Kamis, 30 Juni 2011

Perjuangan Menuju UTM (Ujian Talenta Masuk) IPB 2011

Hari ini benar-benar hari yang penuh perjuangan buat aku, disaat aku harus menunggu antrian yang panjang di Bank Mandiri, nyari warnet kesana kesini, ke wartel nelpon panitia UTM,  lari-lari di jalan raya dan yang terakhir ninggalin motor di warnet hanya untuk daftar UTM IPB. (padahal tinggal daftar, ke bank mandiri beli pin. daftar lagi. udah deh selasai).

Tapi yang aku alami ngga semudah itu, aku harus melewati beberapa tahap yg memotivasiku untuk terus maju buat jadi calon mahasiswa IPB (mudah-mudahan jadi mahasiswa IPB beneran. amin).

Ok deh, sekarang aku mau berbagi cerita perjuanganku tadi siang. semoga kita bisa mengambil hikmah di balik itu semua.

Hari ini setelah satu hari pengumuman SNMPTN 2011, aku lewati seperti biasa, bangun jam 4, solat sunat tahajud dan tidak lupa berdoa kepada Sang Pencipta Allah SWT agar dimudahkan dalam segala urusanku hari ini. Aku langsung berangkat ke masjid menunaikan salat subuh berjamaah, masjid masih gelap padahal waktu sudah menunjukkan jam 5 kurang 15 menit, disaat masjid2 yang lain sudah mengumandangkan azan. Biasanya di masjid deket rumah suka ada yang azan tapi hari ini ngga ada yg azan, jadi aku deh yang azan meskipun ngga pake speaker, hehe soalnya masih malu sama suara aku yang serak-serak beledeg, yah meskipun suara aku ngga sebagus Ust. Jefri tapi ngga apalah buat pembelajaran buat aku.

Back to home

Sebenarnya aku belum cerita ke bapa dan ibu aku, kalau anaknya ini ngga lolos SNMPTN. Tapi untungnya aku punya kakak yang sangat pengertian sama kondisi aku saat ini. Jadi mereka lah yang cerita dan mereka juga orang yang pertama kali melihat pengumuman kelulusan aku disaat aku sudah tidur yaitu sekitar jam 8 malam. Akhirnya orang tuaku bisa nerima kenyataan pahit ini disaat mereka mengharapkan aku supaya bisa lolos tapi Allah punya rencana lain pasti ada hikmah di balik ketidaklulusannya aku dan mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan. (makasih ya teh, bapa dan ibuku yang udah nerima kenyataan ini, lukman janji ngga bakal ngecewain tuk yang kedua kalinya). Salah satu cara supaya aku bisa masuk IPB yaitu dengan mengikuti UTM IPB, akhirnya aku memantapkan hati dan niat, kalau aku harus ikut UTM IPB.

Sekitar jam 9 pagi aku berangkat ke bank mandiri yang di dekat Taman Topi, kira-kira perjalanan satu jam, di perjalanan ngga ada apa-apa, berjalan dengan mulus sampai tujuan (alhamdulilah). Sesampainya disana aku ngga tau tempat daftarnya dimana, aku coba nanya ke satpam Bank Mandiri yang berdiri di depan pintu masuk (kita liat dialognya yuk, supaya kaya di drama-drama gitu, hehe).

St1 = satpam ke satu
St2 = satpam ke dua
Po = polisi
Sy = aku


Jam  setengah 11


Sy = "pak numpang tanya, kalau untuk pembayaran ujian mandiri IPB disebelah mana ya pak?"
St1 = "bank mandiri apa mandiri syariah de?"
Sy = "ngga tau juga deh pak!"
St1 = "coba ade ke bank syariah, soalnya tadi ada yang mau bayar udah nyampe ke teller bank mandiri balik lagi".
Sy = "oh. makasih ya pak"

akhirnya aku ke loket bank mandiri syariah, setelah berada di deket loket bank mandiri syariah, aku cuma mundar mandir sesekali ngelirik jam, aku bingung mau nanya ke siapa semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Tiba-tiba ada polisi nyamperin aku (mungkin polisi curiga sama aku, disangka dia, aku orang yang mau nyimpen paket bom kaya diberita-berita, hehe).

Po = "mau apa de?"
Sy = (mau naro bom pak, hehe) "ini pak kalau untuk pembayaran ujian mandiri disebelah mana ya pak?"
Po = "bentar saya nanya dulu ke satpam"

lalu satpam ke 2 menghampiri aku (ini satpam yg nyesatin aku, yang bikin aku nyari warnet kesana kesini. Kalau tau bakalan disesatin aku ngga bakalan nanya deh sama tuh satpam, heuh).

St2 = "ada perlu apa de?"
Sy = (GUBRAKKKKK!!! itu polisi ngapain aja tadi ngobrol sama satpam?) "gini pak, saya kan mau daftar ujian mandiri IPB tapi saya ngga tau tempatnya itu di sebelah mana pak?"
St2 = "disini aja de" (sambil nunjukin tempatnya) "ade tinggal isi bukti pembayaran ini, namanya siapa terus sama alamat yang di tujunya"
Sy = "nama siapa pak, kalau alamatnya alamat siapa pak?"
St2 = "nama rektornya sama nomor rekeningnya juga de" (aku makin bingung, setauku di websitnya ngga ada nomor rekeningnya tuh, sebenarnya ini UTM apa jalinan kasih?)
Sy = "ia emang pak"
St2 = "ia de, emang ade ngga di kasih tau nomor rekeningnya berapa?"
Sy = "oh gitu ya pak, yaudah pak terima kasih"

Aku langsung keluar ngambil motor diparkiran, bayar parkiran lalu pergi nyari warnet, tadinya aku mau langsung balik arah takut ada polisi nanti malah berabe urusannya. Terpaksa aku harus muter lewat depan Balai Kota demi mendapatkan nomor rekening di website UTM IPB, ternyata ngga disangka-sangka aku malah terjebak macet, di depan Balkot ada warga yang lagi demo, yang aku liat sih lagi demo ke-tidak-setuju-an dalam rencana pembuatan jalan tol, aku liat tulisan-tulisan di spanduk bertuliskan "Kami tidak mau tanah kami di hargai 500 ribu" ada juga "kami tidak mendukung pembuatan jalan tol" (namanya juga indonesia pengen yang murah-murah, giliran korupsi?, hehe no politik ah).

Akhirnya aku bisa ngelewati kerumunan warga yg lagi demo (almhamdulilah masalah satu sudah selesai terlewati), setelah berkendara motor kesana kesini, ngga ada satupun warnet yang aku temui, masuk ke pasar malah terjebak macet lagi, yah terpaksa aku harus balik lagi ngelewatin jalan yang tadi, ngelewatin warga yang lagi demo dan ngelewatin kemacetan. sepanjang jalan aku hanya bisa berdoa kepada-Nya (ya Allah mudahkanlah segala urusanku, jika ini emang baik untuk agamaku dan masa depanku). aku langsung menuju PGB (Pusat Grosir Bogor) yang aku tau di belakang PGB ada warnet, udah nyampe warnet, eh warnetnya penuh. aku nyoba ke warnet yang ada di depan kantor Depag (Departemen Agama) yang lumayan jauh dari PGB.

Aku tiba juga di warnet, waktu sudah menunjukan jam 11 lewat. Ternyata warnetnya ada di lantai 2, aku langsung lari naik tangga. "Alhamdulilah banyak yang kosong" kataku dalam hati. Aku langsung buka sepatu, masuk lalu ngaktifin billing komputer. Tanpa pikir panjang aku langsung buka website utm.ipb.ac.id. dan ternyata? nomor rekeningnya itu ngga ada, setelah aku ngeklik sana sini (tuh kan emang ngga ada, satpam yang tadi so tau), aku mulai gelisah, disaat kegelisan hanya Allah yang bisa menolongku, aku terus berdoa (mudahkanlah aku ya Allah) dengan penuh inisiatif, aku menyimpan nomor kontak telpon panitia UTM yang tertera di websitnya, aku langsung matiin komputer, bayar ke operator.

Aku makin gelisah bercucuran keringat, pas aku mau menaiki motor, ternyata di samping warnet ada wartel (Alhamdulilah selalu ada pertolongan-Nya) tempat potocopyan, warteg, warung pokonya lengkap deh, hehe. Di wartel cuma ada 2 telpon yang bisa digunain, aku langsung ngambil telpon yang di sebelah kiri, masukin nomor yang dituju, Dan? "nomor 6 nya ga bisa?" aku langsung ngambil telpon yang ada di sebelah kanan, udah selesai masukin nomor, malah telponnya yang ga bisa, aku minta tolong ke si mba penjaga wartel

Sy = "mba ko ini telponnya ngga bisa? dari tadi ngga nyambung-nyambung"
Mb = "sebutin nomornya?" aku langsung nyebutin nomornya dan alhamdulilah nyambung (terima kasih ya Allah)

Pu = Panitia UTM

Pu = "hallo, selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" suara bapak-bapak
Sy = "hhem saya calon peserta UTM IPB" gugup dengan nada cupu
Pu = "ia?"
Sy = "tadi saya ke bank mandiri mau beli pin, tapi kata satpam saya harus ke bank syariah mandiri, udah ke bank syariah mandiri, saya ditanya nomor rekening yang ditujunya pak. Pas saya liat di website UTM ternyata nomor rekeningnya itu ngga ada pak?"
Pu = "ade langsung ke bank mandiri aja, bilang aja mau daftar UTM, pasti sudah tau ko"
Sy = "oh jadi langsung ke mandiri pak?"
Pu =  "ia de"
Sy = "ya sudah pak, terima kasih ya pak"
Pu = "sama-sama"
Sy = "assalammu'alaikum"
Pu = "waalaikumsalam" (langsung ku tutup)

Sy = "berapa duit mba?" tanyaku
Mb = "300 rupiah"
Sy = "nih mba" (sambil memberikan uang gopean receh)
Mb = "kembalinya de,"
Sy = "ngga usah mba" (aku langsung keluar lalu menaiki motor kembali ke bank mandiri)

Alhamdulilah, di perjalanan aku tidak berhenti-hentinya mengucapkan syukur kepada-Nya supaya aku dimudahkan oleh-Nya kembali. Tiba di gerbang bank mandiri, badanku lemas melihat antrian panjang yang kelihatan dari luar, tapi semangat dalam diriku masih membara. Aku langsung memarkirkan motor di belakang bank mandiri dan berlari memasuki bank mandiri.

St1 = "selamat siang de," kata satpam penjaga pintu bank mandiri.
Sy = "pak kalau mau bayar utm dimana ya pak?"
St1 = "silahkan disini de," kata satpam sambil menunjukan tempatnya
Sy = "makasih ya pak!" (tadi katanya suruh ke bank mandiri syariah, gimana sih bapak?)

Aku langsung mengisi kertas aplikasi setoran/transper lalu membawanya menuju tempat antrian. "Masya Allah antriannya panjang sekali" dalam hatiku. Waktu yang sudah menunjukan jam setengah 12, membuat aku tidak yakin akan daftar UTM karena setengah jam lagi pendaftaran ditutup sedangkan aku masih nunggu antrian yang ga mungkin kelar hanya dengan setengah jam.

Aku mulai memutar otak, berpikir keras apa yang harus aku lakukan disini, rasa pesimis pun mulai menyapaku, disaat itu juga bayangan wajah keluargaku hadir memberikan semangat untukku. Apa aku harus menangis sambil memohon-memohon kepada orang-orang yang lagi antri supaya aku didahulukan? apakah aku harus pura-pura bahwa yang paling depan adalah keluargaku supaya aku punya alasan agar aku di depan? tapi itu semua ngga mungkin aku lakukan, perlu mental baja untuk melakukan hal seperti itu.

Akhirnya aku mulai berbicara dan merayu dengan nada rintih kepada ibu-ibu yang antri di depanku.

Sy = "misi bu," kataku sambil menepuk pundaknya
Ibu1 = "ia ada apa?" kata si ibu sambil menolehkan wajahnya
Sy = "gini bu, saya kan mau daftar ujian ke IPB, sedangkan pendaftaranya itu ditutup jam 12 pas, boleh saya ke depan," kataku dengan nada rintih berharap si ibu itu mempersilahkan aku untuk berada didepannya
Ibu1 = "maaf saya juga buru-buru" singkat si ibu (Bu, coba bayangin gimana rasanya jika anak ibu itu ada di posisi saya?)

Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa kepada Allah berharap ada orang yang baik hati mempersilahkan aku agar aku lebih dulu antrinya, aku cuma memutar-mutar badanku melihat aktifitas yang ada di dalam ruangan bank mandiri, melihat jam hanya menimbulkan rasa pesimis. "hanya Allah yang bisa menolongku, hanya Allah" batinku berdzikir. Akhirnya ada ibu-ibu yang antri ke 6 dari depan menengok kebelakang memandangiku sambil tersenyum (mungkin dia mendengar percakapan aku dengan si ibu-ibu yang tadi), lalu aku balas senyumannya. Dia mempersilahkan aku agar aku antri didepannya. Aku maju kedepan menghampirinya lalu menjelaskan apa yang sedang aku lakukan, si ibu-ibu itu berkata "sudah disini, di depan ibu aja, insya Allah keburu", "Alhamdulilahhrirobbila'alamin, makasih ya bu" si ibu-ibu itu hanya bisa tersenyum melihatku (ya Allah semoga Enkau membalas yang berlipat ganda kebaikan si Ibu ini).

10 menit aku menunggu, akhirnya aku dipanggil juga

Te = teller bank mandiri

Te = "selamat siang ada yang bisa saya bantu?"
Sy = "saya mau bayar UTM IPB mba,"
Te = "oh, nomor pendaftarannya berapa de?"
Sy = "nomor pendaftarannya mba? bukannya harus beli nomor PIN nya dulu ya mba?"
Te = "ngga de, jadi kamu harus daftar dulu, nanti kamu dapet nomor pendaftarannya, kalau ngga ada nomor pendaftaran saya mau masukin apa?"
Sy = "oh, jadi saya harus daftar dulu mba, ya sudah mba terima kasih"
Te = "ia sama-sama"

Aku langsung membalikkan badanku lalu keluar, si ibu yang tadi hanya bisa tersenyum melihatku, aku balas senyumannya kembali, berlari menuju parkiran ngambil motor. Alhamdulilah ternyata ada warnet yang ngga jauh dari bank mandiri tepatnya di depan taman topi kira-kira 100 m dari bank mandri. aku langsung nyalain komputer buka website utm ipb lalu daftar, alhmdulilah selesai juga dengan mendapatkan nomor pendaftaran 8012417003. "terima kasih ya Allah" kataku sambil  mematikan billing komputernya lalu bayar ke operator warnet.

Tanpa pikir panjang aku langsung lari menuju bank madiri meninggalkan motor di samping warnet, menyeberangi jalan raya meskipun bahaya di depan mata tapi rasa semangat dalam diri aku dan pertolongan Allah menyelematkanku.

Tiba di bank mandiri, aku langsung menuju teller. Dan apakah kalian tahu? ternyata si ibu-ibu tadi yang tidak mempersilahkan aku supaya aku menyelangnya ternyata masih antri (Allah selalu memudahkan jalan yang baik bagi hamba-Nya yang berbuat baik).

(waktu 15 menit lagi ke jam 12)

Te = "gimana de udah daftar?"
Sy = "udah mba" kataku sambil mengatur napas ( hah hah hah hah )
Te = "sini" kata mba teller meminta kertas yang ada ditanganku, aku lalu memberikan kepadanya
Te = "nomor pendaftarannya berapa de?" tanya mba teller sambil mengetikkan nomor yang aku sebutkan "ini nomor pin nya de, 16 digit"
Sy = "oh, ia mba, makasih ya mba"
Te =  "sama-sama de'

Aku langsung keluar meninggalkan bank mandiri, masih tetap berlari mengejar waktu menuju warnet yang tadi, berlari menyeberangi jalan raya. Di depan pintu warnet aku menemukan KTP aku yang mungkin tadi terjatuh waktu aku lari. aku langsung menyalakan billing komputer, buka website UTM. Dan alhamdulilah selesai dalam waktu 4 menit lagi pendaftaran ditutup, yah meskipun kartu ujiannya ngga bisa dicetak ditempat karena logo IPB nya ngga timbul, aku langsung mengirim kartu ujiannya ke kaka aku lewat e-mail yang  bisa dicetak dirumah kapan aja, hehe -selesai-

Itulah perjuanganku menuju UTM IPB, semoga perjuanganku menuju UTM membuahkan hasil, Aku yakin Allah dan Rasul-nya pasti melihat perjuanganku karena Allah sudah merencanakan semua ini.


Sekarang aku sadar betapa berharganya waktu, benar kata pepatah mengatakan 'TIME IS MONEY'.


"Ya Allah, aku percaya atas kebesaran-Mu, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu. Ya Allah jika pilihan ini baik untuk agamaku, duniaku dan masa depanku, izinkanlah aku untuk menuntut ilmu di dunia ini. Aku yakin Engkau pasti mengabulkan doa hamba-Mu yang bersungguh-sunguh, Ya Allah tetap jadikan aku sebagai hamba-Mu yang selalu bersyukur atas apa yang Engkau berikan kepadaku. Amin Ya Rabb"

Rabu, 29 Juni 2011

Tidak Lolos SNMPTN? No Problem!

Sedihh,
Inilah yang gue rasain saat ini, ketika gue tau kalau gue ngga lolos SNMPTN tahun ini. Disaat yang lain gembira dengan kelulusannya, disaat yang lain sudah ada di asrama di kampus barunya, disaat yang lain sudah punya temen-temen baru.

Sedangkan gue? gue cuma bisa meratapi ini semua, meratapi ketidaklulusan gue, meratapi kekecewaan keluarga gue. tapi gue yakin ini bukan akhir dari segalanya, Allah punya rencana besar di balik ini semua, mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk mendapatkan sesuatu yang gue inginkan. Allah Maha Tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

Meskipun gua ngga lolos, gue masih bisa tersenyum melihat keluarga gue yang sangat optimis agar gue bisa kuliah di IPB (salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang ada di Bogor). salah satunya dengan mengikuti UTM IPB (Ya Allah semoga aku tidak mengecewakan keluargaku yang kedua kalinya dan semoga hati ini tidak menangis tuk kedua kalinya kalaupun aku ngga lolos lagi, karena ku tau hanya Engkau yang bisa membantuku, hanya Engkau yang bisa meluluskan atau tidaknya aku).

Setidaknya gue bisa ngerasain euporia perjuangan bersama peserta snmptn lainnya, arti perjuangan sesungguhnya, arti kejujuran ketika gue ngerjain soal snmptn hasil sendiri, arti kerja keras ketika gue harus belajar supaya gue bisa nyelesain soal snmptn dengan mudah dan yang terpenting arti rasa syukur ketika gue harus menerima yang telah direncanakan-Nya. Yah, meskipun gue kalah tapi gue yakin ini kekalahan yang mempunyai banyak hikmah buat gue.

Semua yang gue lakuin ngga sia-sia pasti ada manfaatnya meskipun bukan sekarang tapi Insya Allah nanti, yang terpenting sekarang gue jadi lebih dekat dengan-Nya (Ya Allah semoga hikmah ini akan aku rasakan selamanya, karena hikmah terbesar dalam hidupku ketika aku masih berada di jalan-Mu dan masih bisa merasakan nikmat-Mu).

Sekarang gue harus buka lembaran baru, lembaran yang penuh dengan rasa percaya diri, penuh semangat dan yang pasti penuh dengan rasa syukur, Bagi gue ngga LOLOS SNMPTN Ujian Tulis 2011, No Problem!, karena ini bukan akhir dari MIMPIKU.

"Allah tidak akan merubah nasib seseorang sebelum orang tersebut mengubah nasibnya sendiri"

Suka Duka Jadi Operator Warnet

Dari kemaren gue pengen nulis tentang suka dan dukanya jadi operator warnet ngga sempet mulu, maklumlah sibuk sama client-client gue yg tiap hari mengisi hari-hari gue sebagai 'Operator Warnet' hehe.

Ok deh kita mulai sekarang!

Setiap pekerjaan pasti ada suka dan dukanya, begitu juga dengan pekerjaan sebagai operator warnet. Sebenarnya tergantung dari kitanya juga, kalau kita bekerja sepenuh hati tanpa ada rasa ragu untuk menekuninya, apapun pekerjaan itu, pasti hari-hari yang kita jalani akan terasa lebih indah tanpa rasa duka dalam menjalaninya.

Bekerja sebagai operator warnet, sebenarnya enak ngga enak, yah namanya juga pekerjaan.

Gue mau mulai dari sukanya dulu atau enaknya jadi operator warnet.
  • Bisa internetan gratis tanpa batas + tanpa bayar + tanpa daftar (haha XL kalii !!). 
  • Melatih kesabaran. Selain internetan gratis kita juga harus sabar menghadapi client-client yang bikin kita naik darah, itung-itung melatih kesabaran, hehe! kalau ngga pelanggan pada kabur dan ngga bakal datang lagi. (rugi deh!)
  • Menambah ilmu pengetahuan terutama di bidang komputer. pastinya, karena setiap hari kita di hadapkan sama komputer otomatis kita harus bisa mengoperasikan komputer, yang tadinya kita cuma nanya-nanya kalau komputernya bermasalah atau koneksinya sering putus secara tiba-tiba, akhirnya kita jadi bisa sendiri karena terbiasa (catatan: jangan takut buat nyoba atau nge-klak nge-klik sana sini meskipun kadang komputernya suka ngehang gara-gara ketidaktahuan kita)
  • Jadi banyak temen, semakin sering kita bertemu sama client-client yang tadinya belum kita kenal, kita jadi kenal dengan melihat daftar billing client. atau kita juga bisa menanyakan namanya siapa, rumahnya dimana, anak siapa, kesini naik apa atau terserahlah supaya kita bisa menjalin hubungan baik dengan client kita.
Sekarang tinggal cerita dukanya yah.
  • Gampang emosi. kalau kalian gampang emosian biasanya suka terbawa sama client yang kebanyakan nanya, kebanyakan complain, so tau padahal ngga tau (padahal tinggal ngeklik aja apa susahnya yah?), kalau ada yang ngeprint tiba-tiba printernya suka ngehang atau ngga mau keluar trus kita ngga tau cara ngebenerinnya gimana? ditambah sama client yang ngga bisa ngertiin (hah, udah kebayang deh gimana rasanya?)
  • Harus sabar. yah disamping melatih kesabaran berarti kita juga harus.............? (seratus buat anda. hehe)
  • Kadang BT. siapa sih yang ngga BT kalau tiba-tiba banyak client yang complain gara-gara koneksinya sering putus secara tiba-tiba atau komputernya suka eror.
  • Waktu maen sama temen jadi berkurang. namanya juga bekerja pasti lebih banyak waktu di tempat pekerjaan, kalau ngga gitu mendingan ngga usah kerja, bener nggga?
Itulah cerita pengalaman pribadi gue sebagai operator warnet, semoga kalian bisa ngertiin kondisi orang yang bekerja sebagai opertor warnet kalau tiba-tiba masang muka jutek. (sebagai client ngga usah banyak complain yah, kasian operator wanetnya. bayangkan, andai saja anda yang ada di posisi si operator warnet?)

    Senin, 27 Juni 2011

    Jadilah Yang Terbaik

    Kekuatan sebuah kata mampu memotivasi setiap orang yg sedang dilanda masalah, kesedihan dan kekecewaan. Tidak banyak yang bisa kita perbuat selain merenung atas semua yg telah terjadi, berusaha untuk memperbaiki dan tidak mengulanginya kembali. Selain memberikan motivasi, kata-kata motivasi juga mampu memberikan inspirasi kepada semua orang yang ingin merubah hidupnya menjadi yang terbaik.

    Kata-kata motivasi ini saya ambil dari sebuah blog andyfebrian.com yang menyajikannya lewat cerita-cerita inspiratifnya sehingga kita bisa mengambil pelajaran hidup untuk kita terapkan kedalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa hidup itu sangatlah indah jika kita terus berbagi dalam kondisi apapun walaupun hanya dengan sebuah doa.

    Motivasi yang bisa saya ambil yaitu : pertama

    "Dalam hidup, kita tidak selalu melihat apa yang kita lihat dengan kedua mata kita. Tetapi lihat juga sesuatu dengan mata hati kita. Karena apa yang kita lihat dengan kedua mata kita, terkadang tidak sepenuhnya seperti apa yang sebenarnya terjadi"

    Kata-kata diatas menyadarkan saya bahwa dalam melihat sesuatu harus sesuai dengan hati nurani, karena selain kita bisa melihat atau merasakan kita juga bisa mengambil pelajaran yang terkandung didalamnya. Karena saya tahu hati nurani tidak pernah bohong.

    Motivasi yang kedua yaitu :

    "Mungkin telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan, untuk mengabulkan permintaan kita, menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Padahal, yang kita butuhkan adalah bimbinganNya, tuntunanNya, dan panduanNya"

    Yah, benar. Kita memang tidak pernah puas dengan apa yg kita dapatkan sekarang, sehingga kita terus meminta dan meminta kepada Allah agar mengabulkan semua keninginan kita. padahal yang kita butuhkan adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya dan lindungan-Nya supaya kita selalu siap apa yang akan terjadi meskipun tidak sesuai dengan apa yang kita minta dan apa yang kita mau.

    Motivasi yang ketiga :

    "Dalam kehidupan, tidak semuanya yang nampak baik itu baik buat kita, jahat itu jahat. Namun bisa saja berbalik meskipun terlihat elok"

    Seperti firman Allah "Boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Albaqarah - 216) 


    Firman Allah di atas mengajarkan kita bahwa kita tidak mesti untuk berlebihan dalam menilai sesuatu karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui yang terbaik untuk kita, yang terpenting sekarang kita harus selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan hari ini dan apa yang Allah berikan untuk kita.


    Hanya itu motivasi yang saya dapatkan hari ini, semoga kita menjadi manusia yang selalu mensyukuri nikmat Allah yang begitu melimpah yang kita rasakan hari ini. akhir kata saya ucapkan Alhamdulilah hirobbil 'alamin (Semoga kita menjadi manusia yang terbaik di antara yang lebih baik) Amin!

    Kerasnya Hidup

    Hidup memang ngga selamanya itu indah, malah terkadang lebih keras dari apa yg kita pikirkan. Seperti hukum rimba: yg kuat dia yang menang.
    Memang perlu banyak perjuangan untuk mendapatkan sesuatu yg kita inginkan, ngga semudah membalikan telapak tangan yang begitu aja tapi semua itu perlu proses.

    Proses dari yg bohong jadi jujur
    Lemah jadi kuat
    Putus asa jadi pantang menyerah
    Bodoh jadi pintar, intinya dari hal kejelekan menjadi kebaikan

    Kita memang diharuskan untuk terbiasa dalam menghadapi kerasnya hidup karena hidup itu sendiri memang sudah keras. Kalau tidak, kita sendiri yg akan dikalahkan dan disingkirkan dari kerasnya hidup.

    Seperti sebuah kata yang saya ambil "hari esok adalah misteri", kata ini emang benar, kita memang tidak tahu hari esok itu seperti apa karena semua sudah berjalan sesuai dengan fitrah-Nya. Kita hanya bisa menyiapkan sebuah doa untuk menjalani hari-hari selanjutnya, sekarang maupun yang akan datang. Semoga kita termasuk orang-orang yg beruntung bukan merugi. amin

    Terima kasih ya Allah, hari ini aku masih bisa merasakan nikmat-Mu yang tiada tara, dalam hatiku masih bergema kalimat 'laillahailallah'

    Sabtu, 25 Juni 2011

    Meminta Maaf Sama Pacar

    Setiap orang pasti pernah ngelakuin kesalahan, entah itu ke teman, sahabat, pacar atau orang tua dan salah satunya dengan cara meminta maaf sama orang yang udah kita bikin marah atau kesel sama kita supaya bisa memaafkan kesalahan kita.

    Kali ini kita ngomongin minta maaf sama pacar aja yah!, soalnya gue mau nyeritain kisah gue waktu masih jadian sama dia sebut aja si 'M'. setiap hubungan pasti ada yang namanya berantem-beranteman, marah-marahan, tinju-tinjuan, smackdown-smackdownan (loh? ko malah nyambung kesitu, ini sih acara TV yang sempet ditutup karna ngga layak buat di tonton sama anak-anak di bawah umur, kecuali si anak itu punya keahlian kuhus seperti John Cena, Ray Mysterio, Batista dan masih banyak lagi yg ngga bisa gue absenin satu per satu).

    Ok back to topic

    Mereka juga punya cara yang berbeda-beda buat minta maaf sama pacarnya, begitu juga dengan gue. Sebenarnya gue juga ngga tau masalahnya itu apa yang penting gue udah siap siaga kalau nanti ada masalah sama dia, kan ada pepatah sedia nasi goreng, telur setengah mateng, bubur kacang ijo, mie rebus, mie goreng, kopi susu, air putih (ini mah bukan pepatah tapi daftar menu warteg yg ada di pinggir jalan, haha) maksud gue sedia payung sebelum hujan, hehe! Takutnya gue punya salah yg gue sendiri ngga tau tapi dia tau.

    Waktu itu gue cuma ngirim pesan lewat jejaring sosial yaitu facebook soalnya kalau nelpon atau ngomong langsung gue sering lupa apa yg mau gue omongin, takutnya malah bikin dia BT.

    Mau tau pesannya itu seperti apa?
    Sebenarnya ini masalah pribadi cuma gue dan dia yg tau. tapi ngga apalah gue kan udah ngga ada hubungan lagi sama dia (mudah2an aja dia ngga baca)

    Isi pesannya itu kaya gini : ( seinget gue, hasil editan juga)

    sayang, aku ngga tau mau mulainya dari mana.
    tapi jujur aku ga bermaksud apa-apa ngirim pesan kaya gini ke kamu. tapi aku cuma pengen manfaatin fungsi dari FB ini.

    sayang,
    aku minta maaf yah, kalau selama ini, aku blm bisa bwt km bahagia, ga prnh ada disaat kmu butuh ak, kurang prhtian, ga romantis mungkin, ga kaya cowo-cowo lain yg sering ngajakin cewenya jalan, maen, nonton, pokonya yang bisa bikin kamu seneng deh, disaat bersma aku maupun ngga lgi brsama aku dan masih bnyak lagi kekurangan yg ada pada aku yg belum ak sadari tapi mungkin km mengetahuinya. tapi syukur-syukur kamu bisa nerima aku apa adanya ya yank.

    maafin aku juga, kalw aku selalu nuntut kamu. harus sayang sama aku lah (padahal aku tau sayang itu ngga ada paksaan tapi timbul dengan sendirinya), hrus sms ak klw aku ga sms kmu (kalau ngga punya pulsa juga pokoknya harus sms. loh?)  dan yang terakhir yng prnah aku bilang ke kamu yaitu hapus semua foto-foto mantan kamu maupun editannya yang ada di FB kmu (sebenarnya ini sih sepele tapi masa kamu ngga ngehargain aku sebagai cowo kamu). ini ak lakuin karna aku syg kmu,
    tapi gapalah yank itu hak kamu, yg penting aku udh nerima km ap adanya, bagaimana kmu, , , , siapapun kmu, , , , apapun kelebihan kmu , , , kekurangan kmu,.

    maafin juga, kalau selama ini aku jarang ada buat kmu, disaat kmu susah, lagi sedih bahkan ada masalah sekalipun. sekali lagi mafin ak yh.!
    tapi,

    intinya sekrng aku udh bisa nempatin km di hati ak yg paling dalam (kalau ngga percaya coba belah dada aku yank, hehe), pokonya semua tentang kamu udah aku simpen dalam hidup aku untuk selamanya. karena aku sekrng bukn sekedar cinta sm kmu, tapi aku sayang ,,
    sayang , ,
    sayang , ,
    sayang , , (sayang anak, sayang anak , sarebuan sarebuan, dipilih dipilih dipilih, hehehe)
    sayang banget , , ,
    aku pengen kmu hidup bahagia.
    yaa, mungkin keinginan aku standar sama kaya kebanyakn org yg syang sm org lain. tapi emang bener aku pengen kamu bahagia,

    sayang, ,
    sekarang aku baru sadar, kebahagiaan kmu adalh segalanya bagi aku,
    jadi,
    kalau kmu ga bahagia ngejalani ini semua, ngejalani hubungan ini, aku beri kmu kebebasan asalkan kmu bahagia. meskipun itu menyakitkan bagi aku. daripada kmu ga bahagia yank ? (hhem yg bener? ngga gitu2 juga sih!! hehe)
    karena yng trpenting dlm hidup aku, melihat orng yg aku sayang bahagia.
    karena cinta ga harus memiliki, ngga bisa dilihat oleh mata, di injek-injek sama kaki, dilempar sana lempar sini, banting sana banting sini tapi dari hati, hati aku dan kamu.

    sekarang terserah kamu yank,
    baiknya gimana? mau kamu kaya gimana? aku ga mau kamu ngejalanni ini smua dgn kebohongan, ga ada kebahagiaan yg bisa kmu ambil dari hubungan ini. itu sama aja kmu nyiksa diri kamu sendiri dengan hubungan ini. aku ga mau kamu merasa tersakiti dan terbebani ngejalani hubungan ini dengan aku.

    kalau memang kita ditakdirkan untuk berpisah, aku udah siap nerimanya . karena sperti aku bilang tadi 'Cinta ga harus memiliki' (perlu digaris bawahi)

    maafin aku kalau aku belum sempurna untuk kamu. tapi aku mencoba untuk sempurna buat kamu.

    aku sayang sama kamu.

    (selesai)


    Menurut kalian cara gue ini salah ngga? Terlalu pede atau lebai ngga?
    Sah-sah aja kan yah? (gue harap kalian bacanya ngga sambil ngeludah kesana kesini, hehe)

    Kalian tau ngga dia bales apa? dia bales kaya gini :

    "ya allah sayang km ngomng apa sh? ga seharus'y km ngmng gtu, aku udh nerima kamu apa ad'y, aku jg sayng km,ga mau pisah.." (so sweeettt!!)

    Kalau kamu yg baca postingan ini, maafin aku yah, aku ngga punya maksud apa-apa ko.

    Jumat, 24 Juni 2011

    Menulis dan Membaca Seperti Sebuah Kertas dengan Pena

    Menulis adalah sebuah kegiatan yang mampu mengekspresikan pemikiran seseorang kedalam bentuk tulisan atau karya sastra baik itu ide, perasaan dan imajinasi. seseorang bisa menulis dimana saja dan kapan saja, tetapi harus dilandasi dengan sebuah ide sebagai objek untuk kita tulis, karena menulis tanpa ide seperti manusia yang tidak mempunyai tujuan hidup atau tidak terarah. ide tidak akan datang dengan sendirinya melainkan ide itu datang ketika kita ingin terus berpikir luas.

    Siapapun bisa menulis asalkan kita mempunyai semangat dan kemauan yang tinggi untuk terus mengasah kemampuan kita dalam menyalurkan ide kita, perasan kita dan imajinasi kita. bahkan aktifitas kita sehari-haripun bisa kita tuangkan kedalam bentuk tulisan.

    Menulis tidak lepas dari membaca, menulis dan membaca diibaratkan seperti sebuah kertas dengan pena yang saling melengkapi satu sama lain. untuk itu demi kesempurnaan tulisan kita sering-seringlah membaca supaya tulisan kita bisa diterima oleh pembaca. yah, meskipun tulisan kita belum sesempurna sastrawan, seprofesional wartawan tapi kalu diasah terus menerus dan dipraktekan dengan rutin, insya Allah tulisan kita bisa disejajarkan dengan sastrawan-sastrawan manapun. diterima pembaca yang satu belum belum tentu diterima pembaca yang lain, bagus kata ini belum tentu bagus kata itu. karena pembacalah yang bisa memotivasi kita agar tulisan kita bisa lebih baik lagi sesuai dengan kebutuhan pembaca.

    Menulis bukan berarti harus formal, nonformal juga tidak menutup kemungkinan bisa diterima oleh masyarakat. contohnya kaum remaja yang lebih menyukai tulisan berbentuk nonformal. selain gaya bahasanya yang mudah dicerna, inti dari tulisannyapun bisa langsung kita pahami. nah, dengan begitu kita juga harus bisa menyesuaikan tulisan kita, dimana kita harus formal dan nonformal, supaya tulisan kita bisa meyeimbangkan sesuai dengan kebutuhan pembaca.

    Banyak orang yang menilai menulis itu susah dalam merangkai kata-kata, justru dengan susahnya kita merangkai kata-kata, malah kita akan terus termotivasi untuk berpikir lebih luas lagi dalam menetukan  sebuah tulisan. ketika kita kesulitan dalam merangkai kata-kata lebih baik kita mencobanya untuk menuangkan kata-kata yang ada dipikiran kita tersebut kedalam tulisan. siapa tau aja kita bisa menyusun kata-katanya setelah kita bisa melihat kata-kata yang telah kita tuliskan.

    Kita sebagai generasi penerus bangsa yang ingin melestarikan karya sastra dikalangan remaja. mulailah dari sekarang untuk terus menuangkan ide dan pikiran kita kedalam bentuk tulisan demi melahirkan kembali sastrawan-sastrawan baru di Indonesia.  :-)

    Rabu, 22 Juni 2011

    Masihkah Ada Kebahagiaan di Negeri Ini?

    oleh : Lukman Maulana

    Kau tinggikan gedung-gedung mini
    Dengan melebarkan korupsi di negeri ini
    Apakah kau pernah berpikir
    Akibat dari semua ini

    Kekejaman yang selalu menyapa kami
    Berharap kebahagian yang akan menghampiri
    Tapi itu semua hanya mimpi
    Yang terkadang menyiksa batin ini

    Kami bosan,
    Dengan semua penyesalan yang kalian lontarkan
    Lewat pemerintahan yang tak beraturan
    Rakyat yang terjamin mendapatkan kesejahteraan
    Sedikitpun tidak pernah kalian pikirkan

    Apakah cukup hanya terdiam
    Negeri ini akan tenang
    Apakah cukup dengan berpangku tangan
    Semua akan senang

    Dimana letak solidaritas ini
    Jika kita masih mementingkan diri sendiri
    Akankah semua ini akan berakhir
    Dengan kebahagiaan yang akan kita ukir, di Negeri tercinta ini

    Minggu, 19 Juni 2011

    News About Class

    XI IPA 2 TP 2009/2010
    oleh : Lukman Maulana

    Kelas XI IPA 2 merupakan kelas yang paling fenomenal di MAN 1 Bogor. karena semua ketua berbaur di kelas XI IPA 2. baik itu ketua OSIS, MPK, Pramuka, Paskibra dan PMR. Bahkan ketua SATGAS pun ada disini (XI IPA 2.red).

    Menurut ketua kelas XI IPA 2, Lukman Maulana. Kelasnya itu seperti Bhineka Tunggal Ika. "Kelas XI IPA 2 itu seperti bhineka tunggal ika, karena meskipun kami itu berbeda-beda, ada OSIS, MPK, PRISMAN, Pramuka, Paskibra, PMR dan lainnya. tapi kami tetap satu yaitu XI IPA 2", ungkap Lukman saat ditemui di ruang OSIS MAN 1 Bogor kemarin siang.

    Dengan adanya para ketua di XI IPA 2 memudahkan Lukman selaku ketua OSIS MAN 1 Bogor dalam berkoordinasi ke organisasi-organisasi di MAN 1. "Saya sangat terbantu sekali dengan adanya para ketua kelas disini, saya jadi lebih mudah dalam berkoordinasi ke ekskul maupun inkul terutama dalam hal program kerja", ujarnya.

    Kalau masalah tugas XI IPA 2 masih ada yang tidak mengerjakannya loh!. "yah, setiap kali kami diberi tugas oleh guru masih ada teman-teman di XI IPA 2 yang melalaikannya, contohnya kalau diberi tugas yang seharusnya dikerjakan di rumah tapi masih ada yang mengerjakannya di sekolah, dari situlah kami merasakan kebersamaan dan kekompakan meskipun dalam hal kejelekkan, hehe!", kata ketua kelas XI IPA 2 sekaligus ketua OSIS MAN 1 Bogor sambil tertawa. "ngga semuanya itu selalu sempurna, meskipun disini banyak aktifis organisasi, tetep aja yang namanya tugas masih ada yang terabaikan, kami juga kan manusia", tambahnya. 

    kekompakan, kebersamaan dan tidak ada diskriminasi merupakan prinsip yang diterapkan di kelas XI IPA 2. "kami disini selalu menjunjung tinggi rasa kebersamaan, kekompakan dan tidak ada yang saling membeda-bedakan satu sama lain terutama dalam hal pelajaran", kata Lukman Maulana.

    Jumat, 17 Juni 2011

    Sambutan Ketua OSIS dalam Buku Tahunan

    Assalamu'alaikum W.W.

    Puji syukur kehadirat Allah SWT. berkat rahmat dan kuasa-Nya, alhamdulilah buku tahunan ini sekaarang ada di hadapan kita. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW.

    Saya mewakili pengurus OSIS Periode 2009/2010 mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut serta dalam pembuatan buku tahunan ini. Insya Allah akan memuat semua kenangan kita dalam memoar masa putih abu yang bahagia, ceria, penuh kenangan indah tiada tara.

    Semoga Alla selalu memberikan ridho-Nya dalam setiap langkah kita untuk meraih angan dan cita-cita kita. selamat jalan kawan dan terus berjuang, raih masa depan penuh kesuksesan karena sukses ada di tangan kita.

    Wassalamu'alaikum W.W