Senin, 18 Juli 2011

Semangat menuju IPB

"Hak saudara menjadi mahasiswa baru IPB dinyatakan batal jika tidak dapat memenuhi persyaratan registrasi atau memberikan keterangan dan data yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya"

Ya Allah semoga dokumen-dokumen yang tadi aku kirim lewat POSKILAT KHUSUS tepat pada waktu yang telah ditentukan dan semoga Engkau melebarkan jalanku menuju kesuksesan. amin

Jumat, 15 Juli 2011

Deg-degannya Luar Biasa

Mungkin ini yang disebut deg-degan tingkat tinggi (haha lebay). Nanti malem atau besok pengumuman UTM IPB 2011, aku ngga tau setelah nanti kelulusan, luluskah? ataukah aku harus nulis cerita sedih lagi yang kedua di blog ini?.

Apapun nanti hasilnya, Insya Allah aku udah siap, aku siap nerima apapun yang terjadi setelah ini, siap nerima kegagalan yang kedua kalinya setelah aku gagal di SNMPTN kemaren. "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda" kata-kata inilah yang bikin aku selalu semangat  ketika sering menghadapi kegagalan karena kesuksesan dan kegagalan seperti sebuah kumbang dan bunga yang tidak bisa dipisahkan di dunia ini.

Kalau misalkan ternyata pengumumannya lulus dan aku diterima di IPB? (amin Ya Allah), mungkin kebahagiaan yang aku rasain saat itu ngga bisa digambarkan lewat kata-kata, aku hanya bisa mengucapkan syukur alhamdulilah kehadirat Allah SWT yang selalu mendengarkan doa-doa hamba-Nya. Betapa bahagianya aku atas nikmat kelulusan yang Allah berikan padaku. Sungguh indah jika kita berjalan sesuai dengan skenario-Nya dan sungguh nikmatnya jika kita selalu mendapatkan ridho-Nya dalam setiap langkah kita.

Tapi kalau kenyataannya berbeda, ternyata aku ngga lulus? seperti aku bilang tadi, aku udah siap nerima apapun hasil keputusannya. Meskipun berat untuk melewatinya, tapi mau gimana lagi semua sudah terjadi. Kecewa? kecewa sama siapa? putus asa? putus asa kenapa? inikan bukan akhir dari segalanya. Toh semua itu ngga bisa ngembaliin posisi aku yang tadinya ngga lulus jadi lulus. Bener ngga?.

Sekarang atau besok setelah kelulusan ini, pokoknya aku harus bangkit, bangkit dari kekalahan ini yang mungkin akan terjadi kepadaku. Allah pasti tetap memberikan yang terbaik sesudah ini, duniapun akan tersenyum bahagia melihatku karena aku sudah berjuang, berusaha dan berdoa semampuku meskipun kenyataannya ngga sesuai dengan yang diharapkan.

Aku akan lebih bahagia jika aku tidak mendapatkan sesuatu yang aku inginkan tapi aku sudah berusaha, dibanding dengan mendapatkan sesuatu tapi tanpa usaha.

Apapun keputusannya, lulus atau tidaknya aku, yang terpenting sekarang aku sudah berusaha dan berdoa. Aku yakin Allah pasti tetap memberikan yang terbaik untukku dan untuk masa depanku. amin

Kamis, 14 Juli 2011

Menjadi Diri Sendiri 'betapa nikmatnya'

Setiap orang mempunyai keunikan tersendiri, karena unik itulah yang membedakan kita dengan orang lain. Tak mesti menjadi siapapun, tak perlu juga mengikuti gaya hidup orang lain, kita ya kita, inilah kita (karena kita untuk selamanya *bondan prakoso* hehe). Kita diciptakan dengan berjuta-juta potensi, tinggal kitalah yang mengoptimalkan potensi yang kita miliki.

Sebenarnya saya juga masih dalam tahap ingin menjadi diri sendiri, mencoba untuk mengoptimalkan potensi yang saya miliki.

Tapi?

Saya masih bingung dengan diri saya sendiri, saya masih belum bisa menemukan jati diri saya. Saya tahu, saya ini berbeda dengan orang lain, baik fisik maupun karakter, tapi yang saya maksud bukan itu, bukan wujud nyata saya tapi jiwa saya.

Saya sering kali menyesal, bukan karena kekurangan maupun kelemahan saya. Saya menyesal karena saya belum bisa menjadi diri sendiri, masih megikuti orang lain dan hidup di jiwa orang lain. Seperti anak muda lainnya, masih dalam pencarian jati diri, siapakah saya sebenarnya? masih mencoba sesuatu yang menurut saya sebenarnya itu bukan jalan saya, bukan kehendak saya dan bukan kemauan saya. Tapi kenapa hasrat telah membawa saya kedalam sesuatu yang membuat saya melupakan siapa saya sebenarnya.

Menyesali yang telah terjadi memang ngga ada manfaatnya, malahan menjadikan saya semakin terpuruk. Saya tahu apa yang harus saya lakukan sekarang, sebelum semuanya terlambat, karena waktu saya di dunia ini terbatas, saya tidak mau menyia-nyiakan sisa hidup saya dengan menjadi orang lain. Saya harus bangkit, harus bisa menjadi diri saya sendiri (be your self).

(Ya Allah berikanlah petunjuk kepadaku dan mudahkanlah aku untuk meraih ridho-Mu dalam setiap nafasku agar tidak tersesat dikemudian hari).

Saya sadar, saya tidak mungkin bisa berada di posisi orang lain, tidak mungkin juga bisa menyamai fisiknya, kepintarannya, kesuksesannya maupun gaya hidupnya. Saya pasti bisa mencapai kesuksesan yang lebih dari itu tapi bukan kesuksesan seperti orang lain.

Sekarang saya bangga dengan diri saya sendiri, saya bangga dengan diri saya yang apa adanya, karena menurut saya salah satu nikmat terbesar  dalam hidup saya yaitu dengan menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain.


(sekarang, bagaimana dengan anda?)

Mulailah Dari Mimpi

Postingan kali ini saya mengutip sebuah cerita dari buku yang berjudul "Ujian Sukses Tanpa Stres!" karyanya bang Fatan Fantastik.

Next!

Kenapa kita harus memulainya dari mimpi? karena mimpi atau impian merupakan sebuah harapan dan cita-cita seseorang yang mampu meningkatkan motivasi dalam pencapaiannya.

Imam Hasan al-Bana mengatakan "bahwa kenyataan hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan esok hari" kalau kata Eleanor Roosevelt "the future belongs to THOSE DREAMS" yang artinyo adalah masa depan ada dalam genggaman orang-orang yang yakin akan indahnya impian mereka. (bagaimana dengan anda? apakah sudah yakin dengan impian anda sendiri?). Kalau kita ingin mejadi seorang pemenang dunia dan akherat kita harus bisa mengendalikan atau menunggangi kendaraan impian kita menuju surga-Nya, meraih ridho-Nya.

Kalian kenal Muhammad al-Fatih? itu loh adenya Muhammad al-Fatah (hehe boong ding!), Muhammad al-Fatih itu sang penakluk konstatinopel. Nah, sekarang kita belajar dari mimpinya beliau yuk? beliau menjabarkannya dengan sebuah DREAM, apa itu DREAM?

Dambakan (D) sepenuh hati dengan segenap jiwanya segala impiannya, untuk menaklukan Konstatinopel. Ia ingat dengan seruan gurunya, sebagaimana sebuah hadist Rasulullah sang junjungan, "Konstatinopel akan ditaklukan di tangan seorang lelaki, maka sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin disana, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya" (H.r Ahmad). Dan ia mendambakan, sang penakluk konstatinopel adalah dirinya sendiri.

ia Rasakan (R) setiap detail impiannya, ia pelajari dengan teliti tiap jengkal Konstatinopel. Ia lakukan beberapa perjanjian damai dengan rival, agar konsentrasi fokus ke penaklukan. Ia lalu memperkuat pasukannya hingga mencapai 250.000 jumlahnya. Ia undang Orban sang ahli meriam lalu menyiapkan sekitar 400 kapal untuk mendukung dari lautan. Ia hembuskan dorongan semangat yang kuat di dada laskarnya dengan bantuan para ulama. Ia kuatkan tekad mereka untuk berjuang di jalan Allah SWT. Tiada kemulian tanpa berjuang.

Ia Enyahkan (E) segala keraguan yang menggelayuti. Karena sungguh, tak hendak ia terbuai kebimbangannya yang menyesatkan. Walaupun ada menterinya yang menyarankan mundur, ia tetap mantab maju ke  depan (waw keren!!!). Berlindung pada Allah dari bisikan syaithon yang bersembunyi, yang membisikan nafas keraguan dalam dada manusia. Ia Ambil (A) tindakan nyata. Ia sendiri komandannya, ia sendiri panglimanya.

Ia Maju (M) terus, menuju perwujudan impiannya. Meski kapal ada yang karam, terowongan ada yang dibakar oleh lawan dan sebagian pasukan sudah syahid dalam pertempuran, ia teruskan perjuangan. Ia terus mendaki, ketika yang lain telah menyerah dan berhenti. Ia terus belajar dan mengkaji, ketika asyik bermain dan lupa diri. Betapa kuat tekadnya untuk memenuhi harapan sang pemenang sejati, Rasulullah SAW, sang kekasih Illahi.

Dan akhirnya, kemenangan memang pantas diraih oleh yang berjiwa pemenang. Hari bersejarah itu terukir sudah. Hari itu, selasa tanggal 20 Jumadil Ula 857 H. Bertepatan dengan 29 mei 1453 M. Konstatinopel tertaklukkan. Muhammad al-fatih berkeliling menemui pasukannya dan berkata "Masya Allah! kalian telah menjadi orang-orang yang mampu menaklukan Konstatinopel seperti yang telah Rasulullah SAW, kabarkan".

Wahai jiwa beriman yang tenang, bernaunglah di haribaaan Rabb-Mu dalam kondisi rela lagi di Ridhoi-Nya: "Maka, masuklah dalam barisan para hamba-Ku, dan, masuklah ke pelukkan Jannah kemenangan-Ku"

Kisah dari Muhammad al-Fatih mengajarkan kita bahwa dalam mencapai sebuah mimpi atau impian, kita harus mempunyai sebuah tujuan yang kuat dengan menghiraukan segala keraguan yang ada pada diri kita yang bisa menyurutkan semangat dalam mencapai sebuah impian. Meski kadang dalam kenyataannya banyak sekali halangannya, yakinlah Allah bersama kita, bersama orang-orang  yang berjuang di jalan-Nya. Dengan tekad yang kuat dan tindakan yang nyata, Insya Allah,  apapun yang kita impikan dan apa yang kita cita-citakan akan menjadi kenyataan yang membahagiakan.

Be the winner of a mentally champion

Senin, 11 Juli 2011

Lirik Lagu Nugie - Lentera Jiwa

Lama sudah kumencari
Apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi
Tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku di samudra hidupmu

Kata-kata yang kubaca
Terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan
Bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku

Stop Menghayal Sekarang Juga!

Menghayal adalah kegiatan yang memikirkan, memimpikan, membayangkan, mengharapkan, ingin memiliki, ingin menjadi, pokoknya sesuatu yang belum tentu terjadi di dunia nyata. Menghayal biasanya sering dilakukan disaat kita lagi merenung, sendiri, mau tidur, maaf lagi BAB sekalipun (hehe bener kan?).

Kenapa kita menghayal? karena selain menghayal itu indah, bisa menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri, menghayal juga bisa menghibur hati kita disaat lagi sendiri, sedih, kecewa, gelisah dan yang pasti gratis kapan aja, hehe. Tapi sebenarnya kalau misalkan kita keseringan menghayal bisa bikin kita males berbuat sesuatu, membuang waktu secara cuma-cuma. Coba kalian bayangin, waktu yang seharusnya kita gunain untuk sesuatu yang bermanfaat malah dipake buat menghayal padahalkan mengahayal itu ngga mengahasilkan sesuatu apalagi duit (kecuali menghayalnya sambil rapat paripurna bersama anggota DPR lainnya baru dapet duit, hehe).

Sebenarnya saya juga nulis kaya gini sambil menghayal, berimajinasi, mencoba mencari sebuah kata-kata yang pas, menyatukan kalimat demi kalimat untuk saya tulis dipostingan kali ini, kalau ngga kaya gitu postingan ini ngga kelar-kelar. hehe

Kata-kata yang sering kita pake buat menghayal biasanya seperti ini : seandainya, seumpamanya, andai saja, kalau saja, ingin saya seperti....., coba saja saya....., saya pengen punya......, andai dia tahu, andai ku tahu…. kapan tiba ajalku…ku akan memohon tuhan tolong panjangkan umurku…(teettttt!!! ungu andai ku tahu. seratus buat anda!! *gajebo*), pokoknya seperti itulah.

Menghayal memang indah, indah banget malah, sampai-sampai ngga bisa diungkapkan lewat kata-kata, ngga ada yang tahu selain kita dan Allah SWT, tapi terkadang malah membuat kita di perbudak oleh khayalan kita sendiri, kita jadi lupa sama kewajiban kita, lupa belajar, lupa makan (ngga mungkin) lupa segala-galanya deh yang bikin kita terlena dibuatnya.

Setiap orang pasti punya khayalannya masing-masing, begitu juga dengan saya. Tapi apakah khayalan itu akan terwujud jika kita hanya berdiam saja tanpa melakukan sesuatu yang memungkinkan kita untuk mewujudkannya? oleh karena itu saya ingin mengajak teman-teman untuk menghayal sewajarnya tanpa meninggalkan kewajiban-kewajiban kita, yah! meskipun itu indah tapi akan lebih indah lagi jika kita melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat daripada menghayal. Jadi, Stop menghayal sekarang juga! mulai melakukan sesuatu yang nyata agar sesuatu yang kita khayalkan benar-benar ada di depan mata.

Jumat, 08 Juli 2011

Inikah Lentera Jiwaku?

Lentera jiwa adalah sesuatu yang paling kita sukai sesuai dengan hati nurani, entah itu pekerjaan atau kegiatan yang menimbulkan kepuasan tersendiri buat kita. Sebuah cahaya kehidupan yag menuntun kita untuk menekuni hal yang kita cintai itulah lentera jiwa yang membawa kita kedalam kebahagiaan yang sebenarnya.

Aku sendiri masih bingung dengan lentera jiwaku, masih belum bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh hati nurani. Kadang aku mikir mungkin ini adalah lentera jiwaku, lentera yang akan menerangi setiap langkah dalam hidupku. Tapi Allah punya rencana lain, Allah yang lebih tahu yang terbaik untukku, kita hanya bisa merancang tapi Allah yang menentukan.

Waktu kecil aku paling senang dengan sesuatu yang berhubungan dengan keterampilan tangan seperti menggambar atau mendesain. Lulus SMA aku mencoba daftar kuliah ngambil jurusan seni rupa tapi karena ada sebuah kesalahan akhirnya aku memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatku. Mau tidak mau aku harus menjalani apa yang sudah terjadi.

Bakatku memang dibidang seni, tapi hobiku lain. Hobiku adalah menulis, aku suka menulis sejak masih SMP sampai sekarang. Berawal dari sering bikin coretan-coretan di sebuah kertas pada saat pelajaran yang waktu itu sangat membosankan, tadinya aku cuma iseng aja, aku sering buat cerita-cerita yang menurutku itu isinya biasa-biasa aja, tapi pas aku sebarin ke temen-temenku ternyata mereka merasa terhibur dengan tulisanku. Malah mereka meminta aku untuk menulisnya pada saat BT kalau lagi belajar, kata mereka tulisanku ini bisa mehilangkan rasa BT maupun ngantuk (emangnya obat, hehe). Waktu itu temenku ada yang bilang kaya gini "Man nulis deui atuh, bete yeuh!" haha sebenarnya aku pengen ketawa yang tadinya cuma iseng tapi ternyata temenku malah terhibur, katanya tulisanku ini sebagai obat bete kalau lagi di kelas. dari sinilah aku mulai suka menulis karena menulis bisa menghibur orang lain. Beranjak SMA aku ikutan organisasi jurnalis, meskipun bertahan cuma satu tahun. Waktu itu juga aku mulai menulis sebuah artikel, cerpen maupun novel meskipun hanya buat koleksi pribadi. Pernah waktu itu aku mau ikut lomba menulis novel se-Jawa Barat karena terbenturnya waktu akhirnya aku ngga jadi ikut lomba, sampai sekarang masih ada arsipnya beserta surat pengantar dari kepala sekolah yang tersimpan dengan rapi (suatu saat nanti aku pengen mempublikasikannya).

Ini yang membuat aku bingung dengan lentera jiwaku sendiri. Aku pengen menjadi pelukis sekalian menyalurkan bakatku, tapi hobiku berbeda dengan cita-cita atau bakatku karena ada orang bilang "kalau anda ingin menemukan lentera jiwa anda, tekunilah hobi dan minat anda tersebut. Bila kita menekuninya secara sungguh-sunguh, Anda akan makin mahir, makin ahli, dan masyarakat pun secara perlahan akan mengakui kredibilitas/kapabilitas Anda. Publik pun makin percaya bahwa Anda adalah orang yang berkompeten di bidang yang Anda minati tersebut". Apakah aku harus mengikuti bakatku dengan meninggalkan hobiku atau sebaliknya? Apakah aku bisa mengikuti kedua-duanya supaya aku benar-benar menemukan lentera jiwaku yang sesungguhnya?

Apakah dibidang seni ataukah sebagai penulis lentera jiwaku berada? Hidup itu memang banyak pilihan yang terkadang membuatku masih bingung untuk memlih pilihan yang terbaik karena ku tahu pilihan terbaik adalah mendengarkan Lentera Jiwa. (www.lenterajiwa.com)

Tidak ada kata terlambat untuk menemukan lentera jiwa kita, sukses bukan apa-apa bila kita tidak menikmatinya. Semoga kita bisa menemukan lentera jiwa kita. Your time is limited, so don't waste it by living someone else's life!

Lirik Lagu Maher Zain - Always Be There

Allahuakbar…

If you ask me about Allah
And what I know about it
I’ll answer will be .....

It’s everything about Allah
The pure love to our soul
Who have created you and me,
The heaven and whole universe
The One that made us hold and free
The Guardian of His True believers

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there

He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there ...

Could bring the sun from the darkness
Into the light
Subhanallah
Capable of everything
Should never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance
All the way through a short time
We have in this life
Soon it’ll all be over
And we’ll be in His heaven
And we’ll all be fined

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little Heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there

Allahuakbar