Senin, 10 Oktober 2011

Masih Sama (untuk gw renungkan)

Nyesek, seperti ada yang mengganjal di tenggorokan, nyoba nahan air mata tuk keluar cuma bikin pedih di hidung bagian dalam. Tercekik rasanya leher ini.  Melampiaskan emosi tak ada gunanya, merenung? halah!!! cuma ngabisin waktu tapi ngga ada perubahan. Ada, tapi cuma sesaat setelah itu masih sama.

Sudah dua bulan lebih gw tinggal di asrama, sudah dua bulan lebih gw menyandang gelar mahasiswa dan sudah dua bulan lebih pula gw mempermainkan harapan keluarga, harapan yang sungguh mulia, menjadi mahasiswa yang sesungguhnya, mahasiswa yang mampu merubah keadaan, mahasiswa yang mempunyai peran penting dalam perubahan, mahasiswa yang memanfaatkan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan serta mahasiswa yang selalu menantang arus kehidupan untuk meraih kesuksesan.

Tapi?
Kenapa gw masih sama, masih sama sebelum gw menyandang gelar itu, gelar yang tidak semua orang mendapatkannya. Apalagi, gw diterima di salah satu universitas terbaik bangsa, universitas terkemuka di Indonesia, Institut Pertanian Bogor. "nikmat Rabb-mu yang mana lagi yang kamu dustakan?".

Kenapa gw bilang kalau gw ini masih sama? Jujur, mungkin rasa males dalam belajar masih ada pada diri gw, gw yang selalu menunda-nunda pekerjaan, terlalu menyepelekan waktu dan akhirnya gw sendirilah yang merasakan akibatnya. Ketinggalanlah, keteteranlah, meski akhirnya selesai tapi belum mencapai hasil yang maksimal. Inilah yang membuat gw masih sama, ketika gw masih berstatus siswa tanpa maha.

"Ingat man, 4 tahun itu waktu yang sebentar, kalau lu kaya gini terus percuma. Lu ngga jauh beda sama orang-orang yang melamunkan impian di masa depan tapi tidak berani dan tidak ada usaha untuk mewujudkan. Di dunia ini ngga ada yang instan man, semua butuh proses, bersakit-sakit dululah baru bersenang-senang"
Kata-kata inilah yang gw tanamkan ke diri gw, sebagai cambuk untuk perubahan. Gw harus bangkit, harus, harus dan harus!!!. Gw ngga mau jadi manusia bodoh yang selalu mengulang kesalahan yang sama dan yang paling penting gw ngga mau mempermainkan harapan keluarga gw, karena berkat merekalah gw berada disini, sudah sepantasnyalah tugas gw untuk mewujudkan keinginan dan harapannya. Inggat! penyesalan selalu datang belakangan.

Dalam 4 tahun ini, saatnya gw untuk membuktikan kepada dunia kalau gw layak sukses, meskipun waktu, tenaga dan pikiran menjadi korban dalam pembuktian, ngga apa-apa, yang penting gw berhasil, seperti yang gw bilang tadi "Di dunia ini ngga ada yang instan, semua butuh proses, bersakit-sakit dululah baru bersenang-senang".

Waktu itu laksana pedang, jika tidak kamu yang memotongnya, maka dia akan memenggalmu.

#postingan ini sebagai saksi dalam perubahan pada diri gw, terhitung dari keluarnya postingan ini, gw janji untuk keluarga gw sebelum semuanya terlambat#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar