Selasa, 09 Agustus 2011

PERTANIAN DI KOTA BOGOR


Nama : Lukman Maulana
NIM : D24110082
Fak. : Fapet/INTP
Laskar : 9


Bogor kota hijau atau kota hujan, itulah julukan untuk daerah Bogor. Tapi sepertinya julukan itu tidak lagi pas untuk diberikan kepada Bogor, karena hampir dari 70% lahan pertanian di Kota Bogor sudah mulai berkurang digantikan oleh perumahan-perumahan yang menjadikan Kota Bogor sebagai kota padat penduduk.

Dulu, kita sangat mudah menjumpai persawahan maupun perkebunan, entah itu di perkampungan, pinggiran sungai bahkan disamping jalan utama menuju pusat kota pun kita masih bisa melihat hamparan padi yang hijau, rindangnya pepohonan dan luasnya perkebunan. Tapi sekarang sepertinya sudah berubah, Kota Bogor tidak lagi seperti Bogor yang dulu sebelum era millenium. Bogor kota hijau bukan karena pertanian yang subur, bukan karena rindangnya pepohonan, tapi hijau karena banyaknya angkutan umum atau yang biasa kita kenal dengan nama 'angkot' berwarna hijau yang turut serta mendukung program Go Green. Yah, Go Green oleh angkot. Padahal yang kita tahu lahan pertanian itu sangat penting terutama dalam hal pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat terutama di daerah Kota Bogor.

Sekarang kita selaku warga Bogor masih bisa berbangga diri karena masih ada masyarakat Kota Bogor yang ada di pinggiran jalan menuju pusat kota atau tempat pariwisata yang menjajakan hasil dari pertanian daerah Bogor yaitu talas dan umbi cilembu untuk dijual belikan kepada masyarakat luar maupun dalam Bogor. Talas dan umbi cilembu memang merupakan salah satu aset pertanian daerah Bogor yang masih tumbuh subur disaat lahan pertanian Bogor yang makin menyempit. Talas yang tumbuh di daerah Bogor mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan talas-talas lainnya, baik dari segi bentuknya yang super besar dan dari rasanya pun lebih nikmat dibandingkan talas lainnya.

Oleh karena itu, kita selaku generasi penerus bangsa yang mampu merubah keadaan di negeri ini terutama di Kota Bogor yang saat ini, menjadi Kota Bogor seperti yang dulu, yang seharusnya kita bisa menjaga dan merawat bukan merusak lahan yang sudah ada. Meskipun kita tidak bisa mengembalikkannya ke posisi semula tapi kita masih bisa merasakan hijau dan sejuknya Kota Bogor dengan melestarikan tumbuhan yang sekarang masih ada, dan pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor pertanian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar