Kamis, 14 Juli 2011

Mulailah Dari Mimpi

Postingan kali ini saya mengutip sebuah cerita dari buku yang berjudul "Ujian Sukses Tanpa Stres!" karyanya bang Fatan Fantastik.

Next!

Kenapa kita harus memulainya dari mimpi? karena mimpi atau impian merupakan sebuah harapan dan cita-cita seseorang yang mampu meningkatkan motivasi dalam pencapaiannya.

Imam Hasan al-Bana mengatakan "bahwa kenyataan hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan esok hari" kalau kata Eleanor Roosevelt "the future belongs to THOSE DREAMS" yang artinyo adalah masa depan ada dalam genggaman orang-orang yang yakin akan indahnya impian mereka. (bagaimana dengan anda? apakah sudah yakin dengan impian anda sendiri?). Kalau kita ingin mejadi seorang pemenang dunia dan akherat kita harus bisa mengendalikan atau menunggangi kendaraan impian kita menuju surga-Nya, meraih ridho-Nya.

Kalian kenal Muhammad al-Fatih? itu loh adenya Muhammad al-Fatah (hehe boong ding!), Muhammad al-Fatih itu sang penakluk konstatinopel. Nah, sekarang kita belajar dari mimpinya beliau yuk? beliau menjabarkannya dengan sebuah DREAM, apa itu DREAM?

Dambakan (D) sepenuh hati dengan segenap jiwanya segala impiannya, untuk menaklukan Konstatinopel. Ia ingat dengan seruan gurunya, sebagaimana sebuah hadist Rasulullah sang junjungan, "Konstatinopel akan ditaklukan di tangan seorang lelaki, maka sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin disana, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya" (H.r Ahmad). Dan ia mendambakan, sang penakluk konstatinopel adalah dirinya sendiri.

ia Rasakan (R) setiap detail impiannya, ia pelajari dengan teliti tiap jengkal Konstatinopel. Ia lakukan beberapa perjanjian damai dengan rival, agar konsentrasi fokus ke penaklukan. Ia lalu memperkuat pasukannya hingga mencapai 250.000 jumlahnya. Ia undang Orban sang ahli meriam lalu menyiapkan sekitar 400 kapal untuk mendukung dari lautan. Ia hembuskan dorongan semangat yang kuat di dada laskarnya dengan bantuan para ulama. Ia kuatkan tekad mereka untuk berjuang di jalan Allah SWT. Tiada kemulian tanpa berjuang.

Ia Enyahkan (E) segala keraguan yang menggelayuti. Karena sungguh, tak hendak ia terbuai kebimbangannya yang menyesatkan. Walaupun ada menterinya yang menyarankan mundur, ia tetap mantab maju ke  depan (waw keren!!!). Berlindung pada Allah dari bisikan syaithon yang bersembunyi, yang membisikan nafas keraguan dalam dada manusia. Ia Ambil (A) tindakan nyata. Ia sendiri komandannya, ia sendiri panglimanya.

Ia Maju (M) terus, menuju perwujudan impiannya. Meski kapal ada yang karam, terowongan ada yang dibakar oleh lawan dan sebagian pasukan sudah syahid dalam pertempuran, ia teruskan perjuangan. Ia terus mendaki, ketika yang lain telah menyerah dan berhenti. Ia terus belajar dan mengkaji, ketika asyik bermain dan lupa diri. Betapa kuat tekadnya untuk memenuhi harapan sang pemenang sejati, Rasulullah SAW, sang kekasih Illahi.

Dan akhirnya, kemenangan memang pantas diraih oleh yang berjiwa pemenang. Hari bersejarah itu terukir sudah. Hari itu, selasa tanggal 20 Jumadil Ula 857 H. Bertepatan dengan 29 mei 1453 M. Konstatinopel tertaklukkan. Muhammad al-fatih berkeliling menemui pasukannya dan berkata "Masya Allah! kalian telah menjadi orang-orang yang mampu menaklukan Konstatinopel seperti yang telah Rasulullah SAW, kabarkan".

Wahai jiwa beriman yang tenang, bernaunglah di haribaaan Rabb-Mu dalam kondisi rela lagi di Ridhoi-Nya: "Maka, masuklah dalam barisan para hamba-Ku, dan, masuklah ke pelukkan Jannah kemenangan-Ku"

Kisah dari Muhammad al-Fatih mengajarkan kita bahwa dalam mencapai sebuah mimpi atau impian, kita harus mempunyai sebuah tujuan yang kuat dengan menghiraukan segala keraguan yang ada pada diri kita yang bisa menyurutkan semangat dalam mencapai sebuah impian. Meski kadang dalam kenyataannya banyak sekali halangannya, yakinlah Allah bersama kita, bersama orang-orang  yang berjuang di jalan-Nya. Dengan tekad yang kuat dan tindakan yang nyata, Insya Allah,  apapun yang kita impikan dan apa yang kita cita-citakan akan menjadi kenyataan yang membahagiakan.

Be the winner of a mentally champion

Tidak ada komentar:

Posting Komentar