Kamis, 14 Juli 2011

Menjadi Diri Sendiri 'betapa nikmatnya'

Setiap orang mempunyai keunikan tersendiri, karena unik itulah yang membedakan kita dengan orang lain. Tak mesti menjadi siapapun, tak perlu juga mengikuti gaya hidup orang lain, kita ya kita, inilah kita (karena kita untuk selamanya *bondan prakoso* hehe). Kita diciptakan dengan berjuta-juta potensi, tinggal kitalah yang mengoptimalkan potensi yang kita miliki.

Sebenarnya saya juga masih dalam tahap ingin menjadi diri sendiri, mencoba untuk mengoptimalkan potensi yang saya miliki.

Tapi?

Saya masih bingung dengan diri saya sendiri, saya masih belum bisa menemukan jati diri saya. Saya tahu, saya ini berbeda dengan orang lain, baik fisik maupun karakter, tapi yang saya maksud bukan itu, bukan wujud nyata saya tapi jiwa saya.

Saya sering kali menyesal, bukan karena kekurangan maupun kelemahan saya. Saya menyesal karena saya belum bisa menjadi diri sendiri, masih megikuti orang lain dan hidup di jiwa orang lain. Seperti anak muda lainnya, masih dalam pencarian jati diri, siapakah saya sebenarnya? masih mencoba sesuatu yang menurut saya sebenarnya itu bukan jalan saya, bukan kehendak saya dan bukan kemauan saya. Tapi kenapa hasrat telah membawa saya kedalam sesuatu yang membuat saya melupakan siapa saya sebenarnya.

Menyesali yang telah terjadi memang ngga ada manfaatnya, malahan menjadikan saya semakin terpuruk. Saya tahu apa yang harus saya lakukan sekarang, sebelum semuanya terlambat, karena waktu saya di dunia ini terbatas, saya tidak mau menyia-nyiakan sisa hidup saya dengan menjadi orang lain. Saya harus bangkit, harus bisa menjadi diri saya sendiri (be your self).

(Ya Allah berikanlah petunjuk kepadaku dan mudahkanlah aku untuk meraih ridho-Mu dalam setiap nafasku agar tidak tersesat dikemudian hari).

Saya sadar, saya tidak mungkin bisa berada di posisi orang lain, tidak mungkin juga bisa menyamai fisiknya, kepintarannya, kesuksesannya maupun gaya hidupnya. Saya pasti bisa mencapai kesuksesan yang lebih dari itu tapi bukan kesuksesan seperti orang lain.

Sekarang saya bangga dengan diri saya sendiri, saya bangga dengan diri saya yang apa adanya, karena menurut saya salah satu nikmat terbesar  dalam hidup saya yaitu dengan menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain.


(sekarang, bagaimana dengan anda?)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar