Rabu, 08 Februari 2012

Twitter Ciptakan 'Seribu Akun Sampah' untuk Remaja

Twitter Oh Twitter!! *ustad Nur Maulana kecanduan Twitter*


Twitter salah satu social networking yang paling digemari remaja saat ini, entah karena sekedar ngikutin tren, narsis atau cuma sebagai identitas diri yang pengen dibilang gahoel gitooohh, loooh guwweh ennn -,-. Tak bisa dipungkiri, hampir semua remaja di Indonesia mempunyai akun Twitter (termasuk gw), bahkan pejabat, selebritis lokal maupun interlokal sekalipun. Memang Twitter sekarang lagi booming banget, saking booming-nya bahkan ada yang ribut cuma gara-gara Twitter *lirik --> @addims dan @marissahaque*.

Mungkin gw masih baru di dunia per-Twitter-an, ngga baru-baru juga sih, hampir 2 tahunanlah cuma aktifnya baru sekarang-sekarang ini, maklumlah selain karena waktu itu gw belum ngerti Twitter, ditambah setiap kali gw buka timeline yang nge-tweet itu-itu aja, dan hampir gaya tweet-nya sama semua, yah siapa lagi kalau bukan akun sampah yang tiap harinya, jamnya, menitnya ahh setiap saat selalu update yang ngga jauh dari kata-kata galau, gombal, cinta, romantis, komedi dan lain-lain. Keaktifan gw (lagi) di Twitter akhirnya telah menyadarkan gw untuk menyudahi semua ini dengan unfolow mereka (baca: akun sampah) yang selalu menuhi timeline gw lewat twit-nya yang alay banget, gahoel banget, galau banget, romantis banget, unyu banget dan banget-banget lainya. Gimana pemuda Indonesia mau maju coba, tiap hari selalu dicekoki sama kaya gituan, mending yah twit-nya keluar di ujian, tes, interview atau tentang pengetahuan, wawasan, teknologi, sejarah, lah ini? malah bikin kita tambah galau bagi yang lagi galau, romantis tapi ngikutin twit-nya si akun sampah.

Akun dengan gaya twit-nya yang sama semua itu, tidak hanya puluhan, ratusan tapi ribuan bahkan jutaan kali yah kalau mau ditelusuri mah, dan followers-nya pun ngga kalah banyak. Setiap akun mempunyai followers-nya masing-masing sampe jutaan, dan itu remaja-remaja yang masih labil. Memang sih bagus buat hiburan tapi kalau hiburannya kaya gitu? ngga mendidiik, buat apa? kan buat koleksi kata-kata qaqa, biar ngga ketinggalan zaman -___-. Men men bangsa ini ngga butuh sama orang yang pinter berkata-kata, yang alibinya jago tapi kerjanya ngga ada, bangsa ini butuh orang-orang yang punya jiwa membangun bukan lewat kata-kata tapi tindakan yang nyata, kalau cuma ngomong sih anak kecil juga bisa kali.

Untung waktu Proklamasi Indonesia, pemudanya bukan pemuda zaman sekarang, kalau ia mungkin isi dari teks proklamasinya bakalan kaya gini:


"Kami bangsa Indonesia dengan rasa galau menyatakan 'Bapak Kamu Penjajah ya?' 'Ko Tau' 'Karena Hati Kamu Telah Menjajah Hatiku'
Hal-hal yang mengenai percintaan, penggalauan d.l.l diselenggarakan dengan cara update status, upload foto dan dalam tempo yang sebanyak-banyaknya."
Jakarteh, 17 Agustus 1945
Atas Nama Boyband
Sui care noe -  Hai tta


Kembali lagi ke akun sampah

Mereka juga sering bantu-bantu promo gitu, tapi bukan promo bisnis atau produk tapi promo sesama akun sampah, sesama sampah harus saling membantu biar banyak yang follow, okeh!




Akun di atas sedikit dari contoh yang gw ambil, sebenarnya banyak banget sih, mungkin di timeline kalain juga pasti ada kalau kalian salah satu followers mereka.

Pernah waktu itu, gw lagi mention-an sama temen gw, eh tiba-tiba ada akun yang nge-retweet mau ikut nimrung juga, mending kalau @katyperry sih ngga apa-apa, lah ini akun komunitas maho yang nge-retweet mention-an gw, emangya gw cowo apaan :||||||| amit amit.

Gw langsung panik, gw langsung ngapusin semua tweet gw yang berbau maho dan langsung sms temen gw suruh ngapusin juga, gw takut nanti malah gw yang di promosiin sama akun sampah itu, terus ada yang follow gw dari komunitas tersebut, tidaaaaakkkkk!!!!! becandaan gw di anggap serius sama mereka. Sumpah bener-bener panik tingkat S3 gara-gara si akun sampah,

Twitter banyak sekali menciptakan akun-akun sampah yang ngga ada kerjaan, yah Twitter ciptakan seribu akun sampah ditujukan untuk remaja-remaja yang masih labil, yang katanya ngga mau galau tapi nyatanya tetep galau, pengen bisa romantis tapi plagiatis, pengen nambah wawasan tapi salah jalur. Mungkin setelah seribu koin untuk Prita, seribu sendal jepit untuk Aal, dan seribu pisang untuk Kuatno-Topan, Twitter ngga mau kalah yang akhirnya menciptakan seribu akun sampah untuk remaja

4 komentar: