Sabtu, 31 Desember 2011

Selamat Menempel Kalender Baru 2012

"Selamat Tahun Baru 2012"
Kalimat di atas kini menjadi tagline semua media, baik cetak maupun elektronik. Bahkan baliho dan spanduk besar atas nama produk-produk iklan yang dipasang di jalan sampai ke pusat pembelanjaan ikut serta dalam menggunakan tagline tersebut. Mungkin sudah menjadi tradisi modern sebagai penyambutan tahun baru, baik di akhir Desember maupun di awal Januari.

Setiap ucapan memang mengandung doa tapi yang menjadi pertanyaan gw sekarang "Dimana letak doanya itu?" di bagian kata 'selamat' mungkin? selamat kenapa? kenapa tahun baru aja harus diselamatkan? ada apa di tahun baru? dan seberapa besar pengaruh dari kalimat ucapan tersebut untuk kemaslahatan hidup manusia? haruskah kita mengucapkan selamat tahun baru? halah!!! pertanyaan gw makin ngga penting, mungkin karena gw nya aja terlalu bodoh.

Ucapan selamat tahun baru dan mengucapkannya, menurut gw sesuatu yang ngga penting dan ngga ada gunanya juga, apalagi diucapkannya lewat TV, Koran, baliho, sampe ke SMS pun penuh dengan ucapan selamat tahun baru.

Gw ambil contoh ucapan tahun baru lewat SMS dari temen yang gw terima tadi siang.
Waktu untuk berbagi, waktu untuk mencintai, waktu untuk mengampuni, waktu untuk sukacita, waktu untuk menghibur, waktu untuk mengumpulkan, saatnya untuk mengucapkan Met Tahun Baru 2012.
Dan yang ini SMS yang bikin gw berkata "uasuasuasuASUUUUUUUU!!!" setelah baca SMS yang gw terima barusan.
Is it the NEW YEAR EVE that people talking about? IPB emang jahaaaaat ;-> kenapa uas mesti tanggal 2 ??? Katakan ini dengan cepat : uasuasuasuASUUUUUUUU!!!
Benar juga yah, kenapa UAS harus tanggal 2? gw takut kertas jawaban UAS gw malah diisi dengan ucapan "Selamat Tahun Baru 2012, semoga dosen berbaik hati dengan memberi saya nilai A mutlak, dan dicintai sama mahasiswa nya di tahun 2012"

Kembali ke topik

Daripada kita sibuk dan menyibukkan orang lain dengan ucapan selamat tahun baru 2012, mendingan yang pasti-pasti aja deh, bukan berarti mengucapkan selamat tahun baru itu ngga pasti tapi udah basi.


Itu adalah status facebook gw sebagai contoh ucapan yang pasti dalam menyambut tahun baru 2012. Kenapa? yah karena menurut gw semua orang pasti mengganti kalender lamanya dengan menempel kalender barunya (kalender 2012). Daripada ucapan selamat tahun baru yang semua orang udah tau mendingan Selamat Menempel Kalender Baru 2012 yang semua orang belum tau jadi tau.

Selamat Menempel Kalender Baru 2012 (catatan: bagi yang sudah punya)

Rabu, 28 Desember 2011

Doa Akhir Tahun 2011

Ya Allah, terima kasih atas nikmat yang telah Engkau berikan di tahun ini, atas doa-doa yang selalu kau kabulkan dan atas waktu yang membuat saya jadi lebih bersabar di tahun yang penuh dengan perjuangan.

"Ya Allah, apa yang telah kami lakukan sepanjang tahun ini dari apa yang Engkau larang kami daripadanya, maka tidak sempat kami bertaubat darinya dan Engkau tidak meridhainya dan tidak Engkau melupainya dan Engkau berlemah lembut kepada kami walaupun Engkau memberi peluang supaya kami bertaubat setelah kami melakukan maksiat kepada Engkau, maka sesungguhnya kami memohon keampunan Engkau, maka ampunilah kami".

Semoga di tahun 2012, saya bisa mendapatkan kembali dari apa yang saya butuhkan, tetap dalam keridhoan-Mu. Amin.

Minggu, 25 Desember 2011

Selalu Ada dan Tetap Ada

Adakah tahun yang lebih baik dari tahun ini?
Adakah orang yang paling berjasa dari tahun ini?
Adakah orang-orang baik yang Kau kirim seperti tahun ini?
Adakah doa yang akan terkabul seperti tahun ini?
Adakah nikmat yang lebih dari tahun ini?

Adakah waktu untuk tetap hidup seperti tahun ini?
Adakah cerita yang akan disambung setelah tahun ini?

Dan jawabannya,

Selalu Ada dan Tetap Ada
Insya Allah

DAUN DI ATAS SANA

Ketika kau di atas sana
Sungguh indah, bahkan kau sumber kehidupannya
Semua orang berharap lebih darimu
Aku tidak tahu jika tidak ada engkau di atas sana

Warnamu yang hijau
Membuat dunia lebih dingin
Lebih dari sekedar dingin
Karena fotosintesis-mu yang membuatku kagum akan kebesaran-Nya

Ketika kau terjatuh
Semua bagian-bagian itu menangis
Menangis, kepada siapa lagi mereka berharap
Selain kepada kau yang masih di atas sana

Kau diinjak, bahkan dibakar
Semua orang tidak peduli dengan keadaanmu
Jasamu yang terlupakan
Atau mungkin jasamu hanya ada di atas sana

Tapi, aku tetap kagum
Dengan keaadanmu yang sudah tidak dibutuhkan
Kau berusaha untuk dibutuhkan
Bahkan lebih ketika kau masih di atas sana

Kau telah mengajarkanku
Untuk tidak menyalahkan siapapun
Termasuk angin,
Yang membuat kau terjatuh dari atas sana

(Karya : Lukman Maulana)

Sabtu, 24 Desember 2011

Dunia itu Masih Abstrak

Lagu itu? yah benar, lagu itu. Lagu yang kembali mengingatkan gw kepada sesuatu yang masih abstrak, ketika gw harus mencoba memilih untuk mengikuti ke-abstrak-an itu.
Lama sudah ku mencari apa yang hendak kulakukan
segala titik kujelajahi tiada satupun kumengerti
tersesatkah aku disamudra hidupku #Nugie-Lentera Jiwa#
Gw jadi inget perkataan Plato seorang filosofii dunia, yang gw ambil dari Novel 5 cm. Bunyinya itu kaya gini, 

"Nantinya dalam kehidupannya setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan, kemapanan dan mereka senang berada di dalamnya karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut".


Mengingat perkataan Plato setelah mendengar lagu Lentera Jiwa nya Nugie, gw jadir mikir, kalau yang ada sekarang itu ternyata masih abstrak. Dan kita masih takut untuk berada pada ke-abstrak-an itu, termasuk gw. Namanya juga abstrak, sesuatu yang belum pasti, sesuatu yang belum diketahui, sesuatu yang membuat kita atau gw untuk berhati-hati, berhati-hati ketika kita sudah terlanjur memilih ke-abstrak-an itu, Alhamdulilah yah! sesuatu, hehe #syahrini mode on.
Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku.
*Lentera Jiwa nya Nugie terus diputar*
 
Apakah ke-abstrak-an itu membuat gw jadi tidak berani, atau mungkin ini memang jalan hidup gw, jalan untuk berada pada ke-abstrak-an itu. Dunia itu memang masih abstrak yah, ketika kita sudah cukup tau ternyata ke-cukup-tau-an itu membuat kita tidak perlu keluar dari ke-abstrak-an itu sendiri.

Jujur, gw sendiri masih takut untuk keluar dari gua itu, gua yang membuat gw jadi nyaman, nyaman karena gw belum nemuin sesuatu yang lebih nyaman dari gua ini. Gw sama aja kaya mereka yang bahagia tapi tidak pernah tau tentang kebahagiaan itu sendiri, tidak mengenal diri mereka sendiri, semuanya kosong seperti tidak ada cahaya bukan gelap, karena ke-abstrak-an itu tadi.

Andai saja dunia itu tidak abstrak, mungkin sekarang gw udah berada pada satu ke-abstrak-an itu, tidak perlu lagi untuk memilih, tidak perlu lagi untuk mencoba memilih dan tidak perlu lagi untuk berjuang dan berusaha dalam pilihan yang sudah di-abstrak-an. Tapi nyatanya, dunia itu masih abstrak yang menuntut gw agar lebih berani untuk memilih, berani berjuang untuk berusaha dan berani untuk keluar dari ke-abstrak-an agar nantinya gw bisa menemukan ke-abstrak-an yang sesuai dengan apa kata hati gw.
Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang selalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku.
Se-abstrak-abstrak-nya dunia, kalau kita sudah tau tentang ke-abstrak-an itu sendiri gw yakin kita tidak akan pernah tersesat lagi untuk menentukan ke-abstrak-an yang baru dan tetap nyaman meskipun kita telah meninggalkan ke-abstrak-an yang telah lama kita tinggalkan.

Tentang Warna Terakhir

Hidup itu memang pilihan, pilihan untuk terus memilih, pilihan untuk memilih warna, pilihan untuk dipilih warna, dan pilihan untuk membuat warna. Bahwa hidup bukan sekedar hitam dan putih, melainkan sebuah pelangi yang indah karena mempunyai warna yang berbeda. Warna yang membuat kita berani untuk bermimpi, warna yang membuat kita berani untuk memilih, karena hidup itu kembali kepada pilihan, pilihan yang mempunyai banyak warna karena warna itu adalah mimpi.

Imajinasi gw mulai penuh dengan warna, tapi gw sendiri bingung sama warna itu sendiri, terlalu banyakkah? sehingga warna itu menjadi abstrak yang sulit untuk dilihat, sulit untuk dipadukan dengan warna-warna yang akan gw ciptakan kembali, warna yang akhirnya malah membuat gw meraba-raba, meraba karena takut? meraba karena hati-hati? meraba karena gw ini memang pecundang, pecundang yang hanya berani bermimpi tapi tidak berani untuk mempercayai mimpi itu sendiri.

Apakah warna merah yang akan menjadi warna terakhir gw? warna merah yang mempunyai keberanian, warna yang terus memperjuangkan warna itu sendiri, warna yang terus bersaing, bersaing dengan warna yang lain.

Atau mungkin biru? biru yang akan menjadi warna terakhir gw. Biru yang membuat jiwa ini tenang, biru yang terus mengalir mengikuti apa kata nasib, biru yang terus mengalah demi warna lain, biru yang tidak bisa berbuat apa-apa karena alasan ingin tetap tenang, tidak pernah mengambil risiko, apapun itu. Karena biru yang gw rasa punya satu pendirian yang tetap pada warnanya sendiri

Kuning mungkin? warna yang membuat gw jadi plin plan, warna yang membuat gw menjadi lebih tingi untuk tetap berada pada warna itu, warna yang malah bikin gw terus menunda-nunda masalah, masalah untuk tidak berani memilih warna yang lain, warna yang lebih dari kuning.

Hijaukah? warna yang hanya pasrah pada keadaan, warna yang hanya percaya pada keberuntungan, warna yang membuat gw bangga pada hasil yang gw capai, yang jatuhnya pada kesombongan yang terus berbangga diri. warna yang hanya punya satu keinginan yaitu tetap pada warna ini.

Apa Coklat? warna yang gw pilih sebagai warna terakhir? warna yang telah membuat gw selalu pesimis, pesimis ketika gw sudah memilih warna yang lain, warna yang mengharapkan kebahagian ketika gw harus tetap dengan warna ini.

Argghhh!!! gw makin bingung sama warna hidup gw sendiri, gw takut salah pilih warna, gw takut kejebak oleh warna gw sendiri, warna yang seharusnya bisa menentukan agar dunia ini tidak hanya hitam dan putih melainkan pelangi, pelangi yang datang dengan pesona keindahan warnanya ketika dunia selesai menangis, menangis kerena manusia tidak berani untuk membuat warna sendiri.

Semoga warna yang gw pilih bukan merah, biru, kuning, hijau maupun coklat, melainkan warna baru yang gw ciptakan sendiri sebagai warna terakhir dalam hidup gw.

Jumat, 23 Desember 2011

Rasa Takut itu Masih Ada

Entah karena hal apa yang bikin gw merasa takut, mungkin karena kekurangan gw yang selalu menonjol dibanding kelebihan gw? atau mungkin karena belum nemuin kelebihan yang ada pada diri gw, satupun itu?  bisa jadi, mungkin karena gw selalu merasa takut pada sesuatu yang belum gw coba?.

Dalam diam, kadang hati ini lebih banyak berbicara ketimbang lidah yang seharusnya lebih banyak mengeluarkan kata-kata, batin yang selalu berontak membuat raga ini selalu diam untuk menenangkan. Apakah ini yang disebut monolog kehidupan yang selalu gw tampilkan di pangung sandiwara lakon yang lebih banyak menyalahkan pada keadaan? keadaan yang membuat gw tidak berani menelusuri hutan kehidupan, dimana letak sumber mata airnya terletak pada hati kecil yang selalu menuntun pada kebaikan. Tapi, hati kecil itu kini mulai menutup diri dari kenyataan yang seharusnya dinyatakan, entah ada yang menutupnya atau gw sendiri yang menutup, gw ngga tau.

Monolog kehidupan itu rasa takut, takut karena tidak bisa menuruti kata hati, takut karena selalu terbawa emosi, takut karena imajinasi gw terlalu tinggi, takut karena mimpi itu ternyata sulit untuk dimiliki, dan takut kerena mulut ini lebih meminta untuk membisu meskipun batin selalu meminta untuk jangan membisu. Perang pun dimulai antara emosi, perasaan dan imajinasi. Kapan gw bisa berubah? kapan gw mau merubah? jika ternyata kekurangan itu selalu membayang-bayangi keadaan yang seharusnya mulai bisa gw rubah karena gw ngga mau dirubah. Dan gw mulai ngelantur karena rasa takut itu masih ada.

Gw ngga mau tampil sendirian melewati monolog ini, gw butuh mereka, mereka yang selalu meneproki kelebihan gw sebagai pemberi energi untuk terus berekspresi melewati hidup yang penuh dengan kreasi imajinasi, mereka yang ngga mau melihat gw yang selalu meratapi kekurangan dan mereka yang mempunyai harapan yang sama, harapan yang ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Semakin kesini, rasa takut itu mulai menjadi penghalang, penghalang untuk terus mempercayai mimpi. Gw udah tau itu tapi kenapa gw ngga bisa keluar dari lingkaran takut itu? lingkaran yang melingkari untuk tetap diam, diam karena tidak mau ambil pusing, diam karena mereka lebih baik dari gw, lebih sempurna dan lebih punya banyak mimpi dari gw.

Cukup!!!

Gw mulai muak sama monolog ini, Gw ngga mau menjadi lakon yang terus bermonolog seorang diri, lakon yang terus berharap pada keajaiban. Gw ingin lepas, gw ingin bebas mengungkapkan isi hati, karena gw percaya harapan-harapan itu masih ada, jalan meraih mimpi itu masih terbuka lebar dan gw mempercayai itu meskipun rasa takut itu masih ada. Gw yakin perubahan itu bukan hanya diam, perubahan itu perlu gerak, perubahan itu butuh bicara dan perubahan itu harus mengikuti apa kata hati nurani yang tidak menginginkan rasa takut itu kembali membayangi.


IBU

Ibu,
Putihnya karang tak seputih cintamu
Hangatnya mentari tak sehangat kasih sayangmu
Lembutnya sutra tak selembut belaianmu

Ibu,
Setiap nafas yang terbuang
Setiap waktu yang tersisa
Dan, setiap doa yang ku panjatkan
Aku hanya ingin melihatmu bahagia
Tersenyum lepas seperti burung yang baru bisa terbang
Berdiri kokoh seperti gunung mahameru di tanah jawa

Ibu,
Jika aku akan meninggalkan dunia
Aku ingin engkau orang pertama yang ada disampingku
Seperti waktu engkau melahirkan aku ke dunia
(Karya : Lukman Maulana)

Kamis, 22 Desember 2011

Maafkan Aku Ibu

Ketika ada seorang teman bertanya, "Pernah gak bilang ‘AKU SAYANG IBU’ langsung ke Ibu kalian?" jujur, untuk saat ini aku belum bisa bilang AKU SAYANG IBU langsung ke Ibuku, tiga kata yang sepertinya gampang untuk diucapkan tapi bagiku sulit untuk mengucapkannya apalagi langsung. Entah karena alasan nunggu waktu yang tepatlah, malulah, buat apalah, arghh!! sungguh bodoh sekali diriku. Sedangkan Ibuku mudah sekali mengungkapkannya "Ibu sayang kamu, nak!" meskipun tidak lewat kata-kata, tapi terlihat dari raut wajahnya, seakan-akan memancarkan sinar kasih sayang yang tak terhingga.

Aku jadi inget sebuah lagu waktu aku kecil yang liriknya kaya gini :
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.
Memang benar kasih ibu itu tak terhingga, mau diukur oleh alat pengukur yang paling teliti sekalipun tidak akan bisa mengukur kasih sayangnya. Seluas-luasnya samudera, sedalam-dalamnya lautan dan setinggi-tingginya daratan tapi tak ada yang lebih luas, tak ada yang lebih dalam dan tak ada yang lebih tinggi dari kasih sayang seorang IBU kepada anaknya, seperti lilin yang rela meleleh demi menerangi kegelapan.

Maafkan aku Ibu, di waktuku yang sudah menginjak masa remaja ini, tapi aku belum bisa mengucapkan ketiga kata itu, kata yang sangat sakral bagiku tapi ada pesan yang begitu dalam, bahkan lebih dalam dari sekedar kata-kata mutiara sekalipun. Terlalu munafikkah aku ini? terlalu sombongkah diri ini? aku bahkan tidak tau cara mengungkapkannya.

Ibu, tulisan ini aku dedikasikan untukmu, atas kasih sayangmu, atas doa-doa yang selalu kau panjatkan untukku, atas jasamu yang tak akan terbalas, dan atas belaian tanganmu yang telah membuatku lebih semangat, lebih berani dan lebih leluasa untuk menapaki jalan hidup yang penuh dengan cobaan ini.
Ibu,
Putihnya karang tak seputih cintamu
Hangatnya mentari tak sehangat kasih sayangmu
Lembutnya sutra tak selembut belaianmu

Ibu,
Setiap nafas yang terbuang
Setiap waktu yang tersisa
Dan, setiap doa yang ku panjatkan
Aku hanya ingin melihatmu bahagia
Tersenyum lepas seperti burung yang baru bisa terbang
Berdiri kokoh seperti gunung mahameru di tanah jawa

Ibu,
Jika aku akan meninggalkan dunia
Aku ingin engkau orang pertama yang ada disampingku
Seperti waktu engkau melahirkan aku ke dunia

(Karya : Lukman Maulana)

Sekali lagi, maafkan aku Ibu, saat ini aku belum bisa membahagiakanmu, belum bisa manjadi seorang anak yang berbakti kepadamu dan yang paling memalukan, aku belum bisa bilang "AKU SAYANG IBU". Tapi satu hal yang ingin aku bilang lewat tulisan ini "AKU SAYANG IBU" selamanya.

~Selamat Hari IBU~

Minggu, 04 Desember 2011

BANGUN

Jangan bangunkan aku
Jika ternyata kemunafikan itu masih ada
Karena mimpi buruk lebih indah
Daripada harus melihat kemunafikan yang sudah dianggap biasa

Jangan bangunkan aku
Jika ternyata jeritan hati masih tak didengar
Karena suara nyamuk lebih merdu
Daripada harus mendengar jeritan yang dirisaukan

Jangan bangunkan aku
Jika ternyata kekerasan batin semakin menjadi
Karena kerasnya bantal lebih lembut
Daripada harus merasakan batin yang bisa dibeli

Jangan bangunkan aku
Jika ternyata terali besi tidak ditakuti
Karena kasarnya selimut lebih halus
Daripada harus meraba terali besi bekas orang berdasi

Tapi, bangunkan aku
Jika aku memilih untuk tidur selamanya
Karena kebahagiaan itu akan selalu ada
Jika mereka telah tiada

(Karya: Lukman Maulana)

Minggu, 27 November 2011

Dibalik Nama 'Juragan Kuman'

Setiap nama atau penamaan pasti mempunyai arti tersendiri. Sebuah arti yang mengandung doa, harapan, dan keinginan si pemberi nama. Begitu juga dengan nama blog ini, blog Juragan Kuman. Kenapa dua kata itu yang gw pilih untuk dijadiin judul sebagai identitas blog gw?, sebuah nama yang menggabungkan dua kata, Juragan dan Kuman.

Oke, gw mau ngejabarin arti dari kata Juragan terlebih dulu.
Juragan yaitu :

  • - sebutan orang upahan thd majikan; tuan; nyonya;
  • - pemilik perusahaan (terutama perusahaan batik): ia adalah seorang -- batik yg kaya raya; dan
  • - pemilik dan pemimpin perahu (kapal) Sumber : http://artikata.com/arti-332218-juragan.html

Arti yang gw cetak paling gede itulah maksud dari penamaan blog ini. Pemimpin perahu (kapal) atau yang biasa kita kenal dengan sebutan nakhoda yaitu orang yang memimpin dalam sebuah pelayaran, sang penakluk samudra yang berani ngambil risiko. Mungkin dengan penggunaan nama tersebut, sedikit mewakili keinginan gw terhadap blog ini, sebuah keinginan atau bisa jadi sebuah harapan gw, yah gw pengen suatu saat nanti, entah kapan itu, blog ini bisa seperti nakhoda yang mengarungi lautan (tepatnya lautan dunia maya), mengarungi kehidupan yang bisa diceritakan dan dibagikan kepada siapapun yang membutuhkan ataupun tidak membutuhkan agar bisa mengambil pelajaran dari apa yang telah gw lakukan, intinya ketika ada yang berselancar di dunia maya lalu tersesat di sini (Juragan Kuman.red), blog ini bisa menuntun mereka untuk merenungi (mudah-mudahan bisa menginspirasi) bahwa hidup bukan untuk diri sendiri melainkan untuk dibagi dan diceritakan.

Dan kata Kuman.

Sebenarnya kata ini cuma plesetan dari nama gw (Lukman = Kuman), tapi berhubung gw orangnya lebay, gw mau melebay-lebaykan arti dari kata kuman tersebut. Semua orang pasti tau apa itu kuman, organisme terkecil yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang tetapi mereka ada dimana-mana dan bisa menyerang siapa saja, entah itu anak-anak, remaja dan dewasa. Terus apa hubungannya dengan penamaan blog ini? hubungannya itu, kuman itu kecil tapi kalau mereka sudah berkelompok dengan kuman-kuman yang lain mereka bisa menjadi besar dan bisa menyebabkan penyakit, bahkan mendatangkan kematian jika tidak ditangani dengan serius.

Begitu juga dengan blog ini, yah mungkin blog ini masih kecil, isinya pun masih sedikit tapi kalau gw konsisten untuk terus menulis dan mengisi blog ini dengan postingan-postingan, gw yakin blog ini akan menjadi besar dan terkenal, tidak hanya satu, dua, tiga negara itu aja yang baca blog gw tapi seluruh negara yang ada di dunia. Baik anak kecil, muda, tua, mereka semua baca blog ini dan bukan karena alasan tersesat tapi mereka butuh, butuh akan keberadaan blog Juragan Kuman yang bisa mendatangkan penyakit seperti : ketagihan, kepuasan, kesenangan, dan kebahagiaan setelah membuka blog Juragan Kuman.

Jadi, Juragan Kuman yaitu sebuah blog yang ingin sekali bisa menginspirasi mereka (anak-anak, remaja dan dewasa), setelah membaca postingan demi postingan yang membuat mereka menjadi ketagihan, merasa puas, senang, dan bahagia setelah membuka blog Juragan Kuman yang gw tulis dari cerita hidup yang harus dibagi.

Mungkin itu arti di balik nama 'Juragan Kuman', sebuah nama yang tidak sekedar nama melainkan nama yang akan membesarkan orang yang memberi nama tersebut,

Minggu, 06 November 2011

Ngga Galau, Ngga Gaul?

Postingan kali ini terinspirasi dari friends facebook yang statusnya penuh dengan kata-kata 'GALAU'. Kata-kata galau kini makin marak di kalangan remaja, entah itu di dunia maya maupun di dunia nyata, atau mungkin sudah menjadi trendsetter yang katanya "ngga galau, ngga gaul" (ini mah kelewat gaul yang jatohnya jadi alay, haha). Ada yang belum tau arti galau?  yang belum pernah ngerasain galau? atau salah satu temen gw yang tiap harinya bikin status galau? haha mendingan gw jabarin dulu deh supaya lu nyambung baca postingan ini. (NB : yang sering ngegalau silahkan dibagi ilmunya ke temen-temen lu yang belum tau arti galau).

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), dikatakan “galau” berarti kacau (tentang pikiran), “bergalau” berarti (salah satu artinya) kacau tidak keruan (pikiran), dan “kegalauan” berarti sifat (keadaan hal) galau. Jadi galau itu suatu keadaan dimana pikiran kita sedang kacau, resah, bimbang, lagi badmood, ngga punya semangat, sedih-mellow dan sebagainya. Apakah dari kalian pernah ngalamin hal seperti itu? kalau ia, berarti kalian pernah galau, pastinya hehe.

Gw mau ngambil contoh galau dari status-status temen facebook yang gw baca barusan (paling baru), sumpah ngakak :D
  1. oh tuhan tolonglah hapus rasa cintaku aku ingin bahagia walau tak brsama dy. (Lu bisa ko bahagia, tapi kalau lu terus-terusan kaya gini, bikin status galau mulu, ini nandain kalau lu itu ngga pernah bahagia, gimana tuhan mau nolong lu, berdoanya aja lewat status FB, emangnya tuhan punya FB? saran gue, mendingan lu lupain dia, anggap aja lu ngga pernah kenal sama dia, kelar kan? dijamin lu bakalan bahagia meskipun dia udah ngga bersama lu lagi).
  2. Tak kah, dy mngetahui perasaan ni. (Ngga mungkin tau lah, lu nya aja ngasih tau perasaan lu lewat status, mending dia punya FB, kalau ngga? haduuhhh, saran gue, lebih baik lu terus terang aja sama dia, supaya dia tau perasaan lu kaya gimana).
  3. lo pengen gue benci lo, oke fine, gue akan benci lo koo, tenang aja, gue ikuti cara lo. (Gw tau kenapa dia pengen dibenci sama lu? dia pasti kemakan lagunya Radja yang judulnya 'Benci Bilang Cinta', haha. saran gue, mendingan lu jangan ikuti cara dia, ingat kata Pak Ustad ngebenci orang itu dosa)
  4. niaT baik di bales dengan kedendaman!!!!!! (Waw!!! serem euy, udah kaya pribahasa 'Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba" haha, saran gue, mendingan lu bales dengan kedendaman lagi, supaya dia punya niat baik sama lu, gampang kan *sesat*)
  5. heh MR.M bukannya anda yah yg so sempurna...mang elu kira lu cakep apah,...alay lu... sebel gua. (Kayanya lu deh yang alay, kenapa juga lu bikin status kaya gitu, supaya orang-orang tau kalau lu itu lagi sebel sama dia?, saran gue, mendingan lu terima aja, dia emang sempurna ko, cakep lagi, soalnya yang lu maksud itu gw, haha. NB : Di dunia ini ngga ada yg cakep selain gw, wkwk,)
  6. sepi..hampa..ky hati aq..humfh! (Udah kaya kuburan aja hati lu, soalnya yang gw tau, yang sepi-sepi itu biasanya di kuburan. saran gw, mendingan lu sekarang ambil hati lu *jangan nanya pake apa*, lu bakar supaya rame, yah rame, orang-orang pada ke rumah lu, ngucapin turut berduka cita karena lu telah tiada, hehe )
  7. Ngga usah munafik lah, aku jg tau km pasti ngga tega kan liat aku menderita karna galau. (Sumpah! ini orang jujur banget, liat deh kata terakhir dari status dia, haha. saran gw, tetap pertahankan kejujuran lu, karena jujur itu ibadah)
  8. Kaya pngen ingt ingt masa lalu terus !!Udah dunk !Lu tu sekerang sama gw :'(. (Sedih gw liat status ini :(, sedih karena gw ngga ngerti, haha, dia itu pengen nginget masa lalu apa kaya yang nginget masa lalu? ngebingungin kan? ngga karuan sama kaya arti bergalau, saran gue, gunain EYD yang bener, *lu kaya yang udah bener aja man*),
Itulah contoh galau yang gw ambil dari status facebook temen-temen gw yang sudah terjangkit Virus G4L4U. Terus kenapa sih kita galau? nah loh, kenapa ya? haha, pertama, mungkin kita ini terlalu mendramatisir masalah yang kita hadapi sekarang, sebenarnya masalah itu sepele, kita sendirilah yang membesar-besarkan masalah itu, jadinya udah kaya didramatisir deh. Kedua, selalu melihat ke belakang, sudahlah yang terjadi biarlah terjadi, lupain aja!, memang sih sakit, tapi akan lebih sakit lagi kalau lu terus-terusan kaya gini, selalu galau.

Ingat kawan, hidup ini ditakdirkan untuk indah, jangan karena galau hidup lu jadi ngga indah, kegalauan hadir karena kita sendirilah yang menghadirkannya. So, jangan biarkan rasa galau masuk dan bersemayam di hati kita yang seharusnya gembira dan selalu ceria. Sekali lagi, percaya deh!! kita ditakdirkan untuk bahagia.

Sabtu, 05 November 2011

Terima Kasih Atas TeguranNya

,Mungkin gambar-gambar ini mewakili keadaan gw sekarang, setelah keluarnya nilai-nilai UTS.

Sebelum ngeliat nilai UTS

 Dan, inilah

Setelah ngeliat nilai UTS
Lemes, nyesek, arggghhhhhh!!!!!!,
Tapi ya sudahlah ini kan masih nilai UTS bukan UAS. Memang sih masih UTS, apakah mungkin gw bisa ngejar dengan nilai-nilai yang sangat ngga diharepin ini? yang katanya UAS itu lebih sulit dibanding UTS, (ngga ada yang ngga mungkin jika lu bersungguh-sungguh! gw percaya sama lu, lu pasti BISAAAA!!! ).

Mungkin ini adalah hasil dari usaha gw yang kurang serius, usaha gw yang masih setengah-setengah sehingga apa yang gw dapetin sebanding dengan apa yang gw lakuin dan nilai kecillah yang jadi imbasnya. Terima kasih Ya Allah atas teguranNya yang Engkau berikan lewat nilai-nilai ini, mungkin kedepan gw harus lebih serius lagi, lebih rajin lagi, lebih tekun lagi, dan harus lebih bersyukur lagi, kerena gw tau tidak ada yang tidak mungkin bagiNya, Man Jadda Wa Jada, siapa yang bersungguh-sungguh, dia akan berhasil. Gw ngga akan nyerah, gw ngga mau berhenti begitu aja, dan gw ngga akan lagi merenungi nilai-nilai yang bisa matahin semangat gw,  gw yakin, gw bisa, gw bisa dapetin nilai A.

Sekali lagi, terima kasih Ya Allah atas teguranNya.

NB : Bersyukurlah kalian atas apa yang kalian dapatkan, berbahagialah kalian yang mendapatkan nilai tinggi, dan tersenyumlah kalian dengan senyuman paling bahagia untuk orang-orang yang mendapatkan nilai kecil karena kabar gembira telah menanti kalian di UAS nanti.

Minggu, 30 Oktober 2011

Ada 'misi' Apa Di Balik Ini Semua?

"PEMILU 2014 dipajuin yah?"
"Kata siapa?"
 
"Itu buktinya pamflet-pamflet bahkan spanduk-spanduk sudah mulai menghiasi setiap dinding di kampus kita" 

"Lu ngga tau? kita kan mau PEMIRA"

"PEMIRA? Pemilihan Raya? yang katanya pesta demokrasi di tingkat kampus yang menjadi miniatur pesta demokrasi bangsa itu?"

"Iah"

"Hah? itu kan cuma pemilihan biasa, yang nyaloninnya juga sama seperti kita, mahasiswa. Lantas dana darimana mereka? berani bikin pamflet yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan atau mungkin sebanyak mahasiswa yang ada di kampus ini? bikin pamflet itu ngga murah loh!"


"@#%$#^#HENING#$@##%^"


Mungkin ini yang menjadi pertanyaan besar bagi mahasiswa untuk calon yang katanya bakalan memimpin kita setahun kedepan, penyambung lidah mahasiswa kepada rektor, penggerak dalam sebuah aksi, baik horizontal maupun vertikal, penenang ketika di lingkungan kampus terjadi bentrok antara mahasiswa dengan dosen, atau apalah definisinya itu gw ngga tau, yang jelas disini, yang jadi pertanyaan gw, darimana kah dana yang memfasilitasi mereka untuk berkampanye? yang notaben si calonnya itu mahasiswa yang belum berpenghasilan.

Hari kamis kemarin, tepatnya hari terakhir UTS untuk angkatan 48, kebetulan kelas gw kebagian ruang UTS di TPB yang sebelumnya selalu kebagian di FPIK-FAPET-FPIK-FAPET (sekali-kali di astri ke, hehe), maklumlah kelas terakhir di kelompok P, di situ gw liat, dipojokan yang mau ke kortan sama ke FMIPA menggantung sebuah spanduk berukuran besar yang kalau di asumsikan sebuah kain bisa dibikin baju 3-4 stel atau lebih.

Jujur gw ketipu sama isi spanduk itu, gw ngiranya itu merupakan program dari IPB, eh ternyata, pas gw buka alamat websitnya, itu adalah bentuk kampanye dari mereka. Memang sih menarik, menarik banget sampe-sampe gw ketarik alias ketipu, yang bikin menarik dari spanduk itu yaitu isinya, disitu sama sekali ngga ada embel-embel si calon dan wakil calonnya, cuma tulisan biasa yang ternyata maksud tulisan disitu merupakan akronim dari nama si calon dan wakil calonnya, dan yang lebih memprihatinkan lagi, spanduk itu dipasang di atas ibu-ibu, bapak-bapak bahkan anak kecil yang lagi berjualan disitu. Mereka itu ngga mikir apa?, coba deh kalian bayangin, yang berjualan tadi, mereka itu susah payah mencari uang untuk memenuhi kebutuhan mereka dengan cara berjualan, tapi apa yang dilakukan calon pemimpin kita? sebaliknya, mereka malah menghambur-hamburkan uang dengan cara membuat pamflet atau spanduk untuk memenuhi kebutuhan mereka yang dananya itu patut dipertanyakan. Mereka berarti tidak jauh beda dengan petinggi-petinggi di negeri ini, ketika rakyat kecil menjerit-jerit tentang kemiskinan, kekurangan pangan, kenaikan harga ini itu, pendidikan tapi mereka malah berfoya-foya, berleha-leha dan ber hip-hip hura tanpa memikirkan keadaan di sekeliling mereka (rakyat.red). Calon pemimpin seperti inikah yang mau kita pilih? atau jalur golputkah yang tepat untuk menyuarakan suara kita dalam PEMIRA nanti?

Gw balik ke asrama, ternyata sama, pamflet yang ukurannya sama dengan poster-poster di kamar gw turut menutupi semua informasi penting yang ada di mading lorong dengan sesuatu yang ngga penting, dalam benak gw timbul pertanyaan-pertanyaan baru, apakah dari angkatan 48 ada yang menjadi salah satu dari tim sukses mereka? atau dari pihak SR kah yang membantu mengkampanyekan mereka di lingkungan asrama? Entahlah.

Kembali ke topik permasalahan,
Sebenarnya, misi mereka yang sebenarnya itu apa sih? apa ada misi tersendiri sehingga mereka berani merogoh kocek yang sangat besar hanya untuk memenangkan dalam PEMIRA ini? mereka berani mengeluarkan uang pasti mereka juga 'nantinya' mengaharapkan uangnya itu kembali, sesuai dengan fitrah manusia yang berprinsip pada untung dan rugi, apakah ini yang disebut dengan pengabdian? ketulusan dalam menjalankan amanah? ataukah mungkin ada golongan-golongan terselubung yang mendanai mereka? lantas apa keuntungan yang diterima golongan tersebut? sungguh, ini merupakan teka-teki politik yang berkembang di kampus ini yang sulit dipecahkan. Coba deh kalau misalkan dana yang mereka gunain secara cuma-cuma itu dipake buat hal-hal ngga penting dengan menempel pamflet atau spanduk yang peluang untuk menangnya itu ngga seberapa, akan lebih bermanfaat jika dana ke-3 calon itu digabungkan lalu disumbangkan kepada pengemis-pengemis, pengamen-pengamen, pemulung-pemulung yang ada di sekitar kampus atau kepada masyarakat yang membutuhkan, akan lebih bermanfaat bukan? inilah yang disebut PENGABDIAN MAHASISWA SESUNGGUHNYA, kita ini kuliah di kampus rakyat, sudah sepantasnyalah kita memikirkan keadaan yang terjadi pada masyarakat, bukan memikirkan kepentingan dari pihak-pihak tertentu.

Sabtu, 22 Oktober 2011

Satu Yang Hampir Terlupakan

"Hidup mengajari kita untuk bersyukur di pagi hari, bekerja keras di siang hari, beristirahat dan mengambil hikmah di sore dan malam hari. Allah tau perjuanganmu selama ini, Allah tau beratnya kegiatanmu, Allah pun tau betapa penat dan lelahnya dirimu, Allah juga tahu berkurangnya jatah santaimu selama ini. Tetapi tersenyumlah wahai teman-temanku, karena bukan senyuman yang akan dibalas Allah untukmu tapi surga menanti bagi orang-orang yang mau bersabar dalam berjuang di jalan-Nya,"
Kata-kata di atas, gw ambil dari sms yang dikirim oleh teman, disaat gw lagi mati-matian ngapalin biologi buat UTS hari kamis kemarin, entah sumbernya pun gw ngga tau awalnya dari siapa.

#diam sejenak#

Gw langsung mikir, bukan mikrin soal UTS biologi tipenya kaya apa? bentuknya kaya gimana? jumlah soalnya ada berapa? nantinya dapet nilai berapa?, gw mikir, selama ini memang bener jatah santai gw berkurang, seminggu kemarin bahkan sampai sekarang gw masih mati-matian belajar, serius menghapal, dan sibuk bikin catatan-catatan kecil, tapi gw lupa akan satu hal yaitu 'doa' (ingat kepada Allah).

Sabtu, 15 Oktober 2011

Ingin Ku Kabari, Kabarku Disini. Tapi..........

Benar kata Raditya Dika, semua orang akan terlihat biasa-biasa aja, akan terlihat sama dengan orang lain, kalau kita tidak tahu permasalahan yang mereka hadapi.

Seperti contoh, tukang somay akan terlihat biasa aja, tetep jualan somay, padahal dirumahnya sedang ada masalah dengan istrinya atau dikejar-kejar sama rentenir karena tagihan uang kontrakan belum juga dibayar. Sopir angkot akan terlihat biasa aja, tetep narik sama kayak sopir angkot yg lain padahal masalah yang dia hadapi sangat berat, bisa aja, masalah yang dihadapi si sopir angkot itu, dia harus kejar setoran karena setoran kemarin dipake untuk biaya sekolah anaknya atau mungkin dipake berobat lahiran istrinya. Kita semua tidak tahu permasalahan orang-orang di sekeliling kita kalau mereka tidak becerita.

Begitu juga dengan gw, orang lain akan melihat gw biasa-biasa aja, terlihat sama dengan yang lainnya, karena mereka tidak tau permasalahan yang gw hadapi saat ini.

Sudah dua hari kemarin, gw sakit, entah itu alergi karena ngga cocok sama air di asrama, entah karena debu, entah karena kedinginan, yang pasti seluruh badan gw bentol-bentol, kalau dirumah disebutnya dengan kaligata atau bahasa kerennya urtikaria. Rasanya pengen banget gw ngabari keadaan saat itu ke rumah, tapi...... disaat itu juga, bapak gw mau di operasi, di bagian kakinya yang terluka akibat kecelakaan waktu bulan puasa kemaren (ngga penting untuk gw ceritain disini, karena kalian akan menganggap hal yang biasa-biasa aja).

Gw bingung saat itu, di saat rasa gatal semakin menggerayangi tubuh gw, antara ngasih kabar atau tidak, kalau pun gw ngasih kabar ke rumah, gw cuma nambahin beban pikiran keluarga gw, terutama ibu. Gw ngga mau pikirannya bercabang-cabang karena harus memikirkan antara operasi bapak dan keadaan gw disini. Hanya sebait doa kepada-Nya, yang mewakili kabar gw disini untuk keluarga di rumah.

Ya Allah aku tahu, semua penyakit datangnya dari-Mu dan hanya Engkau yang bisa menyembuhkan penyakit ini, sembuhkanlah bapakku dari sakit yang Engkau berikan hampir dua bulan kepadanya. Aku ingin, ketika aku pulang kerumah, bapak sudah bisa berjalan dengan normal, sehat seperti sebelum kecelakaan itu terjadi menimpanya. aminnn

Orang lain mungkin melihat gw dengan bentol-bentolnya, tapi ngga tau kondisi perasaan gw saat itu, Sakitkah? gatalkah? sedihkah? palingan cuma bentol-bentol biasa yang diolesi bedak herocyn juga bakalan sembuh.

"Man lu ngga balik?" tanya teman sekamar gw
"ngga Iz"
"kenapa? biasanya kan lu kalau sakit balik ke rumah"
"Pengen sih, tapi besok kegiatan penuh, ada rapat Koran Kampus. palingan besok juga sudah sembuh Iz"
Jujur, sebenernya gw pengen banget balik, pengen ngeliat keadaan bapak gw, pengen ada yang ngobatin rasa gatal gw, tapi itu semua harus gw urungkan, disini gw harus mengutamakan kewajiban gw sebagai PJS (penanggung jawab sementara) angkatan 48 di kru magang Koran Kampus ketimbang hak gw sebagai seorang anak yang menginginkan untuk pulang ke rumah, berkumpul bersama keluarga.

#Sabtu pagi#

Ternyata badan gw masih bentol-bentol, sekarang di bagian tangan dan kaki. Gw udah ngga tahan pengen balik, terutama gw pengen mandi, sudah dua hari gue ngga mandi bahkan gw posting tulisan ini dalam keadan belum mandi.

Gw ambil hp, lalu mulai ngejarkom (salah satu tugas gw sebagai PJS) anak-anak kru magang Koran Kampus 2011, ngasih tau kalau hari ini ada pertemuan khusus untuk kru magang korpus jam 14.30 di sekret korpus, sms berhasil gw kirim ke 27 orang anak-anak kru magang korpus, dalam hitungan detik, kotak masuk gw langsung penuh dengan sms balasan dari mereka, dari mulai izin ngga bisa datang, bisa datang tapi telat, masih ada kuliah, lagi kurang sehat (sama gw juga, tapi gw paksain demi korpus, demi harga diri gw sebagai PJS), dan lain-lain.

Ditengah-tengah balesan sms dari anak-anak yang gw jarkomin, tiba-tiba ada sms dari kaka gw, isinya kaya gini :

"man, bi umah meninggal tadi pagi"
Bi umah yaitu bibi gw, adenya bapak. Gw kaget, disaat gw pengen ngabari keadaan gw ke rumah, gw udah dapet kabar duluan dari rumah yang bikin gw makin sedih.

"inalilahi wainna ilaihi rojiun, lukman balik sekarang teh"
"hati-hati"
Ya Allah, cobaan apalagi yang Kau berikan kepada keluargaku, betapa sedihnya perasaan bapak ketika harus kehilangan adiknya untuk yang kedua kalinya.

Tanpa pikir panjang, gw langsung beres-beres, masukin baju ke tas, ambil hp sms kak Farid korpus, akhirnya gw ketemuan di depan Auditorium Sylva Pertamina Fahutan, saat itu ka Farid sedang ada pelatihan jurnalistik, gw ceritain semuanya ke ka Farid, Alhamdulillah ka Farid ngertiin posisi gw, sempet ngga enak sih, ngga enak banget sama ka Farid, gw udah janji mau ngebagiin tugas-tugas untuk proyek buletin kru magang korpus hari itu dan selesai hari itu juga, terlebih gw engga enak sama anak-anak kru magang korpus, gw yang ngejarkom tapi gw sendiri yang ngga dateng.  

"PJS macam apa kau ini man? sungguh tidak bertanggung jawab"

Mungkin dari mereka ada yang berpikiran seperti itu, yah! karena mereka tidak tahu permasalahan yang terjadi pada diri gw, hanya orang-orang yang tau yang bisa mengerti.

Senin, 10 Oktober 2011

Masih Sama (untuk gw renungkan)

Nyesek, seperti ada yang mengganjal di tenggorokan, nyoba nahan air mata tuk keluar cuma bikin pedih di hidung bagian dalam. Tercekik rasanya leher ini.  Melampiaskan emosi tak ada gunanya, merenung? halah!!! cuma ngabisin waktu tapi ngga ada perubahan. Ada, tapi cuma sesaat setelah itu masih sama.

Sudah dua bulan lebih gw tinggal di asrama, sudah dua bulan lebih gw menyandang gelar mahasiswa dan sudah dua bulan lebih pula gw mempermainkan harapan keluarga, harapan yang sungguh mulia, menjadi mahasiswa yang sesungguhnya, mahasiswa yang mampu merubah keadaan, mahasiswa yang mempunyai peran penting dalam perubahan, mahasiswa yang memanfaatkan dan tidak menyia-nyiakan kesempatan serta mahasiswa yang selalu menantang arus kehidupan untuk meraih kesuksesan.

Tapi?
Kenapa gw masih sama, masih sama sebelum gw menyandang gelar itu, gelar yang tidak semua orang mendapatkannya. Apalagi, gw diterima di salah satu universitas terbaik bangsa, universitas terkemuka di Indonesia, Institut Pertanian Bogor. "nikmat Rabb-mu yang mana lagi yang kamu dustakan?".

Kenapa gw bilang kalau gw ini masih sama? Jujur, mungkin rasa males dalam belajar masih ada pada diri gw, gw yang selalu menunda-nunda pekerjaan, terlalu menyepelekan waktu dan akhirnya gw sendirilah yang merasakan akibatnya. Ketinggalanlah, keteteranlah, meski akhirnya selesai tapi belum mencapai hasil yang maksimal. Inilah yang membuat gw masih sama, ketika gw masih berstatus siswa tanpa maha.

"Ingat man, 4 tahun itu waktu yang sebentar, kalau lu kaya gini terus percuma. Lu ngga jauh beda sama orang-orang yang melamunkan impian di masa depan tapi tidak berani dan tidak ada usaha untuk mewujudkan. Di dunia ini ngga ada yang instan man, semua butuh proses, bersakit-sakit dululah baru bersenang-senang"
Kata-kata inilah yang gw tanamkan ke diri gw, sebagai cambuk untuk perubahan. Gw harus bangkit, harus, harus dan harus!!!. Gw ngga mau jadi manusia bodoh yang selalu mengulang kesalahan yang sama dan yang paling penting gw ngga mau mempermainkan harapan keluarga gw, karena berkat merekalah gw berada disini, sudah sepantasnyalah tugas gw untuk mewujudkan keinginan dan harapannya. Inggat! penyesalan selalu datang belakangan.

Dalam 4 tahun ini, saatnya gw untuk membuktikan kepada dunia kalau gw layak sukses, meskipun waktu, tenaga dan pikiran menjadi korban dalam pembuktian, ngga apa-apa, yang penting gw berhasil, seperti yang gw bilang tadi "Di dunia ini ngga ada yang instan, semua butuh proses, bersakit-sakit dululah baru bersenang-senang".

Waktu itu laksana pedang, jika tidak kamu yang memotongnya, maka dia akan memenggalmu.

#postingan ini sebagai saksi dalam perubahan pada diri gw, terhitung dari keluarnya postingan ini, gw janji untuk keluarga gw sebelum semuanya terlambat#

Sabtu, 08 Oktober 2011

Jalan Hidup Kita Emang Beda Kawan :(

Sumpah!!!, dari dulu gue pengen ngeposting ini draft, tapi ngga kesampean mulu, maklumlah sekarang gue sibuk. Bukan, bukan sibuk nyari duit, apalagi istri, mangkal di pengkolan? juga bukan, tapi sibuk sama tugas kuliah yang udah kayak lagunya rhoma irama 'gali lobang tutup lobang' udah di tutup tapi di gali lagi, udah dikerjain, dikumpulin, terus dinilai, nantinnya dikasih lagi, lagi dan lagi. Begitu seterusnya.

'Jalan Kita Emang Beda Kawan :('. Kenapa gw milih judul kaya gitu? terus ada emotion bentuk cry nya? oke, mungkin semua berawal dari malam itu, malam pertama ketika gw di asrama. Salah seorang temen gw dari kecil, dari gw belum bisa jalan, ngomong bahkan ketawa. Sahabat, yah kata ini yang pas untuk gw berikan ke dia, seorang sahabat dari kecil.

Waktu itu jam 12 malam lewat dia sms gw, yang isi smsnya kaya gini : #ketikan disesuaikan dengan kata-kata di sms#

                        "zos, lgi ngapain lu? gimna d asrama enak ngga?"
                        "lgi tiduran kin, blm terasa soalnya baru prtama, lu?"
                        "gw lagi duduk sndirian, ngga ada yg nmenin, ngga ada lu, haha"
                        "kan ada si Lay*, shabat lu hahaha"
*Lay  : tukang bengkel dari Medan yang di di depan Gg rumah gw, dekil, mukanya kaya..................... si Lay tukang bengkel.
Ngga kerasa, lebih dari se-jam gw smsan sama dia, becanda-becandaan, ledek-ledekan pokoknya udah kaya lagi berdua sama dia. Mungkin itu yg disebut dengan persahabatan meskipun ngga ada orangnya tapi bisa merasakan kehadiranya. Sampe akhirnya, dia mengakhiri smsannya dengan gw.

                        "zos udah dulu ya, gw mau bantuin bokap gw kerja"


Kerja? tengah malem gini? kerja apaan? gw langsung bales sms dia.

                        "kerja apa kin?"
                        "biasa zoss, naikin sekam*"
*sekam : pupuk kandang dari kotoran ayam yang udah di karungin
Jujur, pas baca sms dari dia, gw miris. Disaat gw lagi enak tiduran dikasur tapi dia, dia lagi berjuang menantang dingginnya malam ditambah naikin sekam yang beratnya, sangat berat. Memang sih dia sering cerita ke gw, kalau dia sering naikin sekam tengah malam, tapi sekarang keadaanya beda, gw lagi di asrama sedang menuntut ilmu tapi dia di sana, di tengah malam sedang bekerja. Ini yang bikin gw miris, ditambah dengan sekolahnya dia yang ngga bener, suka bolos, kadang juga unikol (usaha nipu kolot). Seperti apakah masa depan dia nanti?.

Dan gw? sahabat macam apa gw, ngga bisa nasehatin dia, ketika dia sering bolos sekolah, sering unikol, sering ngambil uang ortu, supaya dia sadar kalau yang dia lakuin itu ngga baik buat masa depannya, bahkan mungkin dia akan selalu merasakan dinginnya malam hanya untuk mencari uang dengan bekerja sebagai kuli naikin sekam.

Gw belum bermanfaat untuk orang lain terlebih untuk sahabat gw, gw juga belum bisa mempengaruhi orang lain dalam hal kebaikan, padahal gw tau sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain.

Dari situ gw sadar, kalau jalan hidup gw sama dia berbeda, meskipun dari kecil sampe sekarang kita selalu bersama, dan dari situ juga gw janji pada diri gw untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang gw dapatkan sekarang, gw harus sungguh-sunguh disini, meraih mimpi gw, supaya kalau sukses nanti gw bisa mengangkat sahabat gw untuk sukses juga. Gw yakin, jalan hidup kita aja yang beda kawan,  tapi mimpi kita untuk menjadi seorang yang sukses itu sama, gw sukses dengan mimpi gw, lu sukses dengan mimpi lu sendiri. Siapa tau lu jadi bos sekam yang sukses, karena kita tidak tau skenario hidup apa yang akan terjadi kepada kita. Allah pasti selalu memberikan jalan terbaik-Nya untuk kita dan masa depan kita :)

Minggu, 14 Agustus 2011

Pesan dan Kesan MPKMB 48

'merinding' kata ini yang mewakili perasaan gue saat itu, ketika hari pertama acara MPKMB 48 berlangsung (MPKMB 48 = Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru Angkatan 48). Bukan, Bukan karena takut dimarahi sama kaka panitia, bukan juga karena males untuk tidak ikut acara MPKMB yang mungkin saja bisa membatalkan puasa bagi yang tidak kuat fisiknya, hehe. Tapi merinding ketika gue bersama MABA lainnya dikumpulkan di Lapangan belakang gymnasium untuk berkomitmen dengan disaksikan oleh orang-orang yang menurut gue sangat luar biasa, diantaranya ada rektor IPB beserta jajarannya, Presma dan Wapresma IPB dan yang bikin gue lebih merinding lagi ketika berkomitmen dihadapan tiang bendera merah putih yang menyatukan seluruh harapan rakyat indonesia bahwa kami angkatan 48 berkomitmen untuk menjadikan pertanian Indonesia sebagai dasar tulang punggung pembangunan ekonomi nasional dan siap merubah pertanian Indonesia menjadi yang lebih baik, terdepan dan terpandang diantara negara-negara maju dan berkembang di dunia.

MPKMB ini menurut gue acara yang sangat luar biasa, bukan hanya memperkenalkan dunia kampus, bukan hanya menyatukan kesolidaritasan sesama angkatan, tapi acara MPKMB ini telah merubah cara pandang gue tentang potret pertanian Indonesia yang sesungguhnya, bahwa Indonesia bener-bener membutuhkan seorang pemimpin yang mampu merubah sistem pertanian Indonesia yang bisa memanfaatkan sumber alam negeri ini yang kaya akan keanekaragaman hayatinya dan juga sebagai pengekspor bahan baku pangan nomor 1 di dunia baik mentah mapun olahan, yang Insya Allah akan terlahir dari angkatan 48 pejuang pertanian di bumi Dramaga Institut Pertanian Bogor.

Gue berpesan untuk teman-teman seangkatan, mulailah dari sekarang untuk star lebih awal dan action lebih nyata terutama dalam hal pertanian, karena harapan negeri ini ada di tangan kita, orang-orang yang kreatif, inovatif dan produktif di bidang pertanian. Kita masuk di kampus ini bukan hanya membawa harapan dari keluarga tapi harapan dari semua rakyat Indonesia yang menginginkan adanya perubahan di bidang pertanian Indonesia.

Terima kasih untuk akang teteh panitia MPKMB yang udah bikin acara yang sangat luar biasa dan mendatangkan orang-orang yang luar biasa pula untuk kita, gimana ngga luar biasa di hari pertama aja kita angkatan 48 dihibur oleh suara merdunya pak rektor kita Bapak Dr. Ir. H. Herry Suhardiyanto, M.Sc. dengan menyanyikan sebuah lagu Baik-Baik Sayang dari WALI Band (jujur gue nangis pas rektor ngasih materi, kata-kata dari beliau telah membangunkan semangat gue kalau gue ini BISA !!! bisa merubah keadaan pertanian Indonesia yang semakin terpuruk). Di hari kedua kita didatangkan 2 Menteri Pertanian Indonesia sekaligus loh!!! (widihhhh!!!! keren kan??). 

@adesurahmansakam: kampus mana yang ospeknya ngundang dua orang menteri sekaligus? kampus mana yg rektornya mau nyanyi di depan mahasiswanya? kampus mana yg ospeknya diliput banyak media? kampus mana yang ospeknya menyenangkan? 

jawabannya HANYA IPB donnngggg....(diambil dari postingan groups facebook ANGKATAN 48 - INSTITUT PERTANIAN BOGOR)

Special thanks untuk kakak-kakak PJLT Laskar 9 (kang Yoni, kang Septian, teh Ulfah dan teh Novi) yang sudah membantu, mengayomi dan membimbing kita selama pra-MPKMB, temu laskar, sosialisasi dan sampai berakhirnya acara ini agar kita siap menghadapi tantangan yang lebih sulit lagi, lebih keras lagi setelah selesai acara MPKMB ini. Tidak lupa juga untuk akang teteh KPK laskar 9, makasih udah ngedidik kita agar lebih disiplin (dibalik mukanya yang sangar dan menyeramkan, hehe. ternyata ada kelembutan dan kasih sayang yang luar biasa). Semua yang telah diberikan oleh akang teteh PJLT dan KPK bertujuan agar jiwa kepemimpinan dan kesolidaritasan mulai tertanam pada diri kami sejak saat ini maupun yang akan datang. Sekali lagi terima kasih atas pelajaran-pelajaran berharganya yang akang teteh berikan ke kami, kami semakin tau arti dari solidaritas, kerja sama, kebersamaan, kekeluargaan, kekompakan dan arti team work yang sesungguhnya.

Pokoknya mah untuk akang teteh PJLT dan KPK jangan pernah tinggalkan kami karena kami belum bisa untuk berjalan sendiri. Kami masih butuh bantuan dari akang teteh terutama dalam hal motivasi berprestasi dibidang akademik maupun non akademik. Semoga kita tetap menjaga silaturahmi kita dan menjadi satu keluarga yang saling membantu satu sama lain.


SAHABAT TANI 48, Mari Bersahabat, Cintai Kampus Kita, Bangun Pertanian Indonesia. Hu Ha!!!

Hidup Mahasiswa!!!, Hidup Rakyat Indonesia!!!, Hidup Pertanian Indonesia!!!

saya bangga jadi mahasiswa pertanian Indonesia

Selasa, 09 Agustus 2011

PERTANIAN DI KOTA BOGOR


Nama : Lukman Maulana
NIM : D24110082
Fak. : Fapet/INTP
Laskar : 9


Bogor kota hijau atau kota hujan, itulah julukan untuk daerah Bogor. Tapi sepertinya julukan itu tidak lagi pas untuk diberikan kepada Bogor, karena hampir dari 70% lahan pertanian di Kota Bogor sudah mulai berkurang digantikan oleh perumahan-perumahan yang menjadikan Kota Bogor sebagai kota padat penduduk.

Dulu, kita sangat mudah menjumpai persawahan maupun perkebunan, entah itu di perkampungan, pinggiran sungai bahkan disamping jalan utama menuju pusat kota pun kita masih bisa melihat hamparan padi yang hijau, rindangnya pepohonan dan luasnya perkebunan. Tapi sekarang sepertinya sudah berubah, Kota Bogor tidak lagi seperti Bogor yang dulu sebelum era millenium. Bogor kota hijau bukan karena pertanian yang subur, bukan karena rindangnya pepohonan, tapi hijau karena banyaknya angkutan umum atau yang biasa kita kenal dengan nama 'angkot' berwarna hijau yang turut serta mendukung program Go Green. Yah, Go Green oleh angkot. Padahal yang kita tahu lahan pertanian itu sangat penting terutama dalam hal pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat terutama di daerah Kota Bogor.

Sekarang kita selaku warga Bogor masih bisa berbangga diri karena masih ada masyarakat Kota Bogor yang ada di pinggiran jalan menuju pusat kota atau tempat pariwisata yang menjajakan hasil dari pertanian daerah Bogor yaitu talas dan umbi cilembu untuk dijual belikan kepada masyarakat luar maupun dalam Bogor. Talas dan umbi cilembu memang merupakan salah satu aset pertanian daerah Bogor yang masih tumbuh subur disaat lahan pertanian Bogor yang makin menyempit. Talas yang tumbuh di daerah Bogor mempunyai ciri khas tersendiri yang berbeda dengan talas-talas lainnya, baik dari segi bentuknya yang super besar dan dari rasanya pun lebih nikmat dibandingkan talas lainnya.

Oleh karena itu, kita selaku generasi penerus bangsa yang mampu merubah keadaan di negeri ini terutama di Kota Bogor yang saat ini, menjadi Kota Bogor seperti yang dulu, yang seharusnya kita bisa menjaga dan merawat bukan merusak lahan yang sudah ada. Meskipun kita tidak bisa mengembalikkannya ke posisi semula tapi kita masih bisa merasakan hijau dan sejuknya Kota Bogor dengan melestarikan tumbuhan yang sekarang masih ada, dan pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor pertanian.

Rabu, 03 Agustus 2011

Taget Bulan Ramadhan

Bulan ramadhan adalah bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan lain, karena di bulan ini pahala bagi orang-orang yang berbuat kebaikan dilipat gandakan, setan-setan dibelenggu bahkan ada satu dari keajaiban bulan ramadhan yang semua orang ingin mendapatkannya yaitu malam lailatul qadr satu malam yang lebih baik dari 1000 malam.

Ramdhan kali ini gue ngga mau seperti ramadhan taun-taun sebelumnya, hanya menahan haus dan lapar tapi ngga ada amalan yang lebih untuk gue kerjakan. Sekarang gue pengen puasa taun ini lebih beda dan bermakna. Insya Allah pahalanya pun jauh lebih berlimpah dibanding taun-taun sebelumnya.

Dibulan ramadhan taun ini gue coba masang target agar bisa mengoptimalkan puasa taun ini dan tentunya lebih berkesan, hehe. Postingan hari ini, gue terinspirasi dari temen-temen asrama TPB IPB di lorong 8, yah mereka mempunyai targetnya masing-masing yang menurut gue itu hal yang luar biasa dan gak semua orang bisa merancang target seperti mereka.

Kenapa harus pasang target?

Kenapa kita harus pasang target? karena segala sesuatunya itu mempunyai tujuan, dengan memasang target kita bisa mencapai tujuan yang telah kita targetkan.

Oke, inilah target ramadhan gue taun ini,

  1. Puasa full 30 hari (hal yang biasa bagi kaum lelaki, hehe)
  2. Teraweh full ngga bolong-bolong disetiap rakaatnya, hehe (di Masjid Al Hurriyyah IPB bacaan suratnya panjang-panjang minimal 1 zuz lebih. waaaawwwwwwwww)
  3. Khatam Al Quran 1 kali
  4. Tahajud setiap malam selama bulan ramadhan
  5. Peserta terbaik MPKMB 48
  6. Menjaga hati, pikiran dan perbuatan
Itulah target ramadhan gue taun ini, gue berharap semoga target taun ini bisa tercapai minimal yang nomor 6, hehe. Dengan sungguh-sungguh Insya Allah target gue taun ini bisa tercapai. amin

Bagaimana dengan kalian sudahkan memasang target? kalau belum, yuk kita buat sama-sama.

Mari kita ramaikan ramadhan taun ini dengan berlomba-lomba mengharap Ridho Lilahhita'ala

Selasa, 02 Agustus 2011

Ayoo!!! lanjut menulis

Wah, hampir seminggu lebih gw ngga posting tulisan di blog ini, rasanya ada yg hilang dari diri gue (lebay) bisa dibilang begitulah haha. karena bagi gue sehari ngga menulis terasa hambar (what is the meaning 'hambar'?).

Gimana kabarnya kumaners (sebutan untuk pembaca setia blog juragan kuman)? masih tetep setia kan duduk manis nunggu keajaiban datang setelah baca blog ini? hehe.

Maaf yah kumaners karena semingu kemaren itu gue disibukin sama registrasi kuliah (IPB.red). bayangin aja ijazah, SKHUN sama raport gue belum di ambil, masih tertata rapi di ruang TU sekolah (mohon dimaklum yah, hehe). Gimana ngga pusing tuh yang seharusnya gue udah nyiapain perlengkapan buat asrama nanti, gw masih nyiapin berkas-berkas kaya gitu, bulak balik kesolahlah, legalisirlah, motocopylah. Tapi alhamdulilah semua berjalan lancar meskipun selesai ngurusinnya itu pas hari H registrasi di IPB.

Jujur, gue bingung mau nulis apa sekarang, kelamaan off kali yah? jadi bingung mau nulis apa buat menuhin isi blog ini, apa mungkin kebanyakan ide yah? haha saking banyaknya ide jadi nge-blenk. :(

Tapi, satu hal yang bikin gue semangat buat ngeposting tulisan di blog ini yaitu kumaners haha. Gue ngga mau kalau sampe nanti ada kumaners yang tersesat di blog ini lalu baca tulisan yang udah lama gue posting terus dia pindah ke lain blog (ke lain hati kaleeee!!!) *so' banyak pengunjung lu man* cuma gara-gara ngga ada yang baru di blog ini. Makanya deh mau ngga mau gue harus menyuguhkan sesuatu yang baru di blog ini untuk kumaners dimanapun kalian berada supaya ngga bosen-bosennya mengunjungi blog ini.

Oke deh! mulai sekarang gue mau aktif lagi di blog ini, mulai lanjut lagi menulis yah meskipun tulisannya kadang suka ga jelas tapi ngga apalah yang penting ada yang baru di blog ini, bener ngga? haha. (doain yah semoga selalu mendapatkan inspirasi terbaik untuk di posting di blog ini).

Oh ia gue lupa, sekarang kan bulan puasa, gue cuma mau ngucapin selamat malam, eh salah maksudnya selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan, hehe.  Semoga puasa kita diterima oleh Allah SWT. amin

Senin, 18 Juli 2011

Semangat menuju IPB

"Hak saudara menjadi mahasiswa baru IPB dinyatakan batal jika tidak dapat memenuhi persyaratan registrasi atau memberikan keterangan dan data yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya"

Ya Allah semoga dokumen-dokumen yang tadi aku kirim lewat POSKILAT KHUSUS tepat pada waktu yang telah ditentukan dan semoga Engkau melebarkan jalanku menuju kesuksesan. amin

Jumat, 15 Juli 2011

Deg-degannya Luar Biasa

Mungkin ini yang disebut deg-degan tingkat tinggi (haha lebay). Nanti malem atau besok pengumuman UTM IPB 2011, aku ngga tau setelah nanti kelulusan, luluskah? ataukah aku harus nulis cerita sedih lagi yang kedua di blog ini?.

Apapun nanti hasilnya, Insya Allah aku udah siap, aku siap nerima apapun yang terjadi setelah ini, siap nerima kegagalan yang kedua kalinya setelah aku gagal di SNMPTN kemaren. "Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda" kata-kata inilah yang bikin aku selalu semangat  ketika sering menghadapi kegagalan karena kesuksesan dan kegagalan seperti sebuah kumbang dan bunga yang tidak bisa dipisahkan di dunia ini.

Kalau misalkan ternyata pengumumannya lulus dan aku diterima di IPB? (amin Ya Allah), mungkin kebahagiaan yang aku rasain saat itu ngga bisa digambarkan lewat kata-kata, aku hanya bisa mengucapkan syukur alhamdulilah kehadirat Allah SWT yang selalu mendengarkan doa-doa hamba-Nya. Betapa bahagianya aku atas nikmat kelulusan yang Allah berikan padaku. Sungguh indah jika kita berjalan sesuai dengan skenario-Nya dan sungguh nikmatnya jika kita selalu mendapatkan ridho-Nya dalam setiap langkah kita.

Tapi kalau kenyataannya berbeda, ternyata aku ngga lulus? seperti aku bilang tadi, aku udah siap nerima apapun hasil keputusannya. Meskipun berat untuk melewatinya, tapi mau gimana lagi semua sudah terjadi. Kecewa? kecewa sama siapa? putus asa? putus asa kenapa? inikan bukan akhir dari segalanya. Toh semua itu ngga bisa ngembaliin posisi aku yang tadinya ngga lulus jadi lulus. Bener ngga?.

Sekarang atau besok setelah kelulusan ini, pokoknya aku harus bangkit, bangkit dari kekalahan ini yang mungkin akan terjadi kepadaku. Allah pasti tetap memberikan yang terbaik sesudah ini, duniapun akan tersenyum bahagia melihatku karena aku sudah berjuang, berusaha dan berdoa semampuku meskipun kenyataannya ngga sesuai dengan yang diharapkan.

Aku akan lebih bahagia jika aku tidak mendapatkan sesuatu yang aku inginkan tapi aku sudah berusaha, dibanding dengan mendapatkan sesuatu tapi tanpa usaha.

Apapun keputusannya, lulus atau tidaknya aku, yang terpenting sekarang aku sudah berusaha dan berdoa. Aku yakin Allah pasti tetap memberikan yang terbaik untukku dan untuk masa depanku. amin

Kamis, 14 Juli 2011

Menjadi Diri Sendiri 'betapa nikmatnya'

Setiap orang mempunyai keunikan tersendiri, karena unik itulah yang membedakan kita dengan orang lain. Tak mesti menjadi siapapun, tak perlu juga mengikuti gaya hidup orang lain, kita ya kita, inilah kita (karena kita untuk selamanya *bondan prakoso* hehe). Kita diciptakan dengan berjuta-juta potensi, tinggal kitalah yang mengoptimalkan potensi yang kita miliki.

Sebenarnya saya juga masih dalam tahap ingin menjadi diri sendiri, mencoba untuk mengoptimalkan potensi yang saya miliki.

Tapi?

Saya masih bingung dengan diri saya sendiri, saya masih belum bisa menemukan jati diri saya. Saya tahu, saya ini berbeda dengan orang lain, baik fisik maupun karakter, tapi yang saya maksud bukan itu, bukan wujud nyata saya tapi jiwa saya.

Saya sering kali menyesal, bukan karena kekurangan maupun kelemahan saya. Saya menyesal karena saya belum bisa menjadi diri sendiri, masih megikuti orang lain dan hidup di jiwa orang lain. Seperti anak muda lainnya, masih dalam pencarian jati diri, siapakah saya sebenarnya? masih mencoba sesuatu yang menurut saya sebenarnya itu bukan jalan saya, bukan kehendak saya dan bukan kemauan saya. Tapi kenapa hasrat telah membawa saya kedalam sesuatu yang membuat saya melupakan siapa saya sebenarnya.

Menyesali yang telah terjadi memang ngga ada manfaatnya, malahan menjadikan saya semakin terpuruk. Saya tahu apa yang harus saya lakukan sekarang, sebelum semuanya terlambat, karena waktu saya di dunia ini terbatas, saya tidak mau menyia-nyiakan sisa hidup saya dengan menjadi orang lain. Saya harus bangkit, harus bisa menjadi diri saya sendiri (be your self).

(Ya Allah berikanlah petunjuk kepadaku dan mudahkanlah aku untuk meraih ridho-Mu dalam setiap nafasku agar tidak tersesat dikemudian hari).

Saya sadar, saya tidak mungkin bisa berada di posisi orang lain, tidak mungkin juga bisa menyamai fisiknya, kepintarannya, kesuksesannya maupun gaya hidupnya. Saya pasti bisa mencapai kesuksesan yang lebih dari itu tapi bukan kesuksesan seperti orang lain.

Sekarang saya bangga dengan diri saya sendiri, saya bangga dengan diri saya yang apa adanya, karena menurut saya salah satu nikmat terbesar  dalam hidup saya yaitu dengan menjadi diri sendiri tanpa harus menjadi orang lain.


(sekarang, bagaimana dengan anda?)

Mulailah Dari Mimpi

Postingan kali ini saya mengutip sebuah cerita dari buku yang berjudul "Ujian Sukses Tanpa Stres!" karyanya bang Fatan Fantastik.

Next!

Kenapa kita harus memulainya dari mimpi? karena mimpi atau impian merupakan sebuah harapan dan cita-cita seseorang yang mampu meningkatkan motivasi dalam pencapaiannya.

Imam Hasan al-Bana mengatakan "bahwa kenyataan hari ini adalah impian kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan esok hari" kalau kata Eleanor Roosevelt "the future belongs to THOSE DREAMS" yang artinyo adalah masa depan ada dalam genggaman orang-orang yang yakin akan indahnya impian mereka. (bagaimana dengan anda? apakah sudah yakin dengan impian anda sendiri?). Kalau kita ingin mejadi seorang pemenang dunia dan akherat kita harus bisa mengendalikan atau menunggangi kendaraan impian kita menuju surga-Nya, meraih ridho-Nya.

Kalian kenal Muhammad al-Fatih? itu loh adenya Muhammad al-Fatah (hehe boong ding!), Muhammad al-Fatih itu sang penakluk konstatinopel. Nah, sekarang kita belajar dari mimpinya beliau yuk? beliau menjabarkannya dengan sebuah DREAM, apa itu DREAM?

Dambakan (D) sepenuh hati dengan segenap jiwanya segala impiannya, untuk menaklukan Konstatinopel. Ia ingat dengan seruan gurunya, sebagaimana sebuah hadist Rasulullah sang junjungan, "Konstatinopel akan ditaklukan di tangan seorang lelaki, maka sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin disana, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya" (H.r Ahmad). Dan ia mendambakan, sang penakluk konstatinopel adalah dirinya sendiri.

ia Rasakan (R) setiap detail impiannya, ia pelajari dengan teliti tiap jengkal Konstatinopel. Ia lakukan beberapa perjanjian damai dengan rival, agar konsentrasi fokus ke penaklukan. Ia lalu memperkuat pasukannya hingga mencapai 250.000 jumlahnya. Ia undang Orban sang ahli meriam lalu menyiapkan sekitar 400 kapal untuk mendukung dari lautan. Ia hembuskan dorongan semangat yang kuat di dada laskarnya dengan bantuan para ulama. Ia kuatkan tekad mereka untuk berjuang di jalan Allah SWT. Tiada kemulian tanpa berjuang.

Ia Enyahkan (E) segala keraguan yang menggelayuti. Karena sungguh, tak hendak ia terbuai kebimbangannya yang menyesatkan. Walaupun ada menterinya yang menyarankan mundur, ia tetap mantab maju ke  depan (waw keren!!!). Berlindung pada Allah dari bisikan syaithon yang bersembunyi, yang membisikan nafas keraguan dalam dada manusia. Ia Ambil (A) tindakan nyata. Ia sendiri komandannya, ia sendiri panglimanya.

Ia Maju (M) terus, menuju perwujudan impiannya. Meski kapal ada yang karam, terowongan ada yang dibakar oleh lawan dan sebagian pasukan sudah syahid dalam pertempuran, ia teruskan perjuangan. Ia terus mendaki, ketika yang lain telah menyerah dan berhenti. Ia terus belajar dan mengkaji, ketika asyik bermain dan lupa diri. Betapa kuat tekadnya untuk memenuhi harapan sang pemenang sejati, Rasulullah SAW, sang kekasih Illahi.

Dan akhirnya, kemenangan memang pantas diraih oleh yang berjiwa pemenang. Hari bersejarah itu terukir sudah. Hari itu, selasa tanggal 20 Jumadil Ula 857 H. Bertepatan dengan 29 mei 1453 M. Konstatinopel tertaklukkan. Muhammad al-fatih berkeliling menemui pasukannya dan berkata "Masya Allah! kalian telah menjadi orang-orang yang mampu menaklukan Konstatinopel seperti yang telah Rasulullah SAW, kabarkan".

Wahai jiwa beriman yang tenang, bernaunglah di haribaaan Rabb-Mu dalam kondisi rela lagi di Ridhoi-Nya: "Maka, masuklah dalam barisan para hamba-Ku, dan, masuklah ke pelukkan Jannah kemenangan-Ku"

Kisah dari Muhammad al-Fatih mengajarkan kita bahwa dalam mencapai sebuah mimpi atau impian, kita harus mempunyai sebuah tujuan yang kuat dengan menghiraukan segala keraguan yang ada pada diri kita yang bisa menyurutkan semangat dalam mencapai sebuah impian. Meski kadang dalam kenyataannya banyak sekali halangannya, yakinlah Allah bersama kita, bersama orang-orang  yang berjuang di jalan-Nya. Dengan tekad yang kuat dan tindakan yang nyata, Insya Allah,  apapun yang kita impikan dan apa yang kita cita-citakan akan menjadi kenyataan yang membahagiakan.

Be the winner of a mentally champion

Senin, 11 Juli 2011

Lirik Lagu Nugie - Lentera Jiwa

Lama sudah kumencari
Apa yang hendak kulakukan
Sgala titik kujelajahi
Tiada satupun kumengerti
Tersesatkah aku di samudra hidupmu

Kata-kata yang kubaca
Terkadang tak mudah kucerna
Bunga-bunga dan rerumputan
Bilakah kau tahu jawabnya
Inikah jalanku inikah takdirku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
Yang slalu membunyikan cinta
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku
Lentera jiwaku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Kupercaya dan kuyakini murninya nurani
Menjadi penunjuk jalanku

Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku
Lentera jiwaku

Stop Menghayal Sekarang Juga!

Menghayal adalah kegiatan yang memikirkan, memimpikan, membayangkan, mengharapkan, ingin memiliki, ingin menjadi, pokoknya sesuatu yang belum tentu terjadi di dunia nyata. Menghayal biasanya sering dilakukan disaat kita lagi merenung, sendiri, mau tidur, maaf lagi BAB sekalipun (hehe bener kan?).

Kenapa kita menghayal? karena selain menghayal itu indah, bisa menumbuhkan rasa semangat dan percaya diri, menghayal juga bisa menghibur hati kita disaat lagi sendiri, sedih, kecewa, gelisah dan yang pasti gratis kapan aja, hehe. Tapi sebenarnya kalau misalkan kita keseringan menghayal bisa bikin kita males berbuat sesuatu, membuang waktu secara cuma-cuma. Coba kalian bayangin, waktu yang seharusnya kita gunain untuk sesuatu yang bermanfaat malah dipake buat menghayal padahalkan mengahayal itu ngga mengahasilkan sesuatu apalagi duit (kecuali menghayalnya sambil rapat paripurna bersama anggota DPR lainnya baru dapet duit, hehe).

Sebenarnya saya juga nulis kaya gini sambil menghayal, berimajinasi, mencoba mencari sebuah kata-kata yang pas, menyatukan kalimat demi kalimat untuk saya tulis dipostingan kali ini, kalau ngga kaya gitu postingan ini ngga kelar-kelar. hehe

Kata-kata yang sering kita pake buat menghayal biasanya seperti ini : seandainya, seumpamanya, andai saja, kalau saja, ingin saya seperti....., coba saja saya....., saya pengen punya......, andai dia tahu, andai ku tahu…. kapan tiba ajalku…ku akan memohon tuhan tolong panjangkan umurku…(teettttt!!! ungu andai ku tahu. seratus buat anda!! *gajebo*), pokoknya seperti itulah.

Menghayal memang indah, indah banget malah, sampai-sampai ngga bisa diungkapkan lewat kata-kata, ngga ada yang tahu selain kita dan Allah SWT, tapi terkadang malah membuat kita di perbudak oleh khayalan kita sendiri, kita jadi lupa sama kewajiban kita, lupa belajar, lupa makan (ngga mungkin) lupa segala-galanya deh yang bikin kita terlena dibuatnya.

Setiap orang pasti punya khayalannya masing-masing, begitu juga dengan saya. Tapi apakah khayalan itu akan terwujud jika kita hanya berdiam saja tanpa melakukan sesuatu yang memungkinkan kita untuk mewujudkannya? oleh karena itu saya ingin mengajak teman-teman untuk menghayal sewajarnya tanpa meninggalkan kewajiban-kewajiban kita, yah! meskipun itu indah tapi akan lebih indah lagi jika kita melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat daripada menghayal. Jadi, Stop menghayal sekarang juga! mulai melakukan sesuatu yang nyata agar sesuatu yang kita khayalkan benar-benar ada di depan mata.

Jumat, 08 Juli 2011

Inikah Lentera Jiwaku?

Lentera jiwa adalah sesuatu yang paling kita sukai sesuai dengan hati nurani, entah itu pekerjaan atau kegiatan yang menimbulkan kepuasan tersendiri buat kita. Sebuah cahaya kehidupan yag menuntun kita untuk menekuni hal yang kita cintai itulah lentera jiwa yang membawa kita kedalam kebahagiaan yang sebenarnya.

Aku sendiri masih bingung dengan lentera jiwaku, masih belum bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh hati nurani. Kadang aku mikir mungkin ini adalah lentera jiwaku, lentera yang akan menerangi setiap langkah dalam hidupku. Tapi Allah punya rencana lain, Allah yang lebih tahu yang terbaik untukku, kita hanya bisa merancang tapi Allah yang menentukan.

Waktu kecil aku paling senang dengan sesuatu yang berhubungan dengan keterampilan tangan seperti menggambar atau mendesain. Lulus SMA aku mencoba daftar kuliah ngambil jurusan seni rupa tapi karena ada sebuah kesalahan akhirnya aku memilih jurusan yang tidak sesuai dengan minat dan bakatku. Mau tidak mau aku harus menjalani apa yang sudah terjadi.

Bakatku memang dibidang seni, tapi hobiku lain. Hobiku adalah menulis, aku suka menulis sejak masih SMP sampai sekarang. Berawal dari sering bikin coretan-coretan di sebuah kertas pada saat pelajaran yang waktu itu sangat membosankan, tadinya aku cuma iseng aja, aku sering buat cerita-cerita yang menurutku itu isinya biasa-biasa aja, tapi pas aku sebarin ke temen-temenku ternyata mereka merasa terhibur dengan tulisanku. Malah mereka meminta aku untuk menulisnya pada saat BT kalau lagi belajar, kata mereka tulisanku ini bisa mehilangkan rasa BT maupun ngantuk (emangnya obat, hehe). Waktu itu temenku ada yang bilang kaya gini "Man nulis deui atuh, bete yeuh!" haha sebenarnya aku pengen ketawa yang tadinya cuma iseng tapi ternyata temenku malah terhibur, katanya tulisanku ini sebagai obat bete kalau lagi di kelas. dari sinilah aku mulai suka menulis karena menulis bisa menghibur orang lain. Beranjak SMA aku ikutan organisasi jurnalis, meskipun bertahan cuma satu tahun. Waktu itu juga aku mulai menulis sebuah artikel, cerpen maupun novel meskipun hanya buat koleksi pribadi. Pernah waktu itu aku mau ikut lomba menulis novel se-Jawa Barat karena terbenturnya waktu akhirnya aku ngga jadi ikut lomba, sampai sekarang masih ada arsipnya beserta surat pengantar dari kepala sekolah yang tersimpan dengan rapi (suatu saat nanti aku pengen mempublikasikannya).

Ini yang membuat aku bingung dengan lentera jiwaku sendiri. Aku pengen menjadi pelukis sekalian menyalurkan bakatku, tapi hobiku berbeda dengan cita-cita atau bakatku karena ada orang bilang "kalau anda ingin menemukan lentera jiwa anda, tekunilah hobi dan minat anda tersebut. Bila kita menekuninya secara sungguh-sunguh, Anda akan makin mahir, makin ahli, dan masyarakat pun secara perlahan akan mengakui kredibilitas/kapabilitas Anda. Publik pun makin percaya bahwa Anda adalah orang yang berkompeten di bidang yang Anda minati tersebut". Apakah aku harus mengikuti bakatku dengan meninggalkan hobiku atau sebaliknya? Apakah aku bisa mengikuti kedua-duanya supaya aku benar-benar menemukan lentera jiwaku yang sesungguhnya?

Apakah dibidang seni ataukah sebagai penulis lentera jiwaku berada? Hidup itu memang banyak pilihan yang terkadang membuatku masih bingung untuk memlih pilihan yang terbaik karena ku tahu pilihan terbaik adalah mendengarkan Lentera Jiwa. (www.lenterajiwa.com)

Tidak ada kata terlambat untuk menemukan lentera jiwa kita, sukses bukan apa-apa bila kita tidak menikmatinya. Semoga kita bisa menemukan lentera jiwa kita. Your time is limited, so don't waste it by living someone else's life!

Lirik Lagu Maher Zain - Always Be There

Allahuakbar…

If you ask me about Allah
And what I know about it
I’ll answer will be .....

It’s everything about Allah
The pure love to our soul
Who have created you and me,
The heaven and whole universe
The One that made us hold and free
The Guardian of His True believers

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there

He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there ...

Could bring the sun from the darkness
Into the light
Subhanallah
Capable of everything
Should never feel afraid of anything
As long as we follow His guidance
All the way through a short time
We have in this life
Soon it’ll all be over
And we’ll be in His heaven
And we’ll all be fined

So when the time gets hard
There’s no way to turn
As He promises to you
He’ll always be there
To bless us with His love and His mercy coz
As He promises to you
He’ll always be there
He’s always watching us, guiding us
And He knows what’s in our little Heart
So when you lose your way to Allah
You should turn
As He promises to you He’ll always be there

Allahuakbar

Kamis, 30 Juni 2011

Perjuangan Menuju UTM (Ujian Talenta Masuk) IPB 2011

Hari ini benar-benar hari yang penuh perjuangan buat aku, disaat aku harus menunggu antrian yang panjang di Bank Mandiri, nyari warnet kesana kesini, ke wartel nelpon panitia UTM,  lari-lari di jalan raya dan yang terakhir ninggalin motor di warnet hanya untuk daftar UTM IPB. (padahal tinggal daftar, ke bank mandiri beli pin. daftar lagi. udah deh selasai).

Tapi yang aku alami ngga semudah itu, aku harus melewati beberapa tahap yg memotivasiku untuk terus maju buat jadi calon mahasiswa IPB (mudah-mudahan jadi mahasiswa IPB beneran. amin).

Ok deh, sekarang aku mau berbagi cerita perjuanganku tadi siang. semoga kita bisa mengambil hikmah di balik itu semua.

Hari ini setelah satu hari pengumuman SNMPTN 2011, aku lewati seperti biasa, bangun jam 4, solat sunat tahajud dan tidak lupa berdoa kepada Sang Pencipta Allah SWT agar dimudahkan dalam segala urusanku hari ini. Aku langsung berangkat ke masjid menunaikan salat subuh berjamaah, masjid masih gelap padahal waktu sudah menunjukkan jam 5 kurang 15 menit, disaat masjid2 yang lain sudah mengumandangkan azan. Biasanya di masjid deket rumah suka ada yang azan tapi hari ini ngga ada yg azan, jadi aku deh yang azan meskipun ngga pake speaker, hehe soalnya masih malu sama suara aku yang serak-serak beledeg, yah meskipun suara aku ngga sebagus Ust. Jefri tapi ngga apalah buat pembelajaran buat aku.

Back to home

Sebenarnya aku belum cerita ke bapa dan ibu aku, kalau anaknya ini ngga lolos SNMPTN. Tapi untungnya aku punya kakak yang sangat pengertian sama kondisi aku saat ini. Jadi mereka lah yang cerita dan mereka juga orang yang pertama kali melihat pengumuman kelulusan aku disaat aku sudah tidur yaitu sekitar jam 8 malam. Akhirnya orang tuaku bisa nerima kenyataan pahit ini disaat mereka mengharapkan aku supaya bisa lolos tapi Allah punya rencana lain pasti ada hikmah di balik ketidaklulusannya aku dan mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mendapatkan sesuatu yang aku inginkan. (makasih ya teh, bapa dan ibuku yang udah nerima kenyataan ini, lukman janji ngga bakal ngecewain tuk yang kedua kalinya). Salah satu cara supaya aku bisa masuk IPB yaitu dengan mengikuti UTM IPB, akhirnya aku memantapkan hati dan niat, kalau aku harus ikut UTM IPB.

Sekitar jam 9 pagi aku berangkat ke bank mandiri yang di dekat Taman Topi, kira-kira perjalanan satu jam, di perjalanan ngga ada apa-apa, berjalan dengan mulus sampai tujuan (alhamdulilah). Sesampainya disana aku ngga tau tempat daftarnya dimana, aku coba nanya ke satpam Bank Mandiri yang berdiri di depan pintu masuk (kita liat dialognya yuk, supaya kaya di drama-drama gitu, hehe).

St1 = satpam ke satu
St2 = satpam ke dua
Po = polisi
Sy = aku


Jam  setengah 11


Sy = "pak numpang tanya, kalau untuk pembayaran ujian mandiri IPB disebelah mana ya pak?"
St1 = "bank mandiri apa mandiri syariah de?"
Sy = "ngga tau juga deh pak!"
St1 = "coba ade ke bank syariah, soalnya tadi ada yang mau bayar udah nyampe ke teller bank mandiri balik lagi".
Sy = "oh. makasih ya pak"

akhirnya aku ke loket bank mandiri syariah, setelah berada di deket loket bank mandiri syariah, aku cuma mundar mandir sesekali ngelirik jam, aku bingung mau nanya ke siapa semuanya sibuk dengan urusannya masing-masing. Tiba-tiba ada polisi nyamperin aku (mungkin polisi curiga sama aku, disangka dia, aku orang yang mau nyimpen paket bom kaya diberita-berita, hehe).

Po = "mau apa de?"
Sy = (mau naro bom pak, hehe) "ini pak kalau untuk pembayaran ujian mandiri disebelah mana ya pak?"
Po = "bentar saya nanya dulu ke satpam"

lalu satpam ke 2 menghampiri aku (ini satpam yg nyesatin aku, yang bikin aku nyari warnet kesana kesini. Kalau tau bakalan disesatin aku ngga bakalan nanya deh sama tuh satpam, heuh).

St2 = "ada perlu apa de?"
Sy = (GUBRAKKKKK!!! itu polisi ngapain aja tadi ngobrol sama satpam?) "gini pak, saya kan mau daftar ujian mandiri IPB tapi saya ngga tau tempatnya itu di sebelah mana pak?"
St2 = "disini aja de" (sambil nunjukin tempatnya) "ade tinggal isi bukti pembayaran ini, namanya siapa terus sama alamat yang di tujunya"
Sy = "nama siapa pak, kalau alamatnya alamat siapa pak?"
St2 = "nama rektornya sama nomor rekeningnya juga de" (aku makin bingung, setauku di websitnya ngga ada nomor rekeningnya tuh, sebenarnya ini UTM apa jalinan kasih?)
Sy = "ia emang pak"
St2 = "ia de, emang ade ngga di kasih tau nomor rekeningnya berapa?"
Sy = "oh gitu ya pak, yaudah pak terima kasih"

Aku langsung keluar ngambil motor diparkiran, bayar parkiran lalu pergi nyari warnet, tadinya aku mau langsung balik arah takut ada polisi nanti malah berabe urusannya. Terpaksa aku harus muter lewat depan Balai Kota demi mendapatkan nomor rekening di website UTM IPB, ternyata ngga disangka-sangka aku malah terjebak macet, di depan Balkot ada warga yang lagi demo, yang aku liat sih lagi demo ke-tidak-setuju-an dalam rencana pembuatan jalan tol, aku liat tulisan-tulisan di spanduk bertuliskan "Kami tidak mau tanah kami di hargai 500 ribu" ada juga "kami tidak mendukung pembuatan jalan tol" (namanya juga indonesia pengen yang murah-murah, giliran korupsi?, hehe no politik ah).

Akhirnya aku bisa ngelewati kerumunan warga yg lagi demo (almhamdulilah masalah satu sudah selesai terlewati), setelah berkendara motor kesana kesini, ngga ada satupun warnet yang aku temui, masuk ke pasar malah terjebak macet lagi, yah terpaksa aku harus balik lagi ngelewatin jalan yang tadi, ngelewatin warga yang lagi demo dan ngelewatin kemacetan. sepanjang jalan aku hanya bisa berdoa kepada-Nya (ya Allah mudahkanlah segala urusanku, jika ini emang baik untuk agamaku dan masa depanku). aku langsung menuju PGB (Pusat Grosir Bogor) yang aku tau di belakang PGB ada warnet, udah nyampe warnet, eh warnetnya penuh. aku nyoba ke warnet yang ada di depan kantor Depag (Departemen Agama) yang lumayan jauh dari PGB.

Aku tiba juga di warnet, waktu sudah menunjukan jam 11 lewat. Ternyata warnetnya ada di lantai 2, aku langsung lari naik tangga. "Alhamdulilah banyak yang kosong" kataku dalam hati. Aku langsung buka sepatu, masuk lalu ngaktifin billing komputer. Tanpa pikir panjang aku langsung buka website utm.ipb.ac.id. dan ternyata? nomor rekeningnya itu ngga ada, setelah aku ngeklik sana sini (tuh kan emang ngga ada, satpam yang tadi so tau), aku mulai gelisah, disaat kegelisan hanya Allah yang bisa menolongku, aku terus berdoa (mudahkanlah aku ya Allah) dengan penuh inisiatif, aku menyimpan nomor kontak telpon panitia UTM yang tertera di websitnya, aku langsung matiin komputer, bayar ke operator.

Aku makin gelisah bercucuran keringat, pas aku mau menaiki motor, ternyata di samping warnet ada wartel (Alhamdulilah selalu ada pertolongan-Nya) tempat potocopyan, warteg, warung pokonya lengkap deh, hehe. Di wartel cuma ada 2 telpon yang bisa digunain, aku langsung ngambil telpon yang di sebelah kiri, masukin nomor yang dituju, Dan? "nomor 6 nya ga bisa?" aku langsung ngambil telpon yang ada di sebelah kanan, udah selesai masukin nomor, malah telponnya yang ga bisa, aku minta tolong ke si mba penjaga wartel

Sy = "mba ko ini telponnya ngga bisa? dari tadi ngga nyambung-nyambung"
Mb = "sebutin nomornya?" aku langsung nyebutin nomornya dan alhamdulilah nyambung (terima kasih ya Allah)

Pu = Panitia UTM

Pu = "hallo, selamat siang. Ada yang bisa saya bantu?" suara bapak-bapak
Sy = "hhem saya calon peserta UTM IPB" gugup dengan nada cupu
Pu = "ia?"
Sy = "tadi saya ke bank mandiri mau beli pin, tapi kata satpam saya harus ke bank syariah mandiri, udah ke bank syariah mandiri, saya ditanya nomor rekening yang ditujunya pak. Pas saya liat di website UTM ternyata nomor rekeningnya itu ngga ada pak?"
Pu = "ade langsung ke bank mandiri aja, bilang aja mau daftar UTM, pasti sudah tau ko"
Sy = "oh jadi langsung ke mandiri pak?"
Pu =  "ia de"
Sy = "ya sudah pak, terima kasih ya pak"
Pu = "sama-sama"
Sy = "assalammu'alaikum"
Pu = "waalaikumsalam" (langsung ku tutup)

Sy = "berapa duit mba?" tanyaku
Mb = "300 rupiah"
Sy = "nih mba" (sambil memberikan uang gopean receh)
Mb = "kembalinya de,"
Sy = "ngga usah mba" (aku langsung keluar lalu menaiki motor kembali ke bank mandiri)

Alhamdulilah, di perjalanan aku tidak berhenti-hentinya mengucapkan syukur kepada-Nya supaya aku dimudahkan oleh-Nya kembali. Tiba di gerbang bank mandiri, badanku lemas melihat antrian panjang yang kelihatan dari luar, tapi semangat dalam diriku masih membara. Aku langsung memarkirkan motor di belakang bank mandiri dan berlari memasuki bank mandiri.

St1 = "selamat siang de," kata satpam penjaga pintu bank mandiri.
Sy = "pak kalau mau bayar utm dimana ya pak?"
St1 = "silahkan disini de," kata satpam sambil menunjukan tempatnya
Sy = "makasih ya pak!" (tadi katanya suruh ke bank mandiri syariah, gimana sih bapak?)

Aku langsung mengisi kertas aplikasi setoran/transper lalu membawanya menuju tempat antrian. "Masya Allah antriannya panjang sekali" dalam hatiku. Waktu yang sudah menunjukan jam setengah 12, membuat aku tidak yakin akan daftar UTM karena setengah jam lagi pendaftaran ditutup sedangkan aku masih nunggu antrian yang ga mungkin kelar hanya dengan setengah jam.

Aku mulai memutar otak, berpikir keras apa yang harus aku lakukan disini, rasa pesimis pun mulai menyapaku, disaat itu juga bayangan wajah keluargaku hadir memberikan semangat untukku. Apa aku harus menangis sambil memohon-memohon kepada orang-orang yang lagi antri supaya aku didahulukan? apakah aku harus pura-pura bahwa yang paling depan adalah keluargaku supaya aku punya alasan agar aku di depan? tapi itu semua ngga mungkin aku lakukan, perlu mental baja untuk melakukan hal seperti itu.

Akhirnya aku mulai berbicara dan merayu dengan nada rintih kepada ibu-ibu yang antri di depanku.

Sy = "misi bu," kataku sambil menepuk pundaknya
Ibu1 = "ia ada apa?" kata si ibu sambil menolehkan wajahnya
Sy = "gini bu, saya kan mau daftar ujian ke IPB, sedangkan pendaftaranya itu ditutup jam 12 pas, boleh saya ke depan," kataku dengan nada rintih berharap si ibu itu mempersilahkan aku untuk berada didepannya
Ibu1 = "maaf saya juga buru-buru" singkat si ibu (Bu, coba bayangin gimana rasanya jika anak ibu itu ada di posisi saya?)

Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain berdoa kepada Allah berharap ada orang yang baik hati mempersilahkan aku agar aku lebih dulu antrinya, aku cuma memutar-mutar badanku melihat aktifitas yang ada di dalam ruangan bank mandiri, melihat jam hanya menimbulkan rasa pesimis. "hanya Allah yang bisa menolongku, hanya Allah" batinku berdzikir. Akhirnya ada ibu-ibu yang antri ke 6 dari depan menengok kebelakang memandangiku sambil tersenyum (mungkin dia mendengar percakapan aku dengan si ibu-ibu yang tadi), lalu aku balas senyumannya. Dia mempersilahkan aku agar aku antri didepannya. Aku maju kedepan menghampirinya lalu menjelaskan apa yang sedang aku lakukan, si ibu-ibu itu berkata "sudah disini, di depan ibu aja, insya Allah keburu", "Alhamdulilahhrirobbila'alamin, makasih ya bu" si ibu-ibu itu hanya bisa tersenyum melihatku (ya Allah semoga Enkau membalas yang berlipat ganda kebaikan si Ibu ini).

10 menit aku menunggu, akhirnya aku dipanggil juga

Te = teller bank mandiri

Te = "selamat siang ada yang bisa saya bantu?"
Sy = "saya mau bayar UTM IPB mba,"
Te = "oh, nomor pendaftarannya berapa de?"
Sy = "nomor pendaftarannya mba? bukannya harus beli nomor PIN nya dulu ya mba?"
Te = "ngga de, jadi kamu harus daftar dulu, nanti kamu dapet nomor pendaftarannya, kalau ngga ada nomor pendaftaran saya mau masukin apa?"
Sy = "oh, jadi saya harus daftar dulu mba, ya sudah mba terima kasih"
Te = "ia sama-sama"

Aku langsung membalikkan badanku lalu keluar, si ibu yang tadi hanya bisa tersenyum melihatku, aku balas senyumannya kembali, berlari menuju parkiran ngambil motor. Alhamdulilah ternyata ada warnet yang ngga jauh dari bank mandiri tepatnya di depan taman topi kira-kira 100 m dari bank mandri. aku langsung nyalain komputer buka website utm ipb lalu daftar, alhmdulilah selesai juga dengan mendapatkan nomor pendaftaran 8012417003. "terima kasih ya Allah" kataku sambil  mematikan billing komputernya lalu bayar ke operator warnet.

Tanpa pikir panjang aku langsung lari menuju bank madiri meninggalkan motor di samping warnet, menyeberangi jalan raya meskipun bahaya di depan mata tapi rasa semangat dalam diri aku dan pertolongan Allah menyelematkanku.

Tiba di bank mandiri, aku langsung menuju teller. Dan apakah kalian tahu? ternyata si ibu-ibu tadi yang tidak mempersilahkan aku supaya aku menyelangnya ternyata masih antri (Allah selalu memudahkan jalan yang baik bagi hamba-Nya yang berbuat baik).

(waktu 15 menit lagi ke jam 12)

Te = "gimana de udah daftar?"
Sy = "udah mba" kataku sambil mengatur napas ( hah hah hah hah )
Te = "sini" kata mba teller meminta kertas yang ada ditanganku, aku lalu memberikan kepadanya
Te = "nomor pendaftarannya berapa de?" tanya mba teller sambil mengetikkan nomor yang aku sebutkan "ini nomor pin nya de, 16 digit"
Sy = "oh, ia mba, makasih ya mba"
Te =  "sama-sama de'

Aku langsung keluar meninggalkan bank mandiri, masih tetap berlari mengejar waktu menuju warnet yang tadi, berlari menyeberangi jalan raya. Di depan pintu warnet aku menemukan KTP aku yang mungkin tadi terjatuh waktu aku lari. aku langsung menyalakan billing komputer, buka website UTM. Dan alhamdulilah selesai dalam waktu 4 menit lagi pendaftaran ditutup, yah meskipun kartu ujiannya ngga bisa dicetak ditempat karena logo IPB nya ngga timbul, aku langsung mengirim kartu ujiannya ke kaka aku lewat e-mail yang  bisa dicetak dirumah kapan aja, hehe -selesai-

Itulah perjuanganku menuju UTM IPB, semoga perjuanganku menuju UTM membuahkan hasil, Aku yakin Allah dan Rasul-nya pasti melihat perjuanganku karena Allah sudah merencanakan semua ini.


Sekarang aku sadar betapa berharganya waktu, benar kata pepatah mengatakan 'TIME IS MONEY'.


"Ya Allah, aku percaya atas kebesaran-Mu, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin bagi-Mu. Ya Allah jika pilihan ini baik untuk agamaku, duniaku dan masa depanku, izinkanlah aku untuk menuntut ilmu di dunia ini. Aku yakin Engkau pasti mengabulkan doa hamba-Mu yang bersungguh-sunguh, Ya Allah tetap jadikan aku sebagai hamba-Mu yang selalu bersyukur atas apa yang Engkau berikan kepadaku. Amin Ya Rabb"