Kamis, 12 Januari 2012

Antara Pulang dan Kembali

'Pulang' dan 'Kembali', dua kata yang menurut gw mempunyai arti yang sama, namun penempatannya yang berbeda. Gw ambil contoh kaya gini, misalkan kita pindah ke suatu tempat dari A ke B dan pindah lagi dari B ke A, si B bilang dia 'pulang' ke A tapi si A bilang dia 'kembali' ke A. Cukup dimengerti dengan percontohan gw tadi? kalau belum baca sekali lagi, masih belum? baca lagi, masih ngga ngerti juga? berarti gw nya yang terlalu ribet ngasih contohnya haha .

Tapi tenang aja, disiini bukan mau kuliah apalagi responsi Bahasa Indonesia yang selalu mendefinisikan kata-kata dengan definisi etimologi apalagi formal yang harus nyari genusnya terlebih dulu, gw tau kalian sudah muak dengan slide-slide pekuliahan dan diktat yang ketebalannya melebihi novel Harry Potter yang udah setia menemani kalian selama UAS kemarin, tapi disini gw mau bercerita tentang teori baru antara pulang dan kembali nya gw ataupun kalian yang punya perasaan sama kaya gw, antara asrama ke rumah, rumah ke asrama (bisa diganti dengan kost-an, tempat kerja, kampus, sekolah dan lain-lain).


Mungkin teori gambar di atas sedikit ngegambarin perasaan gw antara pulang ke rumah dan ke asrama atau kembali ke rumah dan ke asrama. Kenapa bisa gitu yah? kenapa kalau misalkan kita mau pulang ke rumah rasanya itu seperti ada yang mendorong kalau kita harus cepet-cepet pulang meskipun cuaca dan waktu tidak memungkinkan, semangatnya itu bener-bener semangatlah.

Tapi kalau kita pulang ke tempat dimana rutinitas kita harus dimulai kembali, rasanya itu seperti ada yang menarik-narik kalau kita itu jangan kembali, harus tetap diam, dan malesnya itu bener-bener males, mungkin ini yang disebut 'ngga betah' pada sesuatu rutinitas yang baru kita jalani.

Teori gambar diatas bisa dirubah, dibalik atau mungkin bisa juga seimbang antara pulang dan kembali, tergantung dari keadaan dan kenyaman kita pada tempat tersebut. Setiap orang pasti punya teorinya masing-masing antara pulang dan kembali tapi hampir semua orang teorinya sama kaya gw (gambar di atas, hehe).

Gw yakin semales-malesnya orang kalau sudah diharuskan untuk kembali pada rutinitasnya pasti akan kembali, dan gw yakin dari keseringan kita kembali pada rutinitas kita, lama kelamaan akan berubah dari rasa males menjadi semangat (Lukman, 2012).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar