Kamis, 26 Januari 2012

Sandiwara

Kemarin, hari ini, mungkin beberapa hari selanjutnya masih sangat terasa, bisa dibilang kecewa, meskipun sebenarnya tidak mau merasakan hal seperti itu. Tapi apa daya diri untuk merubah segalanya, semuanya sudah terjadi, mungkin bisa dirubah tapi butuh waktu yang lama, kerja keras yang lebih optimal dan harus bisa menjadikan waktu lenggang sebagai tumbal untuk merubah semuanya.

Seketika terbesit ingin memakai topeng, hanya sementara sampai semuanya kembali normal. Bukan, bukan ingin menjadi manusia berkepala dua, lebih tepatnya bersandiwara agar terlihat biasa-biasa aja. Sandiwara dalam artian bukan mengada-ada tapi membunyikan sesuatu dari diri kita untuk terlihat tidak pernah terjadi apa-apa dan telihat normal-normal saja.

Entah sampai kapan, tidak ada yang tau, mungkin sampai penghujung titik pasrah pengahabisan, pasrah bukan berarti menyerah tapi pasrah ketika segala usaha menunggu balasan.

"yaudahlah namanya juga hidup, jatoh dulu baru bangun kan?"

Sempet tidak yakin untuk bisa bangun, sampai harus bersandiwara, yah itu mungkin lebih baik daripada harus merasakan kecewa yang 'ngga gw banget'.

Muka tembok,
Muka tebel,
Muka ember,

Atau apalah itu, mungkin itu yang dibutuhkan sekarang agar tidak malu untuk menjalaninya, toh masih ada yang lebih dari ini, dan semua orang punya cara tersendiri untuk mengungkapkan rasa kecewa terhadap hal yang 'ngga gw banget'.

Sandiwara itu perlu meskipun membohongi diri kita sendiri, tapi kalau itu lebih baik? kenapa ngga dan kenapa ngga di coba, biarkan semuanya berjalan dengan usaha yang akan dilakukan, sampai akhirnya gw bisa bilang

"mereka bersandiwara, gw apa adanya" #enjoy aja

3 komentar:

  1. sandiwara kayak 'jaga image'. orang-orang yang punya sifat tertutup (introvert) tanpa sadar melakukannya karena emang sifat mereka begitu. tapi untuk orang-orang yang bersifat terbuka atau extrovert, sandiwara bikin capek.

    BalasHapus
  2. mantap man, jadi ngerasa satu sanib nih.
    hell yeah!

    BalasHapus
  3. @azka : ia emng capek, se-akan membatasi diri, tapi mau gimana lagi ka daripada kita terlihat 'terlalu menyesali' dibalik sifat kita yg extrovert, lebih baik bersandiwara untuk tetap trlihat extrovert

    @fadhli : ia nih dli, ku kieu kieu teuing semester hiji teh haha

    BalasHapus