereka hanya mengganggu pemandangan, objek pelengkap di setiap sudut tempat sampah, sudut jalanan, sudut ruko-ruko, sudut fasilitas umum, bahkan sudut warung- warung makan yang tidak pernah memperhatikan keberadaan mereka, malah tak jarang dari kita mengusir mereka layaknya binatang.

Jika saja dia masih punya jiwa, mungkin mereka akan menangis se-jadi-jadinya, menangisi 'mereka' yang tidak pernah sedikitpun untuk memanusiakannya.

Tapi, tidak dengan Dadang Heriyadi (42), yang memutuskan untuk berhenti bekerja hanya untuk mengurusi mereka sebagai bentuk pengabdiannya untuk kemanusiaan. Berawal dari makan siang, Dadang yang waktu itu melihat seorang penderita gangguan jiwa yang sedang makan dengan makanan yang sudah ada belatung nya, hati Dadang merasa teriris melihat kejadian itu dan langsung memberikan satu bungkus makanan kepada orang tersebut.

Berawal dari kejadian tersebut, Dadang akhirnya mendirikan yayasan yang diberi nama Keris Nangtung. Sebuah yayasan sosial yang akan memanusiakan manusia (kembali) tanpa jiwa . Bermodal roda dua, Dadang dan dua orang temannya berburu orang-orang tanpa jiwa di jalanan, di pasar, kadang Dadang sering menemukannya di tempat sampah yang sedang mengais-ngais mencari makanan.

Di balik bengunan berdinding bambu, berpintu kayu, ber-alaskan hanya tikar, Dadang dan teman-temannya menyimpan sejuta asa dan harapan demi kesembuhan mereka. Dengan memberinya makan, olahraga, musik bahkan mencoba mengenalkan mereka kembali kepada Tuhan yang menciptakannya dan dengan kepedulian yang lebih, kasih sayang tanpa pamrih, Dadang yakin mereka yang menderita gangguan jiwa lambat laun akan sembuh seperti sedia kala. Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan.

Andai saja di Indonesia ini, masih banyak Dadang-Dadang yang lain, mungkin kita tidak akan pernah menemukan mereka (lagi) di jalanan, pasar, depan ruko-ruko dan di tempat-tempat dimana mereka merasa nyaman untuk ditinggali. Semoga dengan melihat acara tersebut atau setelah membaca postingan ini, saya dan anda selalu tergugah untuk memanusiakan mereka kembali yang sudah saatnya untuk dimanusiakan tanpa menyisihkan mereka dari kehidupan ini. Semoga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar