Sabtu, 24 Desember 2011

Dunia itu Masih Abstrak

Lagu itu? yah benar, lagu itu. Lagu yang kembali mengingatkan gw kepada sesuatu yang masih abstrak, ketika gw harus mencoba memilih untuk mengikuti ke-abstrak-an itu.
Lama sudah ku mencari apa yang hendak kulakukan
segala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
tersesatkah aku disamudra hidupku #Nugie-Lentera Jiwa#
Gw jadi inget perkataan Plato seorang filosofii dunia, yang gw ambil dari Novel 5 cm. Bunyinya itu kaya gini, 

"Nantinya dalam kehidupannya setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan, kemapanan dan mereka senang berada di dalamnya karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut".


Mengingat perkataan Plato setelah mendengar lagu Lentera Jiwa nya Nugie, gw jadir mikir, kalau yang ada sekarang itu ternyata masih abstrak. Dan kita masih takut untuk berada pada ke-abstrak-an itu, termasuk gw. Namanya juga abstrak, sesuatu yang belum pasti, sesuatu yang belum diketahui, sesuatu yang membuat kita atau gw untuk berhati-hati, berhati-hati ketika kita sudah terlanjur memilih ke-abstrak-an itu, Alhamdulilah yah! sesuatu, hehe #syahrini mode on.
Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku.
*Lentera Jiwa nya Nugie terus diputar*
 
Apakah ke-abstrak-an itu membuat gw jadi tidak berani, atau mungkin ini memang jalan hidup gw, jalan untuk berada pada ke-abstrak-an itu. Dunia itu memang masih abstrak yah, ketika kita sudah cukup tau ternyata ke-cukup-tau-an itu membuat kita tidak perlu keluar dari ke-abstrak-an itu sendiri.

Jujur, gw sendiri masih takut untuk keluar dari gua itu, gua yang membuat gw jadi nyaman, nyaman karena gw belum nemuin sesuatu yang lebih nyaman dari gua ini. Gw sama aja kaya mereka yang bahagia tapi tidak pernah tau tentang kebahagiaan itu sendiri, tidak mengenal diri mereka sendiri, semuanya kosong seperti tidak ada cahaya bukan gelap, karena ke-abstrak-an itu tadi.

Andai saja dunia itu tidak abstrak, mungkin sekarang gw udah berada pada satu ke-abstrak-an itu, tidak perlu lagi untuk memilih, tidak perlu lagi untuk mencoba memilih dan tidak perlu lagi untuk berjuang dan berusaha dalam pilihan yang sudah di-abstrak-an. Tapi nyatanya, dunia itu masih abstrak yang menuntut gw agar lebih berani untuk memilih, berani berjuang untuk berusaha dan berani untuk keluar dari ke-abstrak-an agar nantinya gw bisa menemukan ke-abstrak-an yang sesuai dengan apa kata hati gw.
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang selalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku.
Se-abstrak-abstrak-nya dunia, kalau kita sudah tau tentang ke-abstrak-an itu sendiri gw yakin kita tidak akan pernah tersesat lagi untuk menentukan ke-abstrak-an yang baru dan tetap nyaman meskipun kita telah meninggalkan ke-abstrak-an yang telah lama kita tinggalkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar