Sabtu, 24 Desember 2011

Tentang Warna Terakhir

Hidup itu memang pilihan, pilihan untuk terus memilih, pilihan untuk memilih warna, pilihan untuk dipilih warna, dan pilihan untuk membuat warna. Bahwa hidup bukan sekedar hitam dan putih, melainkan sebuah pelangi yang indah karena mempunyai warna yang berbeda. Warna yang membuat kita berani untuk bermimpi, warna yang membuat kita berani untuk memilih, karena hidup itu kembali kepada pilihan, pilihan yang mempunyai banyak warna karena warna itu adalah mimpi.

Imajinasi gw mulai penuh dengan warna, tapi gw sendiri bingung sama warna itu sendiri, terlalu banyakkah? sehingga warna itu menjadi abstrak yang sulit untuk dilihat, sulit untuk dipadukan dengan warna-warna yang akan gw ciptakan kembali, warna yang akhirnya malah membuat gw meraba-raba, meraba karena takut? meraba karena hati-hati? meraba karena gw ini memang pecundang, pecundang yang hanya berani bermimpi tapi tidak berani untuk mempercayai mimpi itu sendiri.

Apakah warna merah yang akan menjadi warna terakhir gw? warna merah yang mempunyai keberanian, warna yang terus memperjuangkan warna itu sendiri, warna yang terus bersaing, bersaing dengan warna yang lain.

Atau mungkin biru? biru yang akan menjadi warna terakhir gw. Biru yang membuat jiwa ini tenang, biru yang terus mengalir mengikuti apa kata nasib, biru yang terus mengalah demi warna lain, biru yang tidak bisa berbuat apa-apa karena alasan ingin tetap tenang, tidak pernah mengambil risiko, apapun itu. Karena biru yang gw rasa punya satu pendirian yang tetap pada warnanya sendiri

Kuning mungkin? warna yang membuat gw jadi plin plan, warna yang membuat gw menjadi lebih tingi untuk tetap berada pada warna itu, warna yang malah bikin gw terus menunda-nunda masalah, masalah untuk tidak berani memilih warna yang lain, warna yang lebih dari kuning.

Hijaukah? warna yang hanya pasrah pada keadaan, warna yang hanya percaya pada keberuntungan, warna yang membuat gw bangga pada hasil yang gw capai, yang jatuhnya pada kesombongan yang terus berbangga diri. warna yang hanya punya satu keinginan yaitu tetap pada warna ini.

Apa Coklat? warna yang gw pilih sebagai warna terakhir? warna yang telah membuat gw selalu pesimis, pesimis ketika gw sudah memilih warna yang lain, warna yang mengharapkan kebahagian ketika gw harus tetap dengan warna ini.

Argghhh!!! gw makin bingung sama warna hidup gw sendiri, gw takut salah pilih warna, gw takut kejebak oleh warna gw sendiri, warna yang seharusnya bisa menentukan agar dunia ini tidak hanya hitam dan putih melainkan pelangi, pelangi yang datang dengan pesona keindahan warnanya ketika dunia selesai menangis, menangis kerena manusia tidak berani untuk membuat warna sendiri.

Semoga warna yang gw pilih bukan merah, biru, kuning, hijau maupun coklat, melainkan warna baru yang gw ciptakan sendiri sebagai warna terakhir dalam hidup gw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar