Jumat, 08 Juli 2011

Inikah Lentera Jiwaku?

Lentera jiwa adalah sesuatu yang paling kita sukai sesuai dengan hati nurani, entah itu pekerjaan atau kegiatan yang menimbulkan kepuasan tersendiri buat kita. Sebuah cahaya kehidupan yag menuntun kita untuk menekuni hal yang kita cintai itulah lentera jiwa yang membawa kita kedalam kebahagiaan yang sebenarnya.

Aku sendiri masih bingung dengan lentera jiwaku, masih belum bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh hati nurani. Kadang aku mikir mungkin ini adalah lentera jiwaku, lentera yang akan menerangi setiap langkah dalam hidupku. Tapi Allah punya rencana lain, Allah yang lebih tahu yang terbaik untukku, kita hanya bisa merancang tapi Allah yang menentukan.

Waktu kecil aku paling senang dengan sesuatu yang berhubungan dengan keterampilan tangan seperti menggambar atau mendesain. Lulus SMA aku mencoba daftar kuliah ngambil jurusan seni rupa tapi karena ada sebuah kesalahan akhirnya aku memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatku. Mau tidak mau aku harus menjalani apa yang sudah terjadi.

Bakatku memang dibidang seni, tapi hobiku lain. Hobiku adalah menulis, aku suka menulis sejak masih SMP sampai sekarang. Berawal dari sering bikin coretan-coretan di sebuah kertas pada saat pelajaran yang waktu itu sangat membosankan, tadinya aku cuma iseng aja, aku sering buat cerita-cerita yang menurutku itu isinya biasa-biasa aja, tapi pas aku sebarin ke temen-temenku ternyata mereka merasa terhibur dengan tulisanku. Malah mereka meminta aku untuk menulisnya pada saat BT kalau lagi belajar, kata mereka tulisanku ini bisa mehilangkan rasa BT maupun ngantuk (emangnya obat, hehe). Waktu itu temenku ada yang bilang kaya gini "Man nulis deui atuh, bete yeuh!" haha sebenarnya aku pengen ketawa yang tadinya cuma iseng tapi ternyata temenku malah terhibur, katanya tulisanku ini sebagai obat bete kalau lagi di kelas. dari sinilah aku mulai suka menulis karena menulis bisa menghibur orang lain. Beranjak SMA aku ikutan organisasi jurnalis, meskipun bertahan cuma satu tahun. Waktu itu juga aku mulai menulis sebuah artikel, cerpen maupun novel meskipun hanya buat koleksi pribadi. Pernah waktu itu aku mau ikut lomba menulis novel se-Jawa Barat karena terbenturnya waktu akhirnya aku ngga jadi ikut lomba, sampai sekarang masih ada arsipnya beserta surat pengantar dari kepala sekolah yang tersimpan dengan rapi (suatu saat nanti aku pengen mempublikasikannya).

Ini yang membuat aku bingung dengan lentera jiwaku sendiri. Aku pengen menjadi pelukis sekalian menyalurkan bakatku, tapi hobiku berbeda dengan cita-cita atau bakatku karena ada orang bilang "kalau anda ingin menemukan lentera jiwa anda, tekunilah hobi dan minat anda tersebut. Bila kita menekuninya secara sungguh-sunguh, Anda akan makin mahir, makin ahli, dan masyarakat pun secara perlahan akan mengakui kredibilitas/kapabilitas Anda. Publik pun makin percaya bahwa Anda adalah orang yang berkompeten di bidang yang Anda minati tersebut". Apakah aku harus mengikuti bakatku dengan meninggalkan hobiku atau sebaliknya? Apakah aku bisa mengikuti kedua-duanya supaya aku benar-benar menemukan lentera jiwaku yang sesungguhnya?

Apakah dibidang seni ataukah sebagai penulis lentera jiwaku berada? Hidup itu memang banyak pilihan yang terkadang membuatku masih bingung untuk memlih pilihan yang terbaik karena ku tahu pilihan terbaik adalah mendengarkan Lentera Jiwa. (www.lenterajiwa.com)

Tidak ada kata terlambat untuk menemukan lentera jiwa kita, sukses bukan apa-apa bila kita tidak menikmatinya. Semoga kita bisa menemukan lentera jiwa kita. Your time is limited, so don't waste it by living someone else's life!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar