Senin, 13 Februari 2012

Berwirausaha

Kewirausahaan, mata kuliah pembuka hari pertama masuk di semester 2. Gw memang baru pertama kali belajar kewirausahaan karena sebelumnya di semester 1 belum dapet, kuliah kewirausaahan dipertemuan pertama sedikit menambah wawasan gw tentang dunia bisnis tapi jujur gw lebih nangkep kata-kata motivasi dosennya dibanding isi dari slide-nya.

Melihat kondisi bangsa saat ini yang masih jauh dari kata makmur, memang sangat dibutuhkan sekali orang-orang yang mempunyai jiwa entrepreneur untuk menghadapi segala tantangan bangsa ini yang masih sama dari tahun ke tahun, seperti: kebodohan, pengangguran, dan kemisikinan.

"Suatu negara akan menjadi makmur apabila mempunyai entrepreneur sedikitnya dua persen dari jumlah penduduk" David McClelland
Seperti yang gw bilang tadi, gw lebih nangkep kata-kata motivasi dosennya dibanding isi dari slide-nya. Memang banyak sekali kata-kata motivasi yang dosen (Pak Budi) ucapkan ketimbang materi yang disampaikan, namun sepertinya sedikit yang nangkep kata-kata motivasinya. Salah satu kata-kata motivasinya yang gw tangkep yaitu ketika Pak Budi membahas masalah IP (Indeks Prestasi), mungkin karena gw nya aja yang sensitif kalau ngedenger kata IP.


Kata-katanya sangat ngena banget bagi mereka termasuk gw yang IP nya belum mencapai maksimal, beliau mengatakan "kalau kalian mau jadi pekerja kejarlah IP setingi-tingginya, tapi kalau kalian ingin jadi wirausaha IP kecil tak jadi masalah," memang ada perusahaan bahkan hampir semua perusahaan yang menjadikan IP sebagai syarat untuk bekerja di perusahaannya, syaratnya itu IP harus >2,75 ada juga yang >3.00, "karena kalianlah yang akan memperkerjakan mereka-mereka yang IP nya tinggi." Sambung Pak Budi. Berwirausaha tidak mesti mereka yang di transkrip nilainya hampir mencapai tingkat dewa, tak harus punya gelar di depan maupun di belakang namanya tapi mereka yang mempunyai kemauan, keuletan, kerja keras dan semangat yang tinggi juga bisa berwirausaha.

Memang lulusan Perguruan Tinggi dipersiapkan untuk bekerja di sektor formal bukan menjadi pekerja mandiri, tapi melihat kenyataan sekarang peluang bekerja disektor formal semakin sedikit, karena sistem perusahaan yang sudah mengarah pada bentuk yang lebih ramping dengan sedikit pekerja. Ini semua disebabkan karena kemajuan teknologi yang memudahkan perusahaan untuk saling berinteraksi.

Mungkin gelar pahlawan sangat cocok disematkan kepada mereka yang berwirausaha atau wirausahawan karena merekalah yang akan membantu menuntaskan permasalahan yang dihadapi bangsa saat ini. Namun wirausahawan apa dulu yang cocok disebut pahlawan? Apakah wirausahawan yang hanya menguntungkan diri sendiri? Atau wirausahawan yang berwirausaha secara tidak sehat? Bukan, wirausahawan yang cocok disebut pahlawan adalah wirausahawan yang berwirausaha untuk mencerdaskan dan meningkatkan kulitas penerus bangsa.

Terbesit dipikiran gw, ingin sekali berwirausaha dari sekarang setelah mendengar penjelasan tentang kewirausahaan yang disampaikan dengan gaya memotivasi, karena gw tau kata-kata motivasi cuma jadi sampah kalau kita tidak mengaplikasikannya, mungkin dengan berwirausaha merupakan bentuk pengaplikasian gw dari kata-kata motivasi yang gw dapatkan di kuliah kewirausahaan meskipun gw masih bingung mau usaha apa yang penting ada kemauan, bukan?.

Jumat, 10 Februari 2012

Facebook (masih) Nomor 1 Tempatnya Narsis

Setelah gw posting tentang Twitter disini, kali ini gw mau posting masih tentang social networking yaitu Facebook.

Waktu pertama kali gw punya Facebook, setiap hari ngga pernah ketinggalan sama yang namanya Facebook, entah itu cuma update status, bacain status temen, ngefudulin akun temen haha, komen, unggah foto (jarang-jarang), nyobain aplikasi Facebook yang banyak banget, dan masih banyak lagi. Facebook memang salah satu sosial networking yang sangat ngebantu kita, baik itu hanya sekedar tegur sapa, saling tukar informasi, hiburan, mempertemukan kembali mereka yang sudah berpisah lama, bisnis, dan lain-lain. Facebook juga telah merubah kehidupan banyak orang baik positif maupun negatif.

Namun seiring berjalannya waktu, makin kesini pengguna Facebook makin menunjukan jati dirinya, kita juga sesama pengguna Facebook makin tau kepribadian dia, baik itu lewat statusnya, lewat foto yang di unggahnya, dan lewat bahasa yang digunakannya. Bahkan kita sering dirisihkan oleh akun yang tiap menit selalu update status yang ngga penting, unggah foto yang berlebihan sekaligus pamer, memang itu hak mereka tapi kalau terlalu terbuka kaya gitu apakah tidak malu?

Bayangin aja, setiap kali dia gerak selalu upadate status, ke warung beli terigu udate status, makan cimol update, nonkrong di warkop update, bahkan ke jamban sekalipun selalu update status, mending kalau cuma update status, foto-fotonya juga ngga ketinggalan di update, di warung, di jalan, kalau di jamban mungkin dia juga mikir kali ya, hehe  dan hampir gaya fotonya itu sama semua. Yang jadi pertanyaan gw sekarang, emangnya penting yah semua orang tau tentang itu?.

Mungkin mereka yang terlalu blak-blakan di Facebook sudah terkena penyakit narsis stadium akhir, penyakit yang sudah tidak bisa ditolong lagi selain sadar diri. Menurut hasil pengamatan gw memang Facebook sampe saat ini masih nomor 1 tempatnya narsis, selain dengan cara update status mereka juga sangat terlihat narsis dengan foto yang dia unggah. Tak cukup dengan satu foto atau satu album tapi puluhan album dia unggah hanya untuk memperlihatkan jati dirinya. Terkadang orang yang di dunia nyatanya terlihat sangat pendiam, pemalu, tertutup tapi di dunia mayanya sangat terlihat narsis, bahkan jauh dari sifat aslinya atau mungkin itu memang sifat aslinya.

Pernah waktu itu, salah satu temen gw yang narsisnya melebihi batas kenarsisan, meminta gw untuk nge-like album dia yang berisi dengan puluhan foto narsisnya.


Dengan rasa terpaksa, akhirnya gw ngelike album dia. Yang jadi pertanyaan gw lagi, emang manfaatnya apa sih kalau di like gitu? dapet duit? ngga kan? dapet jodoh? apalagi, atau mungkin pengen diliat gw? haha, mata gw udah rabun ngelihat foto-fotonya yang menuhi timeline gw.

Gw sangat prihatin sama mereka yang sudah terkena penyakit Facebook, baik itu penyakit pamer status, pamer foto, dan pamer modem (keseringan online). Yah karena menjaga diri itu sangat penting agar tidak malu karena orang lain akan menilai kita sesuai dengan apa yang mereka lihat meskipun cuma ngeliat dari sifat kita yang sangat berlebihan di dunia maya namun itu akan menunjukan bagaimana sifat asli kita di dunia nyata.

Jadi, berbijaksanalah dalam menggunakan social networking karena itu merupakan media digital diri kita

Rabu, 08 Februari 2012

Twitter Ciptakan 'Seribu Akun Sampah' untuk Remaja

Twitter Oh Twitter!! *ustad Nur Maulana kecanduan Twitter*


Twitter salah satu social networking yang paling digemari remaja saat ini, entah karena sekedar ngikutin tren, narsis atau cuma sebagai identitas diri yang pengen dibilang gahoel gitooohh, loooh guwweh ennn -,-. Tak bisa dipungkiri, hampir semua remaja di Indonesia mempunyai akun Twitter (termasuk gw), bahkan pejabat, selebritis lokal maupun interlokal sekalipun. Memang Twitter sekarang lagi booming banget, saking booming-nya bahkan ada yang ribut cuma gara-gara Twitter *lirik --> @addims dan @marissahaque*.

Mungkin gw masih baru di dunia per-Twitter-an, ngga baru-baru juga sih, hampir 2 tahunanlah cuma aktifnya baru sekarang-sekarang ini, maklumlah selain karena waktu itu gw belum ngerti Twitter, ditambah setiap kali gw buka timeline yang nge-tweet itu-itu aja, dan hampir gaya tweet-nya sama semua, yah siapa lagi kalau bukan akun sampah yang tiap harinya, jamnya, menitnya ahh setiap saat selalu update yang ngga jauh dari kata-kata galau, gombal, cinta, romantis, komedi dan lain-lain. Keaktifan gw (lagi) di Twitter akhirnya telah menyadarkan gw untuk menyudahi semua ini dengan unfolow mereka (baca: akun sampah) yang selalu menuhi timeline gw lewat twit-nya yang alay banget, gahoel banget, galau banget, romantis banget, unyu banget dan banget-banget lainya. Gimana pemuda Indonesia mau maju coba, tiap hari selalu dicekoki sama kaya gituan, mending yah twit-nya keluar di ujian, tes, interview atau tentang pengetahuan, wawasan, teknologi, sejarah, lah ini? malah bikin kita tambah galau bagi yang lagi galau, romantis tapi ngikutin twit-nya si akun sampah.

Akun dengan gaya twit-nya yang sama semua itu, tidak hanya puluhan, ratusan tapi ribuan bahkan jutaan kali yah kalau mau ditelusuri mah, dan followers-nya pun ngga kalah banyak. Setiap akun mempunyai followers-nya masing-masing sampe jutaan, dan itu remaja-remaja yang masih labil. Memang sih bagus buat hiburan tapi kalau hiburannya kaya gitu? ngga mendidiik, buat apa? kan buat koleksi kata-kata qaqa, biar ngga ketinggalan zaman -___-. Men men bangsa ini ngga butuh sama orang yang pinter berkata-kata, yang alibinya jago tapi kerjanya ngga ada, bangsa ini butuh orang-orang yang punya jiwa membangun bukan lewat kata-kata tapi tindakan yang nyata, kalau cuma ngomong sih anak kecil juga bisa kali.

Untung waktu Proklamasi Indonesia, pemudanya bukan pemuda zaman sekarang, kalau ia mungkin isi dari teks proklamasinya bakalan kaya gini:


"Kami bangsa Indonesia dengan rasa galau menyatakan 'Bapak Kamu Penjajah ya?' 'Ko Tau' 'Karena Hati Kamu Telah Menjajah Hatiku'
Hal-hal yang mengenai percintaan, penggalauan d.l.l diselenggarakan dengan cara update status, upload foto dan dalam tempo yang sebanyak-banyaknya."
Jakarteh, 17 Agustus 1945
Atas Nama Boyband
Sui care noe -  Hai tta


Kembali lagi ke akun sampah

Mereka juga sering bantu-bantu promo gitu, tapi bukan promo bisnis atau produk tapi promo sesama akun sampah, sesama sampah harus saling membantu biar banyak yang follow, okeh!




Akun di atas sedikit dari contoh yang gw ambil, sebenarnya banyak banget sih, mungkin di timeline kalain juga pasti ada kalau kalian salah satu followers mereka.

Pernah waktu itu, gw lagi mention-an sama temen gw, eh tiba-tiba ada akun yang nge-retweet mau ikut nimrung juga, mending kalau @katyperry sih ngga apa-apa, lah ini akun komunitas maho yang nge-retweet mention-an gw, emangya gw cowo apaan :||||||| amit amit.

Gw langsung panik, gw langsung ngapusin semua tweet gw yang berbau maho dan langsung sms temen gw suruh ngapusin juga, gw takut nanti malah gw yang di promosiin sama akun sampah itu, terus ada yang follow gw dari komunitas tersebut, tidaaaaakkkkk!!!!! becandaan gw di anggap serius sama mereka. Sumpah bener-bener panik tingkat S3 gara-gara si akun sampah,

Twitter banyak sekali menciptakan akun-akun sampah yang ngga ada kerjaan, yah Twitter ciptakan seribu akun sampah ditujukan untuk remaja-remaja yang masih labil, yang katanya ngga mau galau tapi nyatanya tetep galau, pengen bisa romantis tapi plagiatis, pengen nambah wawasan tapi salah jalur. Mungkin setelah seribu koin untuk Prita, seribu sendal jepit untuk Aal, dan seribu pisang untuk Kuatno-Topan, Twitter ngga mau kalah yang akhirnya menciptakan seribu akun sampah untuk remaja

Minggu, 05 Februari 2012

Header Baru, Tampilan Baru

'Tamu Adalah Raja'

Perumpamaan di atas selalu gw terapkan dalam mempublikasikan suatu postingan atau tampilan pada blog ini (juragan kuman.red).  Begitu juga dengan pengunjung blog, visitor (pengunjung) blog merupakan tamu yang mengunjungi blog kita, oleh karena itu untuk memberi kesan pertama yang membuat tamu kita betah berlama-lama yaitu dengan suatu tampilan yang tidak terlalu berlebihan atau enak dipandang. Namun tampilan yang menarik jika tidak dibarengi dengan postingan yang menarik pula akan membuat pengunjung tidak betah untuk berlama-lama, bahkan mereka sering menganggap ini hanya membuang waktu saja, maka dari itu tampilan dan postingan harus seimbang.

Mungkin tampilan dan postingan pada blog ini, masih jauh dari kata menarik, tapi yang terpenting gw masih bisa mengkreasikan media digital diri gw pada blog ini. Meskipun masih belajar, setidaknya gw ingin memberikan kesan pertama dengan tampilan header dan desain baru hasil karya gw sendiri. Mungkin dari pertama bikin blog sampe sekarang, gw selalu mengunakan template hasil download-an yang dibagikan gratis di bloggerthemes.net, bahkan hampir semua template pernah gw coba demi memberi kesan pertama untuk visitor.

Tapi sekarang gw udah ngga dowanload lagi template, desainnya udah ngga numpang lagi, meskipun blog nya masih  numpang hehe

Dengan tampilan header baru, akhirnya gw mendesain sendiri tampilan blog gw, meskipun sederhana tapi bagi gw tampilan yang sekarang terlihat lebih segar, luas, dan simple. Semoga aja bisa memberikan kesan pertama pada pandangan kunjungan pertama.


Gambar di atas ↑ merupakan header yang gw gunakan sekarang, meskipun masih acak-acakan dan masih jauh dari kata sempurna, soalnya gw masih coba-coba mewarnai gambar lewat photoshop, masih merangkak dalam dunia desain, yah meskipun gw suka menggambar tapi lebih suka melihat gambar orang lain hehe :), tapi ngga apalah yah yang penting karya sendiri.

Untuk desainnya, gw cuma mainin warna aja sama peletekan widget yang ngga terlalu berlebihan. Simple kan? Soalnya kalau terlalu banyak mengunakan pihak kedua atau HTML/JavaScript malah bikin lama untuk akses ke blog ini, memang bagus dengan tampilan dari pihak kedua yang bikin tampilan blog terlihat lebih cantik tapi kalau cuma bikin loading jadi lama buat apa? Toh yang dilihat oleh pengunjung bukan kelengkapan suatu gadget-nya tapi kemenarikan suatu postingannya.

Mudah-mudahan dengan header baru dan tampilan baru pada blog ini, bisa meningkatkan traffiic blog, bisa memacu gw untuk selalu membuat postingan yang lebih menarik karena terbawa oleh header yang sangat menarik dan bisa memberikan kesan menarik pada kunjungan pertama.