Jumat, 24 Juni 2011

Menulis dan Membaca Seperti Sebuah Kertas dengan Pena

Menulis adalah sebuah kegiatan yang mampu mengekspresikan pemikiran seseorang kedalam bentuk tulisan atau karya sastra baik itu ide, perasaan dan imajinasi. seseorang bisa menulis dimana saja dan kapan saja, tetapi harus dilandasi dengan sebuah ide sebagai objek untuk kita tulis, karena menulis tanpa ide seperti manusia yang tidak mempunyai tujuan hidup atau tidak terarah. ide tidak akan datang dengan sendirinya melainkan ide itu datang ketika kita ingin terus berpikir luas.

Siapapun bisa menulis asalkan kita mempunyai semangat dan kemauan yang tinggi untuk terus mengasah kemampuan kita dalam menyalurkan ide kita, perasan kita dan imajinasi kita. bahkan aktifitas kita sehari-haripun bisa kita tuangkan kedalam bentuk tulisan.

Menulis tidak lepas dari membaca, menulis dan membaca diibaratkan seperti sebuah kertas dengan pena yang saling melengkapi satu sama lain. untuk itu demi kesempurnaan tulisan kita sering-seringlah membaca supaya tulisan kita bisa diterima oleh pembaca. yah, meskipun tulisan kita belum sesempurna sastrawan, seprofesional wartawan tapi kalu diasah terus menerus dan dipraktekan dengan rutin, insya Allah tulisan kita bisa disejajarkan dengan sastrawan-sastrawan manapun. diterima pembaca yang satu belum belum tentu diterima pembaca yang lain, bagus kata ini belum tentu bagus kata itu. karena pembacalah yang bisa memotivasi kita agar tulisan kita bisa lebih baik lagi sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Menulis bukan berarti harus formal, nonformal juga tidak menutup kemungkinan bisa diterima oleh masyarakat. contohnya kaum remaja yang lebih menyukai tulisan berbentuk nonformal. selain gaya bahasanya yang mudah dicerna, inti dari tulisannyapun bisa langsung kita pahami. nah, dengan begitu kita juga harus bisa menyesuaikan tulisan kita, dimana kita harus formal dan nonformal, supaya tulisan kita bisa meyeimbangkan sesuai dengan kebutuhan pembaca.

Banyak orang yang menilai menulis itu susah dalam merangkai kata-kata, justru dengan susahnya kita merangkai kata-kata, malah kita akan terus termotivasi untuk berpikir lebih luas lagi dalam menetukan  sebuah tulisan. ketika kita kesulitan dalam merangkai kata-kata lebih baik kita mencobanya untuk menuangkan kata-kata yang ada dipikiran kita tersebut kedalam tulisan. siapa tau aja kita bisa menyusun kata-katanya setelah kita bisa melihat kata-kata yang telah kita tuliskan.

Kita sebagai generasi penerus bangsa yang ingin melestarikan karya sastra dikalangan remaja. mulailah dari sekarang untuk terus menuangkan ide dan pikiran kita kedalam bentuk tulisan demi melahirkan kembali sastrawan-sastrawan baru di Indonesia.  :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar